Batu Penopang Langit

Kampung Wogo - Batu Penopang Langit
Kampung Wogo - Batu Penopang Langit
Kampung Wogo - Batu Penopang Langit
Kampung Wogo - Batu Penopang Langit
Kampung Wogo - Batu Penopang Langit
Kampung Wogo - Batu Penopang Langit
Kampung Wogo - Batu Penopang Langit
Kampung Wogo - Batu Penopang Langit
Kampung Wogo - Batu Penopang Langit

KAMPUNG Wogo berada di Kecamatan Golewa, berjarak 17 kilometer arah Timur kota Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada. Dihuni sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang mayoritas bekerja sebagai petani. Seperti kebanyakan kampung yang berkultur agraris, warga Wogo juga memiliki ritual adat untuk mengungkapkan syukur ketika masa panen tiba kepada Tuhan dan leluhur mereka yang dimakamkan di Kampung Wogo Lama, sekitar 1 kilometer dari Kampung Adat Wogo.

Selain rumah persembahan untuk leluhur laki-laki (ngadhu) dan leluhur perempuan (bhaga) di tempat ini terdapat kompleks megalitikum seluas sekitar dua hektar dengan penanda batu menhir setinggi 12 meter yang disebut Watu Tuke Lizu (batu penopang langit). Hingga kini, menhir tersebut masih berdiri kokoh. Saat ritual adat digelar, warga Wogo akan menikmati po’o -nasi yang ditanak dalam bambu- dan moke (tuak putih) bersama-sama di sekitar Watu Tuke Lizu sambil memohon berkat dan lindungan leluhur dalam menjalani kehidupan. (*)

Foto & Teks: Karolus Naga

Robohnya Sekolah Kami

Next Story »

Musik Bambu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *