Upacara HUT Satpol PP Tingkat Propinsi NTT, Bendera Merah Putih Tak Berkibar

Tiang bendera  di depan kantor bupati Sikka yang dijadikan tempat upacara HUT Satpol PP dan Linmas tingkat propinsi NTT  tanpa ada bendera Merah Putih.( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Tiang bendera di depan kantor bupati Sikka yang dijadikan tempat upacara HUT Satpol PP dan Linmas tingkat propinsi NTT tanpa ada bendera Merah Putih.( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

MAUMERE, FBC – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-65 dan HUT Linmas (Perlindungan Masyarakat ) ke-53 tingkat propinsi NTT berlangsung Selasa (21/04/2015) di halaman kantor bupati Sikka,  tanpa disertai bendera Merah Putih pada tiang bendera di lapangan upacara.

Upacara diikuti perwakilan seluruh Satpol PP kabupaten dan kota se propinsi NTT ini dimulai sekitar pukul 08.00 wita dengan komandan upacara, kepala Satpol PP kota Kupang, Thomas Dagang dan wakil gubernur NTT, Drs. Benny Alexander Litelnoni,SH,Msi bertindak selaku inspektur upacara.

Kejadian tidak tampak bendera Merah Putih baru disadarai saat upacara sudah berlangsung. Para peserta upacara tidak menyangka dan berpikir akan ada upacara pengibaran bendera namun hingga usai acara peringatan, bendera Merah Putih tak kunjung dikibarkan.

Johnny E.Y Saudale, SPd, Msi, kepala Satpol PP kabupaten Rote Ndao kepada FBC yang menemuinya usai upacara menyayangkan hal ini. Jhonny menilai hal ini merupakan kekurangan yang fatal.

Dari awal kata Jhonny,  dirinya sudah melihat bahwa ini upacara bendera tapi tanpa pengibaran bendera. Dengan demikian tegasnya, seharusnya bendera Merah Putih sudah dikibarkan terlebih dahulu di tiang bendera di lapangan upacara.

“ Ini kekuranagnn yang harus diperhatikan, karena ini upacara kenegaraan dan ini penting jangan dianggap persoalan kecil. Kalau tidak ada pengibaran bendera harusnya pantia atau staf kantor bupati Sikka sejak pagi sebelum upacara sudah menaikan bendera terlebih dahulu,“ pintanya.

Kekeliruan

Hal senada juga dikeluhkan wakil Gubernur NTT, Drs. Beny Litelnoni  Dikatakan Wagub Beny, memang protapnya demikian, tidak seperti upacara bendera saat peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus. Tidak semua upacara harus menaikan bendera, pers harus tahu itu, ada yang bendera nya sudah naik terlebih dahulu.

Saat ditanya wartawan, apakah bapak sadar sampai selesai upacara, bendera Merah Putih tak kunjung dikibarkan, Beny kaget dan menjawab, itu mungkin ada kekeliruan dan hal teknis di luar dugaan.

“ Saya kira idealnya bendera harus dinaikan terlebih dahulu. Untuk tahun depan  supaya ada persiapan agar hal-hal kecil yang tidak terbaca seperti ini tidak terulang lagi. Ini merupakan koreksi,” katanya.

Kasat Pol PP kabupaten Sikka, Frederick Edmundantes kepada wartawan usai upacara juga menyesalkan terjadinya hal ini. Menurut Frederick, sebelum upacara dimulai dirinya sudah membicarakannya dan meminta agar bendera Merah Putih dinaikan terlebih dahulu namun sesalnya hal ini tidak ditanggapi oleh staf kantor bupati Sikka. Staf kantor bupati beralasan bahwa inspektur upacara sudah memasuki lapangan upacara.

Disaksikan FBC, semua peserta upacara yang merupakan perwakilan Satpol PP dari seluruh kabupaten dan kota se NTT mengirimkan perwakilannya. Selain anggota Satpol PP, terlihat juga satu pleton Linmas dan juga PNS lingkup Pemkab Sikka. Juga turut hadir anggota Polres Sikka dan aparat TNI AD dari Kodim 1603 Sikka. ( ebd )

Orang Tua Azizah KDI Ikut Nonton Bareng Bersama Ribuan Warga Maumere

Next Story »

Hari Bumi, Krisis Air Jadi Sorotan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *