Tiga Hari Pasokan Listrik di Manggarai Terganggu

KUPANG. FBC- Pelayanan Listrik di Kabupaten Manggarai dalam tiga hari terakhir mengalami gangguan pasokan. Beberapa wilayah mengalami padam hingga tengah malam, bahkan ada yang padam total.

General Manajer PT PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur melalui Humas PT PLN, Paul Bolla kepada wartawan di Kupang, Rabu, (29/4/2015) menjelaskan, pada tanggal 25 April 2015, pukul 22:10 Wita, tiba-tiba listrik padam total (black out). Sumber padam ditemukan akibat gangguan pada Jaringan Express Fedeer, yang mensuplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Ulumbu menuju PLTD Waso. Petugas mencoba memulihkan sistem beberapa kali tetapi tidak berhasil.

Terputusnya suplai listrik dari PLTP Ulmbu, Sistem Ruteng kehilangan pasokan daya sebesar 4 mega watt (MW). Akibat suplai listrik melewati Penyulang Cancar dan Recloser Sita dipadamkan. Wilayah yang mengalami padam yang disuplai penyulang cancar meliputi wilayah Satarmese, daerah Sita, Ranamese, dan Poco Ranaka.

Akibat angin kencang tiang listrik rubuh (Foto: Humas PLN NTT)

Akibat angin kencang tiang listrik rubuh (Foto: Humas PLN NTT)

Akhirnya petugas piket memutuskan untuk mencari sumber gangguan dengan menelusuri jaringan yang menghubungkan PLTP Ulumbu dan PLTD Waso. Saat itu hujan lebat mengguyur Manggarai. Penelusuran pada tengah malam itu tidak berhasil karena kondisi cuaca tidak bersahabat. Hujan Lebat dan kabut membatasi jarak pandang, sangat berbahaya bekerja di tengah malam.

Penelusuran dilanjutkan pada hari Minggu, 26 April 2015, mulai pukul 06:00 Wita. Hasilnya petugas menemukan tiang saluran udara tegangan menengah (SUTM) roboh dan patah tertimpa pohon besar setinggi sekitar 20 meter dengan batang berdiameter sekitar 70 cm. Pohon yang tumbuh dikemiringan bukit itu roboh karena tanahnya longsor akibat hujan lebat dalam dua hari berturut-turut. Lokasi kejadian ditemukan persis di kawasan hutan kilometer 9 dari Ruteng menuju Satarmese.

Bencana ini mengakibatkan material milik PLN mengalami kerusakan parah. Antara lain, dua tiang beton panjang 12 meter roboh dan patah, jaringan SUTM sepanjang 200 meter (4 gawang) roboh. Asesoris yang hancur, yakni, Isolator Tarik 12 buah, Isolator Tumpu 12 buah, Cross Arm (traves) A3 sebanyak 4 set dan Cross Arm A1 4 sebanyak Set. Material yang roboh ke badan jalan, sehingga menghambat kelancaran arus lalu lintas.

Usai menermukan sumber gangguan, Manajer PLN Rayon Ruteng, FX Suharto, mengumumkan kondisi yang terjadi yang menyebabkan listrik padam melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Manggarai. Petugas PLN juga membantu mengumumkan keliling kota Ruteng menggunakan mobil.

Setelah seluruh material pengganti sudah disiapkan, petugas PLN Rayon Ruteng dibantu beberapa tenaga dari mitra kerja AKLI dan Aklindo, memulai pekerjaan perbaikan pada hari Minggu, 26 April 2015, mulai pukul 09:00 wita, ditengah guyuran hujan deras. Pekerjaan perbaikan dihentikan pada pukul 23:00 wita berhubung kondisi hujan dan cuaca tidak memungkinkan lagi. Selain itu masih adanya longsoran tanah susulan berdekatan dengan lokasi pekerjaan.

Senin, 27 April 2015, cuaca membaik pekerjaan perbaikan dilanjutkan mulai pukul 08:00 wita. Pekerjaan pembersihan pohon yang tumbang mendapat bantuan mobil yang memiliki kerek/katrol dari PLTP Ulumbu.

Sekitar pukul 11:35 Wita, seluruh pekerjaan selesai dan suplai arus listrik dari PLTP Ulmbu Unit 1 sudah bisa dipasok tanpa masalah pada pukul 12:30 wita. Sistem Ruteng kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman. Mesin unit 2 PLTP Ulumbu secara bertahap masuk Sistem Ruteng hingga pukul 15:25, sehingga sejumlah mesin di PLTD Waso bisa dimatikan.

Manajer PLN Area Flores Bagian Barat dan Manajer PLN Rayon Ruteng, FX Suharto, menyampaikan permohonan maaf atas padamnya listrik di sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai akibat putusnya Jaringan Express Fedeer yang menghubungkan PLTP Ulumbu dan PLTD Waso Ruteng,

Untuk diketahui, suplai listrik di Kota Ruteng dan sekitarnya dipasok dari dari dua sumber, yakni PLTD Waso dan PLTP Ulumbu. Total daya mampu yang diproduksi berkisar 7-8 MW. Pemakaian listrik tertingga pada malam hari atau beban puncak malam hari paling tinggi 7,5 MW. Sedangkan beban tertinggi pada siang hari sebesar 3,7 MW yang dipikul oleh PLTP Ulumbu, ditambah satu mesin diesel kapasitas 600 kW.

“Ini kronologi yang harus kami jelaskan agar masyarakat di Manggarai dapat mengetahu kondisi yang sesungguhnya,” kata Paul Bola. (Oni)

Polres Manggarai Layani SIM Keliling

Next Story »

Lagi, Danau Kelimutu Berubah Warna

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *