Warga Binaan Lapas Ikut Ujian Nasional

UN hari pertama, Senin (13/4/2015) di SMA Negeri Satu Nubatukan. Tampak siswa serius mengerjakan soal. (foto : FBC/Yogi Making)

UN hari pertama, Senin (13/4/2015) di SMA Negeri Satu Nubatukan. Tampak siswa serius mengerjakan soal. (foto : FBC/Yogi Making)

LEWOLEBA, FBC- Yohanes Vianey Tifaona, salah satu warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II B Kabupaten Lembata ikut Ujian Nasional. Vianey diperkenankan ikut UN di SMA Negeri Satu, Lewoleba.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Swasta Ile Ape, Isodorus Dory menyampaikan informasi ini kepada wartawan saat memantau siswanya yang megikuti UN hari pertama di SMA Negeri Satu, Senin (13/4/2015).

Dia mengatakan, Tifaona terdaftar sebagai peserta UN dari SMA Swasta Ile Ape yang dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun oleh Hakim Pengadilan Negeri Lembata karena terbukti bersalah melakukan tindakan pemerkosaan.

Menurutnya, kendati mendekam dalam tahanan namun siswa yang bersangkutan memiliki semangat belajar yang tinggi, pihak sekolahpun selalu berusaha untuk mengirim bahan pelajaran untuk di pelajari sendiri oleh Tifaona.

Kepsek SMA Swasta Ile Ape ini mengaku sangat berterimakasih kepada Lapas Lembata yang memperbolehkan siswanya itu untuk mengikuti UN di luar lingkungan Lapas.

Kepala Sekolah SMA Swasta Ile Ape, Isodorus Dory (foto : FBC/Yogi Making)

Kepala Sekolah SMA Swasta Ile Ape, Isodorus Dory (foto : FBC/Yogi Making)

“Untuk persiapan menjelang UN, kami memberikan bimbingan dan try out kepada yang bersangkutan di Lapas Lewoleba. Jadi secara mental dia sangat siap, dan kami bersyukur surat permohonan dan surat jaminan yang kami sampaikan ke Kepala Lapas agar siswa yang bersangkutan bisa mengikuti UN di luar Lapas di sanggupi. Demi menjaga keamanan, setiap pagi saya jemput dan hantar kembali ke Lapas untuk waktu tiga hari, atau selama mengikuti UN. Pihak Lapas juga menyertakan satu orang Sipir untuk ikut melakukan pengawasan. Pengawasan Sipir di lakukan dari luar ruang kelas,” jelas Isodorus.

Dijelaskan lagi, selain melakukan bimbingan belajar, pihak sekolah juga menggandakan sejumlah soal UN tahun sebelumnya untuk di pelajari sendiri oleh siswa yang bersangkutan. Dia yakin, bila siswa yang baru menjalani masa tahanan sekitar 6 bulan itu bisa lulus. “Anaknya mampu, terbukti nilai try out dan ujian sekolah yang di lakukan selama dia di Lapas sangat baik,” yakinnya.

Pantauan FBC, Senin (13/4/2015) di SMA Negeri Satu (SMANSA) Lewoleba, suasana UN berlangsung tertib. Siswa peserta UN tampak serius mengerjakan soal-soal ujian.

Kepala Sekolah SMA Negeri Satu, Agnus Dei Parera kepada media ini di ruang kerjanya menjelaskan, UN berlangsung selama tiga hari dengan sistem pengawasan di lakukan secara silang dari setiap sekolah penyelenggara UN di Kecamatan Nubatukan.

Selain menyelenggarakan UN untuk siswanya, pihaknya juga menerima peserta UN dari dua sekolah, masing-masing SMA Swasta Ile Ape dan SMA Frateran Don Bosco Lewoleba.

“Peserta UN kita ada 260 orang, di tambah siswa dari SMA Swasta Ile Ape sebanyak 17 orang dan 60 siswa dari SMA Frateran Don Bosco. Yang ikut UN di sini adalah siswa SMANSA dan siswa SMA Ile yang kita bagi dalam 14 ruang, sementara untuk 60 siswa SMA Frateran Don Bosco, ikut UN di SD Kota Baru. Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama ini adalah, Bahasa Indonesia, Biologi, Geografi dan Sastra Indonesia. Sejauh ini tidak ada keluhan dari siswa, jadi masih aman-aman saja,” jelas Agnus.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan, Kecamatan Nubatukan, Mathias Sanga Reko saat dihubungi menjelaskan, sejak pagi dirinya bersama Camat Nubatukan, Begu Ibrahim dan Tim Independen Pemantau UN dari Universitas Nusa Cendana Kupang, memantau ke sekolah penyelenggara UN se Kota Lewoleba. Selama pemantauan, dirinya tidak menemukan masalah.

Mathias menjelaskan, peserta UN tingkat SMA di kecamatan Nubatkan sebanyak 700-an siswa dari 12 sekolah penyelenggara.

“Dari 700 lebih siswa peserta UN di 12 Sekolah penyelenggara, kita temukan dalam pemantauan tadi ada 4 siswa yang dinyatakan tidak ikut UN, masing-masing siswa dari SMA PGRI Lewoleba, SMA Negeri Satu, SMK Sancus dan satu orang dari SMA Don Boso. Empat siswa ini sudah di hubungi pihak sekolah, namun ternyata mereka sudah keluar Lembata. Sejauh ini kami tidak menemukan masalah. Soal ujian aman,” jelas Mathias. (Yogi Making)

Pengembangan Tanaman Jagung Harus Didukung Pengolahan Pasca Panen

Next Story »

Labuan Bajo Rawan Penyebaran HIV-AIDS

One Comment

  1. April 14, 2015

    Bukan hanya 4 orang, seorang siswa dari sma s wasta anugerah kasih di ruang sebelas tidak ikut mulai tgl 13 dan 14 april 2015.bisa cek lebih akurat ke tempat ujian sdk 1 st theresia lewoleba.

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *