Aksi Coret Seragam dan Konvoi Masih Dijumpai Usai Pengumuman Kelulusan

MAUMERE, FBC - Aksi corat-coret seragam sekolah masih berlangsung usai pengumuman kelulusan tingkat sekolah manengah atas (SMA) di kabupaten Sikka.

Padahal, pihak sekolah sudah memberikan himbauan dan melarang siswa-siswi SMA untuk melakukan aksi corat-coret seragam sekolah di lingkungan sekolah.

Pantauan FBC  di kota Maumere, Jumat (15/05/2015) usai pengumuman kelulusan,  tampak beberapa siswa-siswi SMA melakukan aksi coret dan konvoi kendaraan bermotor di jalan raya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Maumere, Drs. Hendrik Sega kepada FBC yang menemuinya, Jumat (15/05/2015) mengatakan para orang tua pun diminta untuk bersama para siswa kembali ke rumah usai menerima amplop kelulusan. Hal ini dilakukan agar siswa-siswi bisa segera kembali ke rumah dan tidak berkeliaran di jalan raya.

Dikatakan Hendrik, hal ini dilakukan agar mencegah para siswa keluyuran dan mengkonsumsi miras (minuman keras) sehingga bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Beberapa siswa usai mengikuti acara pengumuman kelulusan, berjalan kaki melintasi jalan Jenderal Sudirman Maumere dengan pakaian seragam penuh coretan.(  Foto : FBC / Ebed de Rosary )

Beberapa siswa usai mengikuti acara pengumuman kelulusan, berjalan kaki melintasi jalan Jenderal Sudirman Maumere dengan pakaian seragam penuh coretan.( Foto : FBC / Ebed de Rosary )

“ Kami minta para orang tua membuka amplop di rumah dan bersama anaknya kembali ke rumh bersama sebab kalau buka amplop di jalan anaknya sudah mengetahui hasilnya dan tidak mau kembali ke rumah dahulu ‘ ujarnya.

Tingkatkan Prestasi

Hendrik menambahkan tahun 2015 dengan jumlah peserta 404 siswa terdiri dari 348 siswa SMAN 2 dan 56 orang dari pendidikan Luar Sekolah ( PLK ) yang lulus 95,06 persen. Jumlah peserta yang tidak lulus beber Hendrik, dari SMAN 2,  18 orang serta dari PLK 2 orang.

Saat ditanyai FBC apa yang akan dilakukan agar tahun depan prestasi bisa ditingkatkan, Hendrik mengatakan, tahun depan pihaknya akan mengambil langkah menertibkan guru dalam mengajar, siswa dalam mengikuti pelajaran serta standar kurikulum yang diajarkan.Dengan begitu sambungnya, diharapkan tahun 2016 prestasi sekolah ini bisa lebih baik.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Maumere, Yohanes Jonas Teta, SPd kepada FBC menyebutkan dari 453 peserta Ujian Nasional (UN) di sekolahnya, satu orang dinyatakan tidak lulus. Hal yang sama juga terjadi SMK Yohanes XXIII Maumere.

Hasil pantauan FBC di jalan- jalan di kota Maumere usai pengumuman hasil kelulusan sekitar pukul 11:00 – 11:30 Wita, aksi corat-coret seragam sekolah banyak terjadi di SMKN 3 Maumere sementara di kedua SMAN maupun SMA swasta seperti SMK Frateran, SMK St.Gabriel dan SMK Yohanes XXIII Maumere, aksi corat-coret hampir tidak terjadi.

Selain itu, aksi konvoi di jalan raya juga tidak terlihat. Hanya tampak di depan SMKN 3 beberapa siswa menggunakan sepeda motor berjalan beriringan itupun hanya 4 sampai 5 sepeda motor dan terpecah dalam beberapa kelompok kecil dan tidak berjalan bersamaan. Beberapa siswa terlihat berjalan kaki dengan pakaian yang dipenuhi coretan spidol maupun cat semprot. (Ebd )

Siswi SMK Asal Sikka Raih Nilai UN Tertinggi di NTT

Next Story »

Pasar Tingkat Maumere Terbakar, Kios Sembako Dijarah

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *