12 Rumah di Kampung Ujung-Labuan Bajo Ludes Terbakar

Lokasi kebakaran  di Kampung Ujung-Labuan Bajo yang menghanguskan 12 rumah penduduk (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Lokasi kebakaran di Kampung Ujung-Labuan Bajo yang menghanguskan 12 rumah penduduk (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

LABUAN BAJO, FBC- 12  rumah penduduk di kawasan Kampung Ujung, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (17/5/2015) malam ludes terbakar. Sulitnya air dan akses masuk ke lokasi menyebabkan api dengan cepat merambat ke rumah lain dan baru dapat dipadamkan pada hari Senin dini hari.

Sementara itu, hingga kini sebab musebab kebakaran belum diketahui secara pasti karena masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar Pkl. 23.00 Wita. Api berasal dari salah satu rumah warga dan dengan cepat merambat ke rumah lainnya.

Kini  rumah yang terbakar rata dengan tanah, nyaris tidak ada yang tersisa. Puing-puing rumah tampak berserakan di mana-mana. Kobarana api cepat menjalar karena sebagian besar rumah berbentuk rumah panggung yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar.

Salah seorang saksi mata menyebutkan, api berasal dari sebuah rumah penduduk dan cepat membesar karena rata-rata rumah terbuat dari kayu dan berdinding papan. Beberapa mobil tangki dan pemadam kebakaran datang terlambat di lokasi kejadian. Kondisi ini kian diperparah oleh sulitnya mendapatkan air dan akses masuk ke lokasi kebakaran.

Untung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa karena warga segera berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sebagian warga atau pemilik rumah tidak bisa menyelamatkan barang-barang mereka karena api dengan cepat merambat dan membakar rumah warga lainnya. Apalagi lokasi kebakaran termasuk rumah padat penduduk.

Kawasan Kampung Ujung selama ini terkenal karena selain merupakan lokasi wisata kuliner juga merupakan lokasi yang padat penduduk dengan sebagian besar warga bermatapencaharian sebagai nelayan dan pedagang.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Manggarai Barat, total rumah yang terbakar sebanyak 12 atau 12 KK dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk meringankan beban penderitaan para korban, Senin pagi, pemerintah yang dipimpin Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula bersama jajaran kepolisian dan TNI turun langsung ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan berupa bahan makanan seperti beras dan mie instan serta terpal dan beberapa fasilitas lainnya.

Bupati Manggarai Barat di hadapan para korban meminta warga agar tetap tabah dalam menghadapi bencana yang terjadi dan pemerintah akan memberikan bantuan untuk meringankan beban para korban kebakaran.

Sementara itu, aparat kepolisian resort Manggarai Barat belum memastikan penyebab kebakaran. Aparat kepolisian tetap mengusut tuntas kasus kebakaran itu. Di lokasi kebakaran telah pula dipasang police line. Sedangkan warga yang menjadi korban kebakaran kini masih ditampung di rumah-rumah penduduk di sekitarnya.

Informasi yang diimpun menyebutkan, api diduga berasal dari sebuah rumah yang selama ini menjadi tempat kos-kosan. “Api berawal dari sebuah rumah yang biasa dipakai untuk kos-kosan tapi kita juga tidak tahu apa penyebabnya,” ujar Jainudin, seorang warga setempat.

Kebakaran kali ini disebut-sebut sebagai kebakaran terbesar sejak Manggarai Barat dimekarkan menjadi kabupaten otonom pada tahun 2003 lalu. Sebelumnya, pernah terjadi beberapa kali kebakaran seperti kebakaran yang menghanguskan 5 rumah makan dan sebuah rumah penduduk di Wae Mata tiga tahun lalu.(Kornelius Rahalaka)

Anggaran Pilkada Mabar untuk Panwaslu Tidak Cukup

Next Story »

Minim Dukungan Pemkab untuk Industri Garam

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *