Syahbandar Larantuka Perketat Pemeriksaan Kapal Motor yang Ikut Prosesi Laut

LARANTUKA, FBC - Pengunjung dan peziarah prosesi laut menghantar patung  Yesus Wafat di Salib yang rutin digelar setahun sekali saat Jumad Agung tahun ini (2015) dipastikan menurun drastis, akibat adanya pengetatan yang dilakukan oleh panitia dalam hal ini kantor Syahbandar Larantuka bersama Polres Flores Timur.

Pos pengamanan di pelabuhan Laratuka, bukan Tobilota sesuai nama yang tertera di spanduk. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Pos pengamanan di pelabuhan Laratuka, bukan Tobilota sesuai nama yang tertera di spanduk. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Hal ini disampaikan kepala kantor Syahbandar Larantuka, Pariman kepada FBC yang menemuinya, Rabu ( 01/04/2015 ). Dikatakan Pariman, dari beberapa titik atau tempat pendaftaran yang sudah dibuka sejak minggu lalu, saat ini sudah tercatat 5o kapal motor yang akan mengikuti ritual ini.

“ Sampai hari ini ( Rabu, 1 April 2015 ) sudah 50 kapal motor yang mendaftar.Kami akan mengecek besar kecilnya kapal,layak atau tidak dan kapasitas penumpang,Sebelum berangkat kami juga akan meminta nahkoda menyerahkan data penumpang seperti nama,umur, jenis kelamin ada alamatnya “ ujarnya.

Para nahkoda dan penumpang kata Pariman akan dicek terlebih dahulu apakah berada di bawah pengaruh alkohol atau tidak.Selain itu tambahnya, kapal motor yang jadi peserta akan diberi bendera kuning.Para peziarah yang akan mengikuti prosesi laut jelas Pariman hanya boleh menaiki kapal motor di 6 titik pemberangkatan yang sudah ditentukan yakni Pelabuhan feri Waibalun, pelabuhan Larantuka dan pante Palo.

Sementara untuk peziarah dari Adonara ungkap Pariman diwajibkan menaiki kapal motor di titik pemberangkatan di dermaga Tobilota,Wailebe dan Tanah Merah.Kapal motor yang tidak terdaftar sebelumnya dan bertolak dari titik pemberangkatn di luar dari ketentuan dilarang mengikuti ritual prosesi laut.

“ Para nahkoda atau pemilik kapal sudah kita berikan sosialisasi terkait keamanan di laut.Kami akan melakukan sistem pengawasan moble,syahbandar bersama pihak terkait akan melakukan pengawasan dengan mempergunakan perahu motor yang ada “ terangnya.

Dua Pengamanan

Kapolres Flotim, AKBP Dewa Putu Gede Artha yang ditemui FBC di pelabuhan Larantuka mengatakan,untuk pengamanan perayaan Semana Santa tahun 2015 pihaknya sudah melaksanakan operasi  Semana Santa yang sudah digelar mulai 23 Maret sampai 06 April 2015.Operasi ini sebut Kapolres Dewa, melibatkan 225 personil kepolisian, 100 aparat TNI AD, 100 anggota Satpol PP serta Basarnas NTT,OMK Katedral Larntuka, pemuda Hindu,Protestan dan remaja Masjid.

Kapal peziarah yang kelebihan muatan saat prosesi laut yang menelan korban jiwa tahun 2014.( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Kapal peziarah yang kelebihan muatan saat prosesi laut yang menelan korban jiwa tahun 2014.( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

“ Ada dua pengamanan, pengamanan prosesi laut pos induknya di pelabuhan sementara prosesi darat berada di dekat gereja Katedral “ terangnya.

Kapolres Dewa menghimbau agar masyarakat sebagai penumpang maupun pengemudi mengikuti nasihat, arahan dan petunjuk yang sudah disampaikan pihak keamanan.

Hasil pemantauan FBC di beberapa tenda posko baik yang ada di pelabuhan Larantuka maupun di samping patung Herman Fernandez, tenda – tenda tersebut belum ditempati personil keamanan hingga Rabu, ( 01/04/15 ). Aparat kepolisian hanya terlihat di beberapa tenda kecil yang jadi pos pengamanan di Sandominggo, samping gereja Katedral dan depan pelabuhan Larantuka.Pengamanan hanya bersifat standard tanpa ada pemeriksaan dan pengawasan ketat terhadap kendaraan yang melintas maupun penumpang yang tiba di pelabuhan feri dan pelabuhan Larantuka.( ebd )

Semana Santa Tinggal Menghitung Hari

Next Story »

Semana Santa, Tim Gegana Polda NTT Lakukan Penyisiran Kapela

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *