Hari Buruh

183 TKBM Pelabuhan Laurens Say, Tidak Terdaftar di BPJS Kesehatan

MAUMERE, FBC – Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei masih menyisahkan kepiluan. Banyak tenaga kerja di kabupaten Sikka belum sepenuhnya mendapat upah layak dan jaminan kesehatan.

Hal ini dialami 183 tenaga kerja bongkar muat ( TKBM ) yang saban hari bekerja di pelabuhan laut Laurens Say Maumere kabupaten Sikka. Para pekerja tersebut, hingga saat ini tidak terdaftar menjadi peserta badan penyelenggara jaminan sosial ( BPJS ) Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Para pekerja TKBM sedang melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Laurens Say Maumere kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Para pekerja TKBM sedang melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Laurens Say Maumere kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Keluhan ini disampaikan Odorikus, ketua kelompok 6 TKBM pelabuhan Laurens Say Maumare kepada FBCyang menemuinya, Kamis ( 30/04/2015 ). Dikatakan Odorikus, Kalau jaminan kesehatan anggota sudah menyampaikan kepada manajemen namun sampai saat ini belum dipenuhi.Padahal sebut Odorikus, uang pekerja dipotong 2000 rupiah dari berat barang yang dibongkar pekerja setiap tonnya. Odorikus.

Yohanes Levidon Lelang, Sfil, SH ketua KTBM pelabuhan Laurens Say yang ditemui FBC di hari yang sama di kantornya membenarkan hal ini. Menurut Yohanes, pihaknya berpegang pada surat keputusan bersama, dua direktur jenderal dan satu deputi di kementrian tenaga kerja dan perhubungan bahwa semua pekerja yang ada di TKBM sudah harus memiliki jaminan kesehatan yang diurus pemerintah. Kendala yang dihadapi pihaknya, terang Yohanes, sebetulnya bila pihaknya mau meninndak lanjuti secara organisasi bukan tidak bisa namun terlalu besar biaya yang harus dikeluarkan.

Odorikus ( kanan ) ketua kelompok VI TKBM pelabuhan Laurens Say Maumere bersama anggotanya yang sedang bertugas melakukan bongkar muat semen. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Odorikus ( kanan ) ketua kelompok VI TKBM pelabuhan Laurens Say Maumere bersama anggotanya yang sedang bertugas melakukan bongkar muat semen. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Disamping itu tambah Yohanes, pemasukan yang diterima kelompok tidak seimbang dengan pengeluaran untuk biayai ini sehingga pihak manajemen mengarahkan supaya setiap anggota TKBM yang ada, masuk menjadi anggota BPJS secara perorangan. Sementara secara organisasi lanjutnya, manajemen tetap bertanggung jawab namun tetap mengacu pada kemampuan organisasi. Sebagai ketua,  Yohanes menyebutkan, beberapa komponen yang dibuat tetap ada jaminan kesehatan dari organisasi.

“ Upah pekerja di TKBM sifatnya borongan lepas yang tetap terdaftar dan tercatat menjadi bagian dari organisasi.Mereka bekerja berdasarkan kapal masuk, upah mereka berdasarkan bobot tonase yang ada dalam kapal itu atau yang mereka kerjakan,jadi pendapatan mereka bervariasi,“ tegasnya.

Kepala kantor BPJS Kesehatan cabang Maumere, Hilarius E.Naja, Ssos yang ditemui FBC di kantornya, Kamis (30/04/2015) menjelaskan, ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya dalam menjaring peserta non penerima bantuan iuran di kabupaten Sikka. Dari pihak sebut Edi sapaan akrabnya, pekerja sendiri tidak mempunyai kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK).

Selain itu, sambungnya, pengumpulan data dari pekerja juga lama sehingga mempersulit pengurusan. Dari pemberi kerja lanjut Edi, mereka beralasan bahwa karyawannya banyak yang bukan pekerja tetap, kadang sebulan kerja terus berhenti. Pemberi kerja juga beber Edi hanya memberikan jaminan kesehatan bagi pekerja saja tidak mencakup keluarga pekerja, satu orang isteri dan 3 orang anak.

Padahal ungkap Edi, dalam peraturan presiden disebutkan bahwa kepesertaan BPJS bersifat wajib dan bermanfaat. Pemberi kerja wajib mendaftarkan para pekerjanya mengikuti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.Selain itu lanjutnya,juga sudah ada peraturan gubernur dan surat edaran dari bupati Sikka. Dari sekitar 200 badan usaha yang sudah di survey di Sikka hanya sebagian kecil, belum setengahnya yang mendaftarkan karyawannya menjadi anggota BPJS. (ebd)

Sinergitas Desa Wisata dan Pelaku Pariwisata Dorong Paket Ekowisata Baru

Next Story »

Penyaluran Raskin di Sikka, Banyak yang Tidak Tepat Sasaran

One Comment

  1. May 2, 2015

    Ko bisa gitu ya

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *