Siswi SMATER Wakili NTT dalam Lomba OSN Tingkat Nasional

MAUMERE, FBC – Elisabet Bonaventura (16 ), sisiwi Sekolah Manengah Atas Katolik ( SMAK ) Frateran, Maumere terpilih mewakili propinsi NTT pada Olimpiade Sains Nasional ( OSN ) tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta 18 hingga 21 Mei 2015. Kegiatan OSN ini merupakan perlombaan tahunan yang diikuti seluruh sisiwa – siswi SMA seluruh Indonesia.

Wilfrid Metom, SE, guru bidang studi Ekonomi di SMAK Frateran Maumere kepada FBC yang menemuinya, Kamis ( 09/04/2015) mengatakan tahun ini ( 2015 ) dari 13 siswa-siswi yang diikutsertakan mengikuti perlombaan di tingkat propinsi NTT yang diadakan di Kupang, hanya satu siswi saja yang lolos ke tingkat nasional.

Elisabet Bonaventura, sisiwi SMAK Frateran Maumere yang akan mewakili NTT dalam OSN Tingkat Nasional. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Elisabet Bonaventura, sisiwi SMAK Frateran Maumere yang akan mewakili NTT dalam OSN Tingkat Nasional. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

“ Dari 13 orang yang kami kirim yakni 6 orang juara satu dan 7 orang juara dua di tingkat kabupaten, hanya satu orang yang berhak mewakili NTT berlomba di tingkat nasional untuk bidang studi Ekonomi, “ ujarnya.

Ditambahkan Wilfrid, SMAK Frateran mengirimkan wakil terbanyak dari 15 siswa-siswi yang ikut berlomba di tingkat propinsi mewakili NTT. Untuk biaya, kata Wilfrid, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ( PPO ) kabupaten Sikka hanya menanggung juara satu saja, tetapi pihak sekolah bersama wali murid sepakat menanggung biaya bersama untuk 7 peserta lainnya yang mendapat juara dua tingkat kabupaten.

Elisabet Bonaventura  kepada FBC di saat bersamaan mengatakan, pada perlombaan di tingkat kabupaten, semua SMA di kabupaten Sikka masing-masing mengirimkan 3 orang wakilnya. Setelah itu, sambung Elisabet, peringkat satu dan dua bisa mengikuti lomba di tingkat propinsi hingga terpilih satu orang menjadi wakil propinsi.

Sebelum berlomba di tingkat kabupaten, sekolah memberikan bimbingan khusus dengan mendatangkan pembimbing dari luar sekolah. Sementara itu, perlombaan di tingkat propinsi ungkapnya, mereka terlebih dahulu dibina selama seminggu di Tarakan, Kalimantan.

“ Kami sebelumnya juga sudah mendapat pembinaan di sekolah. Materi yang kami dapat waktu pelatihan di Maumere, dibahas lagi di Tarakan  secara terperinci. Persiapan saya selain membaca juga mempersiapkan diri seperti mental dan fisik,“ paparnya.

Karya Ilmiah

Wilfrid yang diserahi tugas sebagai guru pembimbing Elisabet, menyebutkan, setiap peserta diwajibkan membuat karya ilmiah mengenai ekonomi kreatif, tulisan tentang usaha kecil, mikro dan manengah di daerah masing-masing dan akan dipresentasikan di hadapan para juri.

Untuk mempersiapkan ke tingkat nasional bebernya, sekolah akan memberikan bimbingan lagi selama dua minggu dengan bekerja sama dengan pihak luar, sebab dalam lomba tersebut sambungnya, peserta bukan hanya menjawab pertanyaan secara tertulis saja tapi juga memaparkan karya ilmiah.

Sebenarnya Wilfrid menginginkan karya ilmiah yang akan dibuat memaparkan mengenai pembuatan Moke ( Arak ) tetapi banyak teman – teman gurunya tidak menyetujui karena usaha ini katanya informal. Tapi jika dilihat, sebutnya, dampak ekonominya besar dimana dengan menjual Moke mereka bisa menyekolahkan anak – anak mereka hingga perguruan tinggi dan bisa menjadi orang sukses.

“Kami masih mencari tulisan lain yang bisa dipresentasikan sekaligus memperkenalkan budaya kabupaten Sikka,” jelas Wilfrid

Elisabet mengharapkan dalam perlobaan ini dirinya bisa mengangkat industri lokal agar bisa dikenal di tingkat nasional.

“ Harapan saya dengan mengikuti lomba ini, saya dapat mengangkat industri lokal agar bisa dikenal di tingkat nasional “ pungkas Elisabet mengakiri obrolan. (ebd)

Pater Bruno, Ibu dan Kampung Halaman

Next Story »

Pelayanan Tidak Maksimal, Anggota DPRD Ende Marahi Direktur BPJS

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *