Beberapa Siswa Mengundurkan Diri, Hari Pertama UN di Sikka Berjalan Lancar

MAUMERE, FBC - Hari ini pertama penyelanggaraan Ujian Nasional (UN) Sekolah Manengah Pertama (SMP) Senin (04/05/2015) lalu di Kabupaten Sikka berjalan lancar. Walau di beberapa sekolah masih ada siswa yang mengundurkan diri saat jelang ujian, namun keadaan ini tidak mengganggu proses yang tengah berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sikka,Yohanes Rana, SPd kepada FBC yang menemuinya Senin (04/05/2015) di kantornya mengatakan, dari jumlah peserta ujian sebanyak 3.107 siswa-siswi yang berasal dari 75 dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di kabupaten Sikka, terdapat beberapa siswa-siswi yang mengundurkan diri dan terpaksa tidak menghadiri UN hari pertama.

Suasana ujian nasional hari pertama di SMPN3 Nangahure kelurahan Wuring kecamatan Alok Barat kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Suasana ujian nasional hari pertama di SMPN3 Nangahure kelurahan Wuring kecamatan Alok Barat kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

“ Sampai saat ini sudah ada 2 siswa yang tidak ikut ujian yakni SMPN 1 Maumere dan SMPK Yapentom, tapi laporan resmi siswa yang mengikuti UN akan diketahui semua sehari setelah penyelenggaran UN,“ ujarnya.

Hal senada juga disampaikan kepala sekolah SMPN 3 Nangahure kelurahan Wuring kecamatan Alok Barat, Fransiskus Lobi,S.Ag. Dikatakan Lobi, dari jumlah 115 siswa – siswi di sekolahnya yang terdaftar mengikuti UN, salah seorang siswi mengundurkan diri karena alasan pribadi.

Sisiwi bernama Elisabet Suryani Indra ini juga tidak dilarang pihak sekolah untuk mengikuti UN namun dirinya malu dengan keadaan yang dialaminya. Ujian yang dimulai pukul 07.30 wita dan berakhir 09.30 wita ini mengunakan 6 ruangan dimana ruangan 1 sampai dengan 5 diisi masing- masing 20 siswa – siswi sementara ruangan 6 diisi 14 orang.

“ Ada 12 guru pengawas yang bertugas di sekolah kami yang berasal dari sekolah di kecamatan Alok Barat, Magepanda bahkan dari Palue,“ ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Muhamad Fitri, wakil kepala sekolah MTs Muhamadiyah Nangahure. Dijelaskan Fitri, dari 93 sisiwa – siswi yang mengikuti UN ada satu orang siswa yakni Irwan yang berasal dari pulau Permaan mengundurkan diri . Sekolahnya menyediakan 5 ruang kelas yang dipergunakan untuk tempat digelarnya UN dimana ruangan 1 sampai 4 diisi 20 siswa – siwi sementara ruang kelas terakhir diisi 13 orang. Pengawas yang bertugas tambah Fitri berjumlah 10 orang dari berbagai sekolah di kabupaten Sikka.

Sekolahnya beber Fitri mengalami musibah dimana bebrapa saat menjelang UN digelar, kepala sekolah Mawindu Thamrin, Spdi meninggal dunia di RSUD TCHillers Maumere. Tapi hal ini disampaikan kepada para murid usai UN digelar. Selain itu tambah Fitri, anak kepala sekolah yang juga mengikuti UN diperbolehkan pulang dan pihak sekolah mengambil kebijakan agar siswa ini mengikuti UN susulan.

Lastri salah seorang siswi yang ditemui di MTs Muhamadiyah menyebutkan waktu ujian hari ini ditambah 20 menit sebab banyak teman – temannya yang belum selesai mengerjakan jawaban. Saat ditanya FBC mengenai soal Bahasa Indonesia yang diujikan, Lastri menyebutkan tidak terlalu sulit. Hal ini terjadi sebab sebulan sebelum UN dirinya tiap sore selalu mengikuti les dan menambah jam belajar.

Pantauan FBC di lokasi dua sekolah yang terletak sekitar 15 kilometer arah barat kota Maumere, suasana tenang terlihat di setiap ruangan yang ada. Dua orang guru pengawas stand by duduk di meja depan ruangan dan memantau jalannya ujian. Soal ujian untuk setiap peserta berbeda satu dan lainnya sehingga kesempatan menyontek antar sesama peserta tidak terjadi.Tampak hadir 2 orang anggota polisi berpaian dinas di setiap sekolah. Semua sekolah di kabupaten Sikka serentak menyelenggarakan UN tepat pukul08. 30 Wita setelah sebelumnya soalujian dipastikan masih tersegel. (ebd)

Kecurangan Warnai UN SMP di Lembata

Next Story »

Tambang Bisa Berakibat NTT Jadi Padang Gurun

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *