Rumor Jaringan Teroris di NTT Sudah Terbukti

KUPANG. FBC - Penangkapan Syarif seorang warga Nusa Tenggara Barat yang diduga anggota jaringan teroris di Manggarai Barat, Sabtu, 18 April 2015 lalu bisa membuktikan bahwa kalau rumors tentang sudah masuknya jaringan teroris ke daerah ini ternyata benar.

“Penangkapan anggota teroris di Manggarai Barat membenarkan rumor selama ini bahwa di NTT sudah ada jaringan teroris. Oleh karena itu, semua pihak harus mewaspadainya dengan baik,” kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Gubernur NTT sedang memimpin rapat dengan Farkompinda NTT di ruang rapatnya, Senin, 20 April 2015. (Foto: FBC- Bonne Pukan)

Gubernur NTT sedang memimpin rapat dengan Farkompinda NTT di ruang rapatnya, Senin, 20 April 2015. (Foto: FBC- Bonne Pukan)

Pernyataan itu disampaikannya ketika menggelar rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi NTT di Kupang, Senin, 20 April 2015.

Menurtu Gubernur, ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan sebagai upaya preventif dan antisipatif terhadap hal tersebut antara lain harus ada sharing informasi antara unsur-unsur intelejen terkait isu-isu teroris sampai ke tingkat bawah.

Dia juga meminta agar instansi terus memperketat pengawasan di pintu masuk perbatasan terutama di wilayah Labuan Bajo dan wilayah-wilayah pesisir pantai serta terus menigkatkan pemahaman masyarakat tentang wawasan kebangsaan dan nilai-nilai luhur Pancasila.

Frans Lebu Raya juga mengatakan, secepatnya mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh pemuda lintas agama dan mahasiswa di tingkat provinsi. Sedangkan untuk pemerintah kabupaten/kota dia akan segera menggelar rapat kerja dengan para Bupati dan unsur Forkompinda yang akan digelar di Labuan Bajo.

Hal lain yang diingatkan gubernur adalah semua pihak harus bisa mencegah dan menghindari isu SARA sebagai dampak dari penangkapan ini. Menghindari perekrutan masyarakat NTT untuk menjadi anggota teroris dengan berbagai motif.

Gubernur juga mengatakan akan segera mengeluarkan instruksi Gubernur agar setiap kegiatan keagamaan didamping oleh otoritas terkait dari agama tersebut, Dan kegiatan itu hari diberitahukan kepada pimpinan daerah setempat dan pihak keamanan.

Pada kesempatan itu, Kapolda NTT yang diwakili oleh Direskrim Umum, Kombes Sam Kawengian menjelaskan kronologis penangkapan pelaku. “Sudah dua bulan Densus 88 mengamati dan memantau pelaku yang sudah berada di Manggarai Barat sejak Agustus 2014,”katanya.

Menurut Kawengian, pelaku yang bernama Syarif tersebut menikah dengan wanita dari Kecamatan Lembor Manggarai Barat 3 tahun lalu di Nusa Tenggara Barat. Setelah beberapa kali lolos dari penyergapan aparat, pelaku akhirnya berhasil ditangkap dalam bus Dwi Putra jurusan Labuan Bajo pada hari Sabtu tanggal 18 April 2015, pukul 16.30 Wita.

Selanjutnya, Kepala Badan Intelejen Daerah menegaskan bahwa daerah Manggarai Barat sebagai daerah pluralis dan terbuka membutuhkan pengawasan dan deteksi dini terhadap tumbuh kembangnya jaringan teroris. Karena itu dibutuhkan sharing informasi intelegen sampai pada tingkat Babinsa, Polsek dan Kades.

Danrem 161/Wirasakti Kupang pada kesempatan itu mengatakan dalam berbagai kesempatan dia selalu menganjurkan pentingnya pemberdayaan para ulama lokal yang lebih mengetehui karakter dalam upaya dakwah atau kegiataan keagaaman lainnya.

Sementara Kajati NTT dalam uraiannya menjelaskan bahwa penindakan dan tuntutan terhadap pelaku akan disesuaikan dengan aturan hukum agar menimbulkan efek jera.

Dia juga menyampaikan sebagai upaya pencegahan, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menjadi potensi bagi teroris seperti konflik daerah perbatasan dan human trafficking. (Oni)

Tidak Ada SMP yang Selenggarakan UN Online

Next Story »

Istri Buruh Migran Dihamili Mantan Anggota DPRD Lembata

One Comment

  1. rakyat kecil
    April 22, 2015

    nah….selama ini kan didiamkan aja oleh kepala daerah dan kepolisian …tentang keamanan di mabar…bgtu kejadian baru kelabakan…untung saja teroris nya tdk bawa bom dll…pepatah:lebih baik mencegah dari pada mengobati..

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *