Panen Raya Jagung di Pota-Matim, Produktivitas Sangat Menjanjikan

BORONG, FBC- Produktivitas tanaman jagung di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur sangat menjanjikan. Hal itu dibuktikan dengan hasil panen setiap tahun yang cendrung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Ir. Sil Djerabat menyampaikan hal itu dalam acara panen raya jagung di Pota, Kamis (9/4/2015).

Dia menjelaskan, program Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menjadikan NTT sebagai propinisi jagung dan koperasi telah ditanggapi secara positip oleh pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote, M.Si

Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote, M.Si

Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Manggarai Timur, urainya telah diadakan penangkaran bibit jagung. Seluas 60 hektare lahan yang tersebar di Kecamatan Kota Komba, Sambi Rampas dan Elar menjadi sasaran pengembangan jagung itu. Hasilnya dari 10 ton jagung komposit viretas lemuru yang dikembangkan itu menjadi 30 ton. Jagung tersebut telah disebarkan ke Manggarai Barat dan wilayah lain sekitarnya.

“Manggarai Timur menjadi daerah penangkar benih jagung untuk suplai bibit ke kabupaten lain. Produktivitas hasil panen sangat membanggakan,” tegas Djerabat.

Karena itu, tandasnya khususnya di wilayah Pota pada musim tanam September 2014 yang panenanya dilaksanakan pada Kamis 9 April 2015 ini dikembangkan jagung lemuru dengan hasil panen 7,6 ton per hektare. Produktivitas ini melebihi hasil panen tahun sebelumnya yang berkisar 5 ton per hektare. Dari 150 hektare yang dikembangkan di Pota menghasilkan sekitar 750 ton. Hasil jagung tersebut menjadi hak anggota kelompok tani yang dapat dipasarkan kepada para pedagang guna mendatangkan uang.

Ke depan, jelasnya, selain mengembangkan jagung dinas terkait juga mengembangkan padi dan palawija. Tiga jenis tanaman ini dikembangkan guna menyiapkan pangan bagi masyarakat. Target lain, papar Djerabat, Manggarai Timur menjadi lumbung pangan bagi daerah lain.

“Dukungan dana untuk kembangkan padi, jagung dan palawija terus diupayakan sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote, M.Si dalam sambutanya meminta kepada para petani untuk mencintai pertanian tanaman sawah, jagung dan palawija. Sebagaimana Pota memiliki potensi tersebut, saran Yoseph Tote, para petani diharapkan senantiasa mengembangkan tanaman jagung, padi dan palawija agar lahan yang ada bernilai, Pemerintah daerah, tegasnya, memberi bantuan dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti irigasi, dan pendampingan metode pengembangan pertanian yang lebih professional.

“Pota dipilih jadi sasaran pengembangan tanaman jagung karena potensinya. Hasil yang telah dicapai sebagai persediaan pangan untuk dipasok kepada daerah lain yang kurang berpotensi di bidang tanaman jenis ini,” katanya.

Sementara para petani mengeluh tentang pemasaran jagung hasil panen mereka. Pasalnya harga jagung cendrung merosot. Semula harga Rp 4.000 per kg menjadi Rp 2.000 per kg. Harga jual tersebut kurang menguntungan bagi para petani. Karena itu diharapkan pemerintah tidak hanya mengembangkan jagung tetapi sekaligus menyiapkan pengusaha yang siap menampung hasil panen petani.

“Kita harapkan pemerintah mendatangkan pengusaha yang membeli jagung petani dengan harga yang memuaksan,” saran Abdul, salah seorang petani jagung.

Hadir dalam kegiatan panen raya tersebut, Wakil Bupati Matim, Ande Agas, Ketua DPRD Matim Lucius Modo dan sejumlah perangkat SKPD lingkup Setda Matim.

Kontributor FBC : Kanis Lina Bana

Siswa-Siswi SMK Yohanes XXIII Maumere, Galang Dana Dukung Azizah

Next Story »

Ombudsman NTT Buka Posko Pengaduan UN dan PSB

One Comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *