Semana Santa, Warga Laksanakan Tikam Turo Serentak

Warga kelurahan Balela sedang membuat Turo saat kegiatan Tikam Turo. (Foto : FBC/Ebed de Rosary)

Warga kelurahan Balela sedang membuat Turo saat kegiatan Tikam Turo. (Foto : FBC/Ebed de Rosary)

LARANTUKA, FBC - Menyongsong prosesi Jumad Agung, ratusan warga kota Larantuka, khususnya kelurahan Postoh hingga Larantuka Rabu ( 01/04/2015 )melaksanakan ritual Tikam Turo. Ritual yang beberapa tahun terkahir di ruabh ke hari Rabu dari sebelumnya hari Kamis Putih ini dikoordinir Tuan Mardomu  di kelurahan dan Armida masing – masing.

Paulus Taran Pira (59) warga kelurahan Balela yang ditemui FBC, Rabu ( 01/04/15 ) di lokasi Tikam Turo kelurahan Balela mengatakan, Tikam Turo artinya membuat Turo ( pagar yang akan dipakai untuk mengikat lilin ) yang akan dipakai saat Prosesi Jumad Agung.

Sekitar 10 tahun belakangan, jelas Paulus, Tikam Turo dilaksanakan hari Rabu sebab hari Kamis banyak kegiatan yang akan dilaksanakan di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.

“ Tikam Turo artinya menacapkan kayu Kukung di tanah sebagai tempat untuk mengikat  Lante ( bilah bambu ) seperti membuat pagar .Lilin saat pelaksanaan prosesi Jumad Agung akan diikat di bilah bambu tersebut,“ ujarnya.

Dominikus da costa ( kiri ) dan Yohanes Buang da Silva, tokoh adat di kelurahan Balel yang bertugas mengkordinir pembuatan Turo dan Armida.( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Dominikus da costa ( kiri ) dan Yohanes Buang da Silva, tokoh adat di kelurahan Balel yang bertugas mengkordinir pembuatan Turo dan Armida.( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Dominikus da Costa (76) dan Yohanes Buang da Silva (76) perwakilan dari 4 suku yang ada di Armida Amu Tuan Mesias Anak Allah di kelurahan Balela yang ditemui FBC di kapela Santo Philipus Balela mengatakan, di Armida Amu Tuan Mesias Anak Allah terdapat 4 suku yang memegang peranan yakni suku Ama Koten, Ama kelen, Ama Hurint dan Ama Maran.

Perwakilan dari keempat suku ini sebut Dominikus, bertugas mengontrol kegiatan Tikam Turo dan pembuatan Armida.Tuan Mardomu terang Dominikus, berkewajiban  mempersiapkan segala perlengkapan untuk membuat Turo dan Armida serta menyiapkan makanan dan minuman untuk masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini.

“ Kalau di kelurahan Balela, kayu untukTuro ( kayu Kukong ) disiapkan oleh setiap keluarga yang ada di dalam kelurahan sementara Tuan Mardomu hanya menyiapkan bilah bambu, tali dan lilin,“  ungkap Dominikus.

Yohanes menambahkan, sejak pagi Tuan Mardomu menyiapkan kendaraan dan mengkordinir masyarakat untuk mengambil bilah bambu di tempat Tuan Mardomu untuk dibawa ke dua jalan yakni jalan bawah dan jalan tengah yang jadi rute prosesi.Setelah selesai Tikam Turo tambahnya, Tuan Mardomu menyuguhkan makanan dan minuman ala kadarnya bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan ini.

Terang Jalan

Romo Yos Lela Diaz,Pr dalam bukunya Devosi dan Tradisi di kapela Tuan Meninu menjelaskan,makna teologi dari Tikam Turo yakni buka jalan, siapkan jalan ke pekuburan Yesus. Jalan untuk mengarahkan Yesus dari salib ke kuburNya.Jika Yohanes Pembaptis dulu menyiapkan jalan yang lurus dan rata untuk kedatangan Yesus, jelas Romo Yos, dengan Tikam Turo ini, kita menyiapkan jalan kembalinya Yesus.Jalan ini adalah jalan ke alam kematian.Maka itu ia harus terang dan bersinar.

Selain itu terang romo Yos, pelita tidak boleh diletakan di bawah gantang melainkan harus di atas kaki supaya bisa menerangi ruangan.Begitupun lilin,tambahnya, harus diikat di atas perangkat Turo supaya bisa menerangi jalannya prosesi pemakaman ini.

Dengan “ Pasang Turo “ menyiapkan jalan kembalinya Yesus ini, kita juga diingatkan menyiapkan jalan kembali kita masing – masing.Melakukan banyak perbuatan baik supaya jalan kembali kita pun terang benderang seperti yang kita lakukan untuk jalan kembali Yesus ini.

Disaksikan FBC di kelurahan Balela, sejak pukul 06.00 wita, beberapa pemuda dan orang tua terlihat mendatangi rumah bapak Petrus Pedo Beke guna mengambil bilah bambu dan tali Gebang (dari daun Lontar yang dikeringkan ) dan meletakannya di dua ruasa jalan yang menjadi rute prosesi.

Masyarakat membawa kayu untuk tiang (kayu Kukong) dari rumah masing-masing dan meletakannya di ruas jalan.Kegiatan Tikam Turo mulai dilaksanakan jam 07.00 wita dan berakhir sekitar pukul 09.00 wita.Sepanjang rute prosesi di 5 kelurahan yang dilewati FBC, semua kegiatan Tikam Turo sudah berakhir sejak pukul 09.00 wita.( ebd )

Mang Tewas Tersengat Arus Listrik

Next Story »

Sambut Paskah, Umat Muslim Ikut Bersihkan Gereja

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *