Pedagang Ayam Nyaris Diadili Massa

BORONG, FBC–Bonefasius Seda, seorang pedagang ayam asal Kabupaten Nagekeo nyaris diadili masa di Jati, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (17/4/2015) sekitar pukul 7.30 Wita. Pasalnya ayam pedaging yang masuk ke wilayah Manggarai Timur tanpa dilengkapi berkas administrasi dinas terkait sebagaimana diisyaratkan aturan. Namun amukan massa berhasil diredam sesama warga dan aparat Kepolisian Sektoral (Polsek) Borong.

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, ayam berjumlah 400 ekor siap dipasrkan itu diangkut dari Boawae Nagekeo dan tiba di Borong sekitar pukul 03 dini hari. Anggota komunitas penjual ayam pedaging di Borong sempat tahan, namun sopir mobil pick up bernomor polisi DH 9077 AF tetap melajukan kendaraanya menuju Ruteng. Karena itu mereka mengejar hingga menahan pelaku di Jati.

Saat itu warga berdatangan karena suasana gaduh. Massa yang datang cukup banyak dan pelaku nyaris diadili. Warga jadi beringas karena pelaku tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Beruntung beberapa warga diantara mereka dapat meredam emosi warga lain.

Pelaku diamankan di rumah salah seorang warga. Kemudian mereka memanggil pemeritah daerah untuk menyikapi hal itu. Kepala Bidang Peternakan dari Dinas Peternakan, Herman Kodi datang ke TKP. Demikian pun aparat kepolisian Polsek Borong. Pada perinsipnya menurut jajaran pemerintah daerah memasukan ayam ke Borong tidak masalah, asalkan memenuhi standart ketentuan sebagaimana ditetapkan aturan. Yang disesalkan pemerintah. pedagang tersebut tidak memenuhi regulasi hukum yang ditetapkan.

Petugas jaga palang, Kosmas Sam menjelaskan, setelah menahan pelaku warga sekitar spontan datang. Bahkan banyak diantara massa itu adalah ibu-ibu. Selain melihat kondisi ayam mereka kesal dengan pelaku yang mendatangkan ayam ke wilayah Borong.

“Ayam pedaging yang masuk ke Matim sudah beberapa kali terjadi. Pemerintah setempat pernah menangkap dan mengamankan pelaku sambil meminta memenuhi persyaratan administrasi. Namun kuat dugaan ayam dari perusahaan yang sama dengan sopir berbeda itu tetap masuk ke wilayah Manggarai Timur. Biasanya ayam masuk menjelang dini hari sehingga luput dari pantauan petugas,” jelas” jelas Kosmas.

Menurutnya, penjaga palang di Jati terdiri dari petugas hasil hutan dab ternak. Yaitu Petrus Nangkul, Herman Hengki , Doni Nasus, Andy Gunawan. Secara rutin petugas memeriksa surat perlengkapan barang angkutan kayu dan ternak.

Kontributor FBC : Kanis Lina Bana

Hukum Mati Dua TKI, Komunitas Mantan Buruh Migran Kutuk Pemerintah Arab Saudi

Next Story »

Terduga Teroris Ditangkap di Manggarai Barat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *