Tidak Ada SMP yang Selenggarakan UN Online

KUPANG. FBC - Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun ini di seluruh provinsi NTT, tidak ada satu sekolah yang menyelenggarakan UN dengan sistem online atau computer based test (CBT).

Kadis P dan K NTT, Sinun Manuk Petrus

Kadis P dan K NTT, Sinun Manuk Petrus

“Tidak ada satu pun sekolah lanjutan tingkat pertama di seluruh NTT yang bisa menyelenggarakan UN secara online. Semuanya menyelenggarakan UN secara manual sebagaimana yang berlaku selama ini. Hal tersebut karena keterbatasan sarana dan fasilitas yang ada di semua sekolah penyelenggara UN,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk.

Manuk yang dihubungi di Kupang, Senin, 20 April 2015 mengatakan, kalau SMA dan SMK saja hanya satu sekolah, maka untuk UN tingkat SMP yang segera digelar awal Mei mendatang tidak ada satupun sekolah yang bisa menyelenggarakan UN secara online. Hal ini semata-mata karena keterbatasan sarana dan prasarana.

Terkait pelaksanaan UN tingkat SLTP tahun ini, Manuk menjelaskan, sesuai jadwal dan koordinasi yang dilakukan dengan pihak percetakan, naskah UN SMP, MTs dan kesetaraan paket B di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai tiba di Kupang, Senin, 20 April 2015.

“Naskah UN SMP sudah tiba Kupang dan segera kita distribusikan ke kabupaten/kota bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dan PT ASDP Ferri Indonesia Cabang Kupang,” kata Petrus Manuk di Kupang, Senin, 20 April 2015.

Dia menjelaskan, naskah UN tiba di Kupang dalam beberapa kontainer itu dititipkan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang. Setelah semua naskah tiba di Kupang, dokumen yang ada dibongkar untuk menghitung jumlah amplop yang ada dalam masing- masing dos. Jika terdapat kekurangan jumlah amplop, langsung dimintakan ke rekanan pemenang tender untuk menggenapinya.

“Kita hanya hitung jumlah amplop tanpa membukanya karena semua amplop yang ada merupakan dokumen negara dalam keadaan tersegel,” katanya.

Petrus memastikan tidak ada naskah atau soal UN SMP yang bocor. Pengalaman pada UN SMA dan SMK lalu menjadi acuan dalam melakukan pengamanan terhadap semua naskah UN yang ada. Apalagi, selama berada di SPN Kupang, semua dokumen negara yang ada mendapat pengamanan dari aparat kepolisian.

Tidak hanya itu, pendistribusian dari Kupang ke semua kabupaten dan kota pun, tetap mendapat pengawalan dari aparat polisi. “Tugas kita adalah mendistribusikan naskah hingga ibu kota kabupaten dan kota, sedangkan ke sekolah- sekolah penyelenggara menjadi tanggungan masing- masing pemerintah kabupaten dan kota,” terangnya.

Terkait pendistribusian ke kabupaten dan kota, dia menjelaskan, panitia UN provinsi bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dan PT ASDP Ferri Indonesia Cabang Kupang. Pendistribusian ke pulau- pulau seperti Flores, Lembata, Alor, Sumba, Rote, dan Sabu, disesuaikan dengan waktu pelayaran kapal ferry ke pulau- pulau tersebut.

Pada prinsipnya, paparnya, pendistribusian tidak akan terlambat sehingga pengiriman naskah ke sekolah- sekolah penyelenggara pun tepat waktu.

Jumlah siswa peserta UN tingkat SMP/MTs sebanyak 95. 682 siswa yang tersebar di 1. 445 sekolah penyelenggara. Sedangkan siswa peserta UN dari jalur paket B sebanyak 3. 901 siswa. (Oni)

Konjen Amerika Jaring Aspirasi dari Wartawan

Next Story »

Rumor Jaringan Teroris di NTT Sudah Terbukti

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *