Segera Dibangun BLK untuk TKW di NTT

Menteri Yohana Ketika berbicara dalam sarasehan di Kupang, Senin, 6 April 2015. (Foto: FBC- Bonne Pukan)

Menteri Yohana Ketika berbicara dalam sarasehan di Kupang, Senin, 6 April 2015. (Foto: FBC- Bonne Pukan)

KUPANG. FBC- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise mengatakan, kementerian yang dipimpinnya akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) bagi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan BLK TKW itu akan dilakukan bekerja sama dengan Tahir Foundation.

“Tujuan pembangunan Balai Latihan Kerja tersebut adalah untuk menekan angka human trafficking (perdagangan manusia) di NTT yang masuk dalam uruan lima besar di Indonesia. Masalah human trafficking di NTT sudah pada tingkat mencemaskan, karena itu perlu ditangani. Penanganan bisa dilakukan melalui BLK tersebut sehingga TKW kita yang keluar memiliki keahlian tertentu dan diurus sesuai jalur yang benar,” kata Menteri di Kupang, Selasa, 07 April 2015.

Menteri juga menjelaskan, selain NTT balai serupa akan dibangun di Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Tmur (Jatim).Kelima daerah ini sangat tinggi kasus human trafficking nya setiap tahun, sehingga mendapat serius pemerintah.

Yohana juga meminta pemerintah daerah untuk lebih serius memecahkan persoalan human trafficking karena banyak perempuan muda dan anak dibawah umur diberlakukan secara tidak adil. Anaka-anak perempuan memang sangat rentan terhadap masalah perdagangan manusia ini.
“Saya mengharapkan pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap masalah tersebut karena sudah menjadi persoalan nasional. Masalah ini tidak boleh dibiarkan belarut-larut, karena menyangkut hidup dan harga diri manusia,” tegasnya.

Selain masalah human trafficking, sambungnya, hal yang menjadi perhatian pemerintah dewasa ini adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pemicu masalah ini adalah masih kuatnya budaya patriaki, yang menomorduakan peran perempuan.

Dikatakannya, secara mondial masalah KDRT tidak hanya terjadi di satu atau dua Negara. Itulah sebabnya, secara internasional hampir semua negara bertekad agar masalah kesetaraan gender harus bisa tuntas dan ditegakkan di tahun 2030 mendatang.

Menteri asal Papua itu juga menginformasikan rencana peringatan Hari Ibu tingkat nasional pada tanggal 22 Desember 2015 mendatang, akan diselenggarakan di Kupang dan akan dihadiri oleh ibu Negara sendiri. (oni)

Frans Magnis Suseno: Umat Kristiani Berikan yang Terbaik untuk NKRI

Next Story »

Pajak Restoran 10 Persen, Pengusaha Warung Makan Lembata Mengeluh

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *