Terkendala Sarana dan Prasarana, Kantor Perpustakaan Sikka Hindari Promosi

MAUMERE, FBC - Kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka belum berani melakukan promosi guna menjaring pengunjung perpustakaan. Hal ini disebabkan masih terkendala sarana dan prasarana yang dimiliki. Bila terjadi over pengunjung maka ditakutkan akan menimbulkan citra buruk sehingga bisa terjadi over simpatik.

Para pengunjung Perpustakaan di kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Para pengunjung Perpustakaan di kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Kendati demikian, tanpa melakukan promosi pun, jumlah pengunjung perpustakaan yang ada di kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka dalam tiga tahun belakangan mengalami peningkatan yang siginifikan. Peningkatan jumlah pengunjung lebih karena mendapat informasi dari saudara, teman sekolah maupun kampus yang sudah terlebih dahulu menikmati fasilitas gratis yang disediakan.

Hal ini disampaikan Drs. Anicetus da Rato,Msi , Kepala kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka kepada FBC yang menemuinya, Senin ( 27/04/2015). Dikatakan Anis, saat ini saja masyarakat pengguna internet yang memanfaatkan fasilitas wifi gratis di kantornya. Saat sore hingga malam hari banyak yang duduk di lantai saat berinternet.

Kepala kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka, Drs, Anicetus da Rato.Msi.  ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Kepala kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka, Drs, Anicetus da Rato.Msi. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

“ Tantangan terbesar saya, pola pembinaan perpustakaan di kabupaten ini ditempatkan sebagai kantor, sehingga pertama saya merubah jam kerja karyawan. Jam kerja harus disesuaikan dengan jam baca sehingga kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan itu sendiri,“ ujarnya.

Ditambahkan Anis, jam kerja karyawan dibagi sistem shift dimana 3 orang pegawai harus masuk jam 2 siang hingga jam 9 malam. Hal ini bebernya, membuat jumlah kunjungan dari tahun 2012 sebanyak 8.514 orang meningkat menjadi 9.241 ditahun 2013 dan 14.722 tahun 2014.

Bertambahnya jumlah kunjungan juga disebabkan keberadaan wifi yang dimiliki kantornya. Anis menyayangkan kapasitas wifi masih sangat rendah sehingga bila jumlah pemakai tinggi loadingnya lama karena bandwitnya rendah.

Sebelum pihaknya memiliki bangunan perpustakaan yang sesuai standar umum yang berlaku di seluruh dunia seperti tersedianya ruang baca yang memadai, ada ruangan khusus meletakan buku dan lainnya, kata Anis,  pihaknya masih menahan diri dalam menjaring jumlah pengunjung.

Anis mengatakan, dirinya pun  hanya berusaha menambah jumlah judul buku meski hanya terbatas sebab harus disesuaikan dengan kondisi tempat yang tersedia. Menurutnya, saat ini perpustkaan di kantornya memiliki 13.891 eksemplar buku dengan 5.931 judul.

Maria Yuliani Sanga ( kiri ) dan Marianan Wilhelmina mahasiswi Unipa Maumere sedang membaca di perpustakaan yang berada di kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Maria Yuliani Sanga (kiri) dan Marianan Wilhelmina mahasiswi Unipa Maumere sedang membaca di perpustakaan yang berada di kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka. (Foto : FBC/ Ebed de Rosary)

“ Variasi buku sangat perlu guna menambah khazanah pengetahuan dan itu saya sadari betul tapi dukungan sarana dan pra sarana menjadi kendala bagi saya dalam menata perpustakaan daerah ini “ ungkapnya.

Merubah Mindset

Animo masyarakat Sikka dalam membaca tutur Anis masih sangat rendah tetapi perpustakaan yang dikelolanya lebih memberikan ruang alternatif bagi mahasiswa dan para pelajar dalam melakukan penelitian serta memberikan referensi bagi pelajar dan mahasiswa dalam mengerjakan tugas sekolah atau kampus.

Tugas terberatnya sebut Anis dirinya harus merubah mindset karyawannya, teman – teman di dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Sikka dan satuan kerja perangkat daerah ( SKPD) lain serta Badan perencanaan pembangunan dan penanaman modal daerah (Bappeda) bahwa membangun sebuah perpustakaan mencerdaskan bangsa.

Pegawai kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka sedang membimbing pengunjung perpustakaan memasukan data diri di komputer untuk dibuatkan kartu anggota perpustakaan.( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Pegawai kantor Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sikka sedang membimbing pengunjung perpustakaan memasukan data diri di komputer untuk dibuatkan kartu anggota perpustakaan.( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Anis juga sangat bangga denga stafnya sebab apa yang ia sampaikan mampu diterjemahkan dan dilaksanakan secara baik oleh karyawanya. Perubahan jam kunjungan dan meningkatnya jumlah kunjugan itu sebut Anis,  karena karyawannya sadar bahwa apa yang diarahkan dan diinginkannya merupakan sesuatu yang baik.

Kemandirian karyawan dalam mengelola kerja diakui Anis. Menurut Anis,  para karyawannya begitu tertib melaksanakan tugas hingga malam hari. Anis juga selalu menyampaikan bahwa bekerja harus dengan hati dan jujur karena itu merupakan tanggung jawab moral kita kepada masyarakat dan daerah ini.

“ Orang sangat membutuhkan perpustakaan yang bisa menyediakan bacaan secara gratis dan bisa membantu anak-anak kita yang orang tuanya tidak mampu membeli buku. Kami pun akan membuat kartu anggota digital bagi pengunjung perpustakaan,“ tegasnya.

Maria Yuliani Singa ( 23 ) mahasiswi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere yang ditemui FBC di lokasi perpustakaan Senin (27/04/2015 ) mengatakan, dirinya mendatangi perpustakaan ini sebab mendapat informasi dari teman kuliahnya.Dirinya baru mau mendaftarkan diri menjadi anggota sekalian cari buku. Jika ada waktu luang sebut Maria dirinya sering ke perpustakaan untuk membaca.

Hal senada juga disampaikan Mariana Wilhelmina (23). Menurut Mariana, karena sering lewat depan kantor perpustakaan dan bertanya di teman kampus dirinya mendatangi perpustakaan. Mariana menyebutkan, perpustakaan ini memiliki banyak buku dan. Dirinya mendatangi perpustakaan sebab selalu mencari referensi untuk bahan kuliah, Jika harus membeli, dirinya tidak mampu sebab orang tuanya bekerja sebagai petani.

“ Tempatnya bersih, buku-bukunya juga banyak dan lengkap, tapi kami agak kesulitan untuk mencarinya . Kalau bisa judul bukunya diperbanyak dan tempatnya harus lebih luas sehingga lebih nyaman dan tidak bising karena dekat dengan jalan raya “ pinta Mariana. (ebd )

Operasi Gratis, Orang Tua Merasa Terbantu

Next Story »

Bangunan SD Memprihatinkan, Satu Kursi Diduduki Dua Murid

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *