Tetap Dibangun Hotel di Pantai Pede

KUPANG. FBC- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya menegaskan, pemerintah provinsi akan terus melanjutkan kerjasama dengan pihak ketiga untuk pembangunan Hotel di Pantai Pede, desa Gorontalo, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat.

“Kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal ini PT Sarana Investama Manggabar (SIM) untuk pembangunan hotel di lahan milik pemerintah provinsi NTT itu tetap dilanjutkan. Kita memahami penolakan sebagian warga di Manggarai Barat, namun kita tetap melanjutkan ini karena dampak dari pembangunan ini lebih banyak akan dnikmati oleh pemerintah dan warga kabupaten Manggarai Barat,” demikian penegasan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam Rapat Kerja (Raker) Gubernur dan DPRD NTT di Kupang, Selasa, 215 April 2015.

Pantai Pede Manggarai Barat. (Foto : Dokumentasi FBC)

Pantai Pede Manggarai Barat. (Foto : Dokumentasi FBC)

Dalam Raker itu Gubernur menjelaskan, tanah milik pemerintah Provinsi NTT di Pantai Pede itu terdiri dari dua bidang. Tanah itu diperoleh dari cara hibah dari Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Direktorat Jenderal Pariwisata wilayah Provinsi NTT tahun 1999, sesuai sertifikat Hak Pakai Nomor 10 Tahun 1989 seluas 157.286 meter persegi dan sertifikat nomor 11 Tahun 1989 seluas 14.384 meter persegi. Dengan demikian total lahan milik pemerintah provinsi NTT di Pantai Pede itu sebesar 31.671 meter persegi atau 4,1671 ha.

Gubernur lebih lanjut menjelaskan, pada tahun 2012 atas kedua sertifikat tersebut telah diproses balik nama dengan nama pemegang hak Pemerintah Provins NTT dengan sertifikat Nomor Hak Pakai Nomor 3 dan 4 tahun 2012. Kemudian pemerintah provinsi NTT telah menusulkan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI untuk proses HPL.

Pada tahun 2014 lanjutnya, atas dua bidang tanah tersebut dikerjasamakan dengan PT Sarana Investama Manggabar untuk pembangunan Hotel, perdagangan dan hiburan masyarakat dengan pola Bangun Guna Serah (BGS) selama 25 tahun sesuai perjanjian kerjasama Nomor HK.530 tahun 2014 dan nomor 03/SIM/Dirut/V tanggal 23 Mei 2014.

Gubernur mengakui, ada penolakan dari sebagian masyarakat Manggarai Barat terkait hal itu, namun dia menegaskan, rencana yang telah disepakati dalam kerjasama dengan investor itu akan tetap dilaksanakan. Pasalnya, manfaat besar akan dinikmati oleh masyarakat dan pemerintah setempat, sementara pemerintah provinis hanya mendapatkan pemasukan dan biaya Gangun Guna Serah tersebut.

Kemudian Lebu Raya menguarikan manfaat yang akan diterima dari investasi tersebut yakni, akan tersedianya hotel yang representatif dengan kawasan yang tertata maka Pantai Pede menjadi salah satu branding internasional menuju kota pariwisata dunia.

Dari aspek pendapatan, keberadaan hotel yang representatif itu, akan menghidupkan sektor riil dalam hal ini perikanan, pertanian, peternakan, perindustrian dan perdagangan sektor jasa. Dari aspek Ekonomi, aka ada penerimaan pajak daerah berupa pajak hotel dan restoran, pajak penerangan jalan, pajak hiburan dan retribusi parkir.

Selain itu kata Lebu Raya, bagi masyarakat, akan ada penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi atas keberadaan hotel yang representatif itu dirasakan nilai tambahnya oleh pemerintah kabupaten dan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, terutama masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya, sementara pemerintah provinsi hanya akan mendapatkan kontribusi dari biaya pemanfaatan lahan saja.

Gubernur diakhir penjelasannya mengatakan, dalam perkembangan pelaksanaan kerjasama dengan PT SIM tersebut. Kelompok masyarakat/Lembaga menolak kelanjutan kerjasama dengan aktivitas pengembangannya. Namun pemerintah provinsi tetap akan melanjutkan kerjasama tersebut untuk meningkatkan daya saing daerah melalui pembangunan kepariwisataan.

“Pihak PT SIM telah mengajukan izin pembangunan hotel kepada pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, namun belum terjawab. Karena itu beradasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah mengambil alih pemberian izin yang menjadi kewenangan Bupati/Walikota,” tegas Lebu Raya. (Oni)

Segera Digelar Pertemuan Selesaikan Masalah Batas Matim-Ngada

Next Story »

Orang Tua Azizah KDI Ikut Nonton Bareng Bersama Ribuan Warga Maumere

One Comment

  1. rakyat kecil
    April 22, 2015

    hotel di bangun fee ke kantong pejabat setempat mengalir

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *