Semana Santa, Rabu Trewa Tandai Hari-hari Tenang di Pekan Suci

LARANTUKA, FBC: Hari Rabu 1 April 2015, tepat pukul 18.00 WITA, semua gereja dan kapela di kota Larantuka yang menjadi pusat ziarah di Jumad Agung tahun ini pada pekan Semana Santa memulai Ibadat Lamentasi hari pertama. Dalam tradisi Gereja Katolik dikenal dengan nama Rabu Treva atau Rabu trewa. Itulah hari Rabu sebelum Kamis Putih dan Jumad Agung.

Gereja dan Kapela  di kota Larantuka yang melangsungkan ibadat Lamentasi serentak pada jam yang sama adalah Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, gereja San Juan Lebao, gereja St. Ignasius Waibalun, Kapela Susteran SSpS Balela dan kapela Pohon Bao.  Juga berlangsung doa di kapela Tuan Ma dan kapela Tuan Ana. Di paroki San Juan Lebao dan St. Ignasius Waibalun berlangsung doa serupa di kapela Miserecordia Pantai Besar dan kapela Tuan Menino.

Warga kelurahan Balela sedang membuat Turo saat kegiatan Tikam Turo. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Warga kelurahan Balela sedang membuat Turo saat kegiatan Tikam Turo. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Agenda kegiatan di hari Rabu yang dikeluarkan panitia Semana Santa mengumumkan bahwa pada Rabu 1 April 2015 berlangsung sejumlah kegiatan menandai Pekan Semana Santa di Larantuka. Hari itu mulai diberlakukan penutupan jalur jalan raya selama sehari. Hal ini agar memudahkan kegiatan Tikam Turo (pemancangan tiang lilin) sepanjang jalur prosesi Jumad Agung, pembangunan armada, Tikam Turo Mardomu di pintu kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, Mengaji Tuab Mardomu Pintu Tuan Ma dan Tuan Ana, prosesi Rabu Trewa dan Lamentasi.

Pantauan FBC pada Rabu sore, Lamentasi hari pertama di Pekan Suci tahun ini berlangsung di gereja-gerreja dan kapela-kapela sesuai jadwal dikawal sangat ketat oleh aparat dari Polres Flores Timur dan dari Satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Flores Timur.

Usai Lamentasi, dibunyikan tanda-tanda keributan di lorong-lorong kota tanda hari perkabungan sudah dimulai. Dalam tradisi ini, berbagai bunyian dan kegiatan rumah tangga dihentikan. Berbagai persiapan makanan, persediaan air bersih dan lain sebagainya untuk konsumsi rumah tangga telah dilakukan sebelum hari Rabu ini. Ketika tanda perkabungan ini dibunyikan, semua kegiatan rumah tangga maupun lingkungan yang berakibat pada kegaduhan dihentikan.

Pantauan FBC di depan salah satu kapela di Larantuka, usai Lamentasi, anak-anak dan remaja menciptakan kegaduhan di jalan depan kapela itu sambil meneriakan “Treva”, yang langsung dimaknai oleh seluruh umat bahwa tanda perkabungan telah dimulai. Pada masa ini, lonceng gereja maupun lonceng altar dalam perayaan ekaristi  juga tidak dibunyikan.

Perkabungan yang dimulai pada Rabu Treva ini akan berlangsung sepanjang Kamis Putih dan Jumad Agung. Memasuki Sabtu dan Minggu Paskah, tanda perkabungan ini berakhir karena Kristus telah bangkit. *** (Melky Koli Baran)

Menuju Pilkada Lembata 2017, Partai Gerindra Buka Ruang untuk Yentji Sunur

Next Story »

Semana Santa Tinggal Menghitung Hari

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *