Anak Muda Peduli Lingkungan, Berwisata Sambil Tanam Bambu di TWA Golo Lusang

RUTENG,FBC-Taman Wisata Golo Lusang (TWA) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur adalah salah satu tempat wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. TWA Ruteng juga menjadi penyangga kota dan sumber air bersih bagi warga kota Ruteng.

Peserta penghijauan yang berasal dari berbagai komunitas peduli lingkungan itu saat di Taman Wisata Golo Lusang. (Foto: FBC/Sidua Madi)

Peserta penghijauan yang berasal dari berbagai komunitas peduli lingkungan itu saat di Taman Wisata Golo Lusang. (Foto: FBC/Sidus Madi)

Udara sejuk serta cuaca pagi yang cerah turut menemani rombongan anak muda yang berwisata sambil menanam ratusan anak bambu di Taman Wisata Alam Golo Lusang, Minggu, (10/5/2015).

Ratusan anak muda yang berasal dari berbagai komunitas di kota Ruteng itu tampak bersemangat menyusuri kawasan Taman Wisata Alam Golo Lusang yang terletak di utara kota Ruteng untuk menanam bambu.

Tomy Hikmat selaku panitia kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian anak muda terhadap pelestarian lingkungan terutama di Taman Wisata Alam Golo Lusang.

Menurut dia, kegiatan Tanam Bambu yang melibatkan berbagai komunitas pecinta lingkungan dan elemen lainnya itu memiliki nilai lebih karena sambil berwisata menikmati keindahan alam Golo Lusang, juga diajak untuk ikut melestarikannya dengan cara menanam bambu dan pohon lainnya.

Masih menurut Tomy, dipilihnya bambu selain anakan pohon lainnya karena memang bambu bagi masyarakat Manggarai memiliki nilai filosifi yang sangat tinggi. Bambu juga mampu menyerap banyak air disaat musim hujan dan pada saat musim kemerau bambu mampu mengeluarkan banyak air sehingga kelembaban tanah tetap terjaga dengan baik.

“Apalagi sumber air bersih untuk warga kota Ruteng ada di TWA Golo Lusang, ”katanya.

Apresiasi Gerakan Orang Muda Manggarai

Sebastian Salang, tokoh muda Manggarai potensial yang ikut dalam kegiatan penghijauan itu memberi apresiasi atas gerakan orang muda Manggarai yang peduli terhadap kelestarian hutan di Manggarai.

Sebastian Salang mengatakan, selama mengunjungi desa desa di Manggarai, banyak masyarakat mengeluh krisis air bersih. Karena itu, harus ada terobosan baru yang berkaitan dengan lingkungan.

“Kalau hektar saja setiap desa ada hutan baru, maka bisa dibayangkan ada 162 hektar hutan baru di Manggarai. Dan, itu bisa dilakukan asal saja kepala daerahnya mempunyai komitmen untuk itu atau tidak,”ujar Sebastian Salang, yang  calon bupati Manggarai berpasangan dengan Hilarius Jonta itu.

Bambu ‘Emas Hijau yang Terabaikan’

Selanjutnya, Andre Winokan, pegiat lingkungan juga melihat bahwa bambu di Manggarai banyak tumbuh dimana-mana. Hanya saja kurang diperhatiakan. Padahal, menurut dia, bambu memiliki banyak manfaat untuk ekologis dan ekonomis juga bermanfaat untuk kesehatan karena bambu terutama bambu kuning memiliki beragam kaisat.

Winokan berharap agar gerakan menanam bambu ini terus digalakan di Manggarai. “Bambu itu emas hijau’ yang terabaikan karena selama ini kurang perhatikan,”katanya.

Berbagai komunitas peduli lingkungan yang ikut dalam aksi tanam bambu bersama di kawasan Taman Wisata Alam Golo Lusang, diantaranya Bangkit Institut, Imapala STKIP Ruteng, OMK Cewonikit dan Katedral, Komunitas Pencinta Kuni Agu Kalo, Komunitas Pencinta Ruteng, Spektrum, Yayasan Tunas Jaya, Komunitas Muda Mandiri, dan elemen lainnya.(Dus)

Ciptakan Lingkungan yang Sehat, Guru Dinilai Punya Peran Strategis

Next Story »

Tuhan Membawa Damai, Bukan Teror dan Ancaman

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *