Aroma Mafia Anggaran di DPRD Manggarai dan Kecurigaan Publik

Oleh : Sidus Madi

Aroma tak sedap datang dari lembaga terhormat DPRD Manggarai, Nusa Tenggara Timur yaitu mencuatnya dugaan praktek mafia anggaran dengan melibatkan oknum anggota DPRD Manggarai.

Sidus Madi, Wartawan FBC

Sidus Madi, Wartawan FBC

Aroma tak sedap di lembaga DPRD Manggarai tersebut kini beredar luas di tengah masyarakat setelah salah anggota DPRD Manggarai, Marsel Ahang melaporkan Wakil Ketua DPRD Manggarai, Simprosia R. Gandut ke Polres Manggarai atas dugaan ‘mengkapling’ belasan paket proyek di beberapa instansi pemerintah dan lebih dominan di Dinas PU Manggarai tahun anggaran 2015.

‘Kicauan’ Ahang, anggota DPRD Manggarai  itu membuat Wakil Ketua DPRD Manggarai Simprosa R. Gandut atau Osy Gandut gerah dan menyerang balik Ahang dengan membuat surat somasi dan melaporkan Ahang ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Manggarai dan menuding Ahang telah mencermarkan nama baiknya.

Bola panas pun terus bergulir membuat BK DPRD Manggarai turun tangan untuk menyikapi kemelut kedua wakil rakyat yang terhormat itu. BK menuding Ahang mengangkangi etika di lembaga itu karena melapor Osy Gandut ke Polisi tanpa melalui mekanisme yang ada di DPRD terutama di BK.

Sebaliknya, Osy Gandut melapor Ahang ke BK karena telah mencermarkan nama baiknya. Gandut bahkan melalui surat bantahan dan somasi terbuka yang dibuat penasehat hukumnya Erlan Yusran dan Toding Manggasa menyebutkan akan melapor balik Ahang ke Polres Manggarai jika tidak menarik kembali laporannya.

Selain membuat surat bantahan dan somasi terbuka kepada Ahang. Penasehat hukum Erlan Yusran atas nama kliennya Osy Gandut melapor Ahang ke BK DPRD Manggarai dengan alasan perbuatan Ahang tidak prosedural, dan tendensius mencemarkan nama baik kliennya Osy Gandut.

Kecurigaan Publik

Aroma perseteruan antar kedua wakil rakyat yang terhormat itu telah mengundang perhatian dan kecurigaan publik. Meski belum ada jawaban pasti siapa yang salah atau benar, tetapi masyarakat  mencurigai bahwa apa yang terjadi di DPRD Manggarai tentu ada sesuatu yang tidak beres dan patut dipertanyakan.

Karena itu, apa yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, yang mendesak Polres Manggarai dan DPRD untuk mengusut tuntas dugaan mafia anggaran yang terjadi di DPRD Manggarai adalah bentuk tanggungjawab moril untuk menggugat kejujuran wakil rakyat yang ada di gedung DPRD Manggarai.

Ketua GMNI Cabang Manggarai, Fabianus Apul, bahkan menilai apa yang terjadi di lemabaga DPRD Manggarai mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan DPRD terhadap setiap kebijakan pembangunan di Manggarai.

Lembaga DPRD adalah lembaga yang terhormat, yang salah satu tugasnya melakukan pengaswasan terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan pembangunan di Manggarai. Karena itu, sejatinya lembaga DPRD sebagai wakil rakyat untuk mengawasi seluruh proyek yang ada di Manggarai sehingga hasilnya berkualitas. Namun hal ini bisa terwujud manakala seluruh anggota DPRD lebih mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi dan keluarga.

Ujian Kejujuran

Apa yang dilakukan oleh anggota DPRD Manggarai , Marsel Ahang di satu sisi tentu patut diapresiasi. Meski Ahang tidak membeberkan secara detail seperti apa, dan dimana saja dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPRD Manggarai Osy Gandut dalam permainan anggaran 2015.

Tetapi rakyat tentu berharap agar tidak ada transaksi senyap dalam pengelolaan anggaran di DPRD Manggarai. Sebaliknya, rakyat sangat membutuhkan agar anggaran untuk rakyat itu dikelola secara transparan dan jujur.

Rakyat Manggarai masih banyak yang miskin yang jumlahnya 65.200 jiwa pada tahun 2013, (data LPKJ Bupati Manggarai tahun 2014 dan LKPJ akhir masa jabatan Bupati Manggarai 2010-2015). Demikian juga pembangunan infrastruktur yang masih banyak terbengkelai, yang sejatinya menjadi perhatian wakil rakyat yang terhormat.

Karena itu, pengelolaan ‘kue’ anggaran APBD untuk kepentingan rakyat Manggarai menuntut kejujuran para penyelenggara pemerintahan baik DPRD maupun Pemerintah Manggarai. Perseteruan antar Ahang dan Osy Gandut adalah sebagian kecil ujian kejujuran akan tanggungjawab dan tugas mulia sebagai wakil rakyat yang terhormat.*

Toleransi Antaragama: Belajarlah dari NTT

Next Story »

Pers yang Mencerahkan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *