Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa Ikut Pelatihan

KUPANG. FBC- Beberapa waktu lalu Kementeiran Pertanian RI membangun kerja sama dengan Mabes TNI dalam rangka upaya khusus mewujudkan swasembada pangan yakni padi, jagung, dan kedelai. Menindaklanjuti kerjasama tersebut, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT menyelenggarakan pelatihan kepada 133 peserta yang terdiri dari 66 Babinsa TNI AD dan 67 orang penyuluh pertanian.

Kadis Pertanian NTT, Anis Tay Ruba

Kadis Pertanian NTT, Anis Tay Ruba

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Anis Tay Ruba yang dihubungi di Kupang, Minggu (19/4/2015) mengatakan, pelatihan berlangsung selama seminggu dan sudah dilakukan sejak Rabu, 15 April 2015 dan akan berakhir pada Selasa 21 April 2015 mendatang.

Dia menjelaskan, pelatihan tersebut dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Ternak Potong Noelbaki, Kabupaten Kupang. Pelatihan serupa akan dilakukan di wilayah Flores dan Sumba hingga mencapai sekitar 1.000 orang. Pelibatan TNI dalam program upaya khusus swasembada pangan ini lebih pada pendampingan dan pengawalan.

Menurut Anis, adanya kerja sama dengan TNI, diharapkan dapat menggerakkan petani dan petugas pertanian untuk mengelola usaha tani secara optimal.

“Babinsa yang telah mengikuti pelatihan bisa mengamati, mengajak dan mengingatkan petani untuk lebih optimal mengelola usaha tani mulai dari pengolahan lahan hingga produksi. Dengan demikian, para petani setiap hari bisa lebih maksimal dalam kegiatan usaha tani,” katanya.

Para Babinsa dan penyuluh pertanian lanjutnya, bila menemukan ada lahan potensial yang belum dikelola dalam kegiatan pemantauan, bisa mengingatkan petani atau pemilik lahan untuk segera mengelolanya. Selain itu, membantu petani dalam rangka penanganan secara cepat di lapangan seperti perbaikan irigasi.

“Kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Mabes TNI dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk di dalamnya Babinsa di tataran pelaksana,” paparnya.

Bantu Jaringan Irigasi di NTT

Selain itu, Anis juga mengakui, Kementerian Pertanian dalam APBN 2015 mengalokasikan sejumlah dana untuk kegiatan perbaikan jaringan irigasi di Provinsi NTT seluas 28. 500 hektar.

“Perbaikan jaringan itu dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional pada tahun 2017 mendatang. Selain itu dilakukan optimalisasi lahan seluas 12. 900 hektar,“ katanya.

Menurutnya, bantuan lain yang disalurkan adalah benih dan pupuk serta alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan pompa air.
Pemerintah, kata dia, melalui Kementerian Pertanian juga telah berencana untuk menambah volume perbaikan jaringan irigasi pada APBN Perubahan 2015. Jaringan irigasi yang diperbaiki itu berada di 89 daerah irigasi yang tersebar di 15 kabupaten. (Oni)

Terduga Teroris Ditangkap di Manggarai Barat

Next Story »

Gelar Nonton Bareng, Panitia Galang Dukungan bagi Azizah KDI

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *