Operasi Gratis, Orang Tua Merasa Terbantu

ENDE, FBC-Operasi gratis anak bibir sumbing yang difasilitasi Tim Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bekerja sama dengan Yayasan Hayandra Jakarta dan Group Media, sangat membantu orang tua anak. Operasi gratis tersebut digelar di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jalan W.J. Yohanes Ende pada Senin (27/4/2015) oleh Dokter Bedah Plastik, dr. Karina, dan Dokter  Anatesi  dr. Luis yang berasal dari Jakarta.

 Orang tua anak sedang menggendong anaknya setelah dioperasi dan diantar ke ruang anak untuk dilakukan perawatan lebih lanjut (Foto : FBC/Ian Bala)

Orang tua anak sedang menggendong anaknya setelah dioperasi dan diantar ke ruang anak untuk dilakukan perawatan lebih lanjut (Foto : FBC/Ian Bala)

Berdasarkan data yang diperoleh FBC di BLUD Ende, sebanyak sembilan anak  yang berasal dari Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende. Sembilan anak tersebut rata-rata berusia 3,3 bulan hingga usia 12 tahun.

Lambertus Ebo (35), ayah dari anak Marianus V. Ebo (5) yang berasal dari Mauponggo Kabupaten Nagekeo menceritakan, sejak anaknya masih kecil dirinya berupaya untuk melakukan operasi. Upaya itu gagal karena sangat membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Saya usaha untuk operasi bibir anak saya tapi saya tidak sanggup biayai. Saya selalu pikir kalau namanya operasi itu butuh biaya yang besar. Saya tidak sanggup itu karena saya hanya seorang petani biasa,”katanya.

Lambertus mendengar pengumuman di radio bahwa ada operasi gratis khusus untuk bibir sumbing. Mendengar kabar itu lalu ia menuju Ende dan mendaftarkan di Kodim Ende.

“Saya dapat kabar di radio lalu saya bersama istri dan anak saya menuju ke Ende lalu kami daftar di Kodim. Saya merasa terbantu karena saya berharap ini sejak anak saya masih kecil. Saya sangat berterima kasih kepada Tim NKRI dan Dokter,”Pasalnya.

dr. Karina bersama dr. Luis sedang melakukan bedah mulut sumbing anak di Ruang Operasi BLUD Ende. (Foto : FBC/Ian Bala)

dr. Karina bersama dr. Luis sedang melakukan bedah mulut sumbing anak di Ruang Operasi BLUD Ende. (Foto : FBC/Ian Bala)

Beberapa orang tua anak lainnya pun merasa terbantu dengan aksi operasi gratis tersebut. Seperti, Bonifasius Toda asal Lebijaga Kabupaten Ngada dan Yoseph Ngaga asal Watuneso Kabupaten Ende.

“Kami merasa sangat terbantu pak, karena ada operasi plastik. Kami masyarakat kecil yang kurang mampu dan berterima kasih kepada tim Ekspedisi dan dokter karena sudah bantu kami dan anak kami,”kata Yoseph yang juga diakui Bonifasius Toda.

Yoseph mengatakan keluarganya dikabarkan oleh pihak Puskesmas di Watuneso bahwa akan diadakan operasi gratis anak bibir sumbing. Ia mendatangi Kodim Ende lalu mendaftarkan anaknya.

“Dari Puskesmas yang informasi lalu saya langsung ke Kodim Ende dan daftar. Saya syukuri itu,”kata ayah dari Benediktus Wara (12) yang sudah dua kali melakukan operasi bibir sumbing.

Sementara Bonifasius Toda mengharapkan agar pihak tim Ekspedisi NKRI dan pihak Kesehatan BLUD Ende membantunya hingga anaknya sembuh. “Kami harap mereka (Tim Ekspedisi NKRI) bantu sampai anak kami sembuh. Kami hanya harapkan itu,”katanya.

Ketua Tim Kesehatan (Timkes) Ekspedisi NKRI Tahun 2015, Kapten CKM 1 Ketut Mudi Astawa, kepada FBC di BLUD Ende (27/4/2015) mengatakan gelar operasi gratis tersebut merupakan bagian dari program tim Ekspedisi NKRI pada bidang kesehatan. Sebelumnya, tim ekspedisi NKRI bekerja sama dengan Babinsa, Dinas Kesehatan dari tiga kabupaten, Media RRI dan beberapa LSM yang bergerak dibidang kesehatan untuk melakukan pendataan dan menginformasikan akan diadakan operasi bibir sumbing di BLUD Ende.

“Ini bagian dari program kami. Kami sudah memberikan berita ini kepada seluruh masyarakat bahwa akan dilakukan operasi gratis. Dalam pengabdian masyarakat, salah satunya adalah pengobatan gratis. Kami kerja sama dengan yayasan Hayandra dan Media Group dari Jakarta dan mereka sebagai pelaksana. Kami sebagai fasilitator,”ujar Ketut Mudi.

Ia mengatakan dari 12 anak yang telah terdaftar, yang operasi sebanyak 9 anak yang berasal dari tiga Kabupaten. Operasi bibir sumbing tersebut baru pertama kali dilakukan oleh Tim Ekspedisi NKRI. Selain itu, diadakan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat.

“Ini baru pertama kali yang kami lakukan selain pengobatan gratis. Untuk operasi ini, tiga anak tidak datang. Kami sudah kontak baik telepon maupun SMS tetapi tidak dijawab. Ya, kita jalani beberapa anak yang hadir saat ini,”tambahnya.

Ketut Mudi menambahkan pihaknya tidak memungut biaya baik dari operasi, pengobatan, perawatan hingga penyembuhan. Pihaknya telah bekerja sama dengan pihak BLUD Ende hingga anak benar-benar sembuh.

“Kami tidak pungut biaya. Kami sudah bekerja sama dengan pihak kesehatan disini sampai anak sembuh.”pungkas Ketut Mudi.

Sementara Dokter Bedah Plastik dr. Karina dan Dokter Anatesi dr. Luis, tidak dapat dikonfirmasi FBC sebab ruangan operasi sudah disteril ketat. Begitu pula dengan pihak kesehatan di BLUD Ende yang sedang berada di luar daerah.

FBC hanya menitipkan kamera melalui beberapa perawat untuk mengabadikan proses pembedahan. Hal ini pula dialami beberapa wartawan lainnya yang datang sebelumnya.

Disaksikan FBC, para orang tua anak hanya menanti anaknya di luar ruang bedah. Anak-anak yang telah dioperasi kemudian dihantar ke ruangan anak untuk perawatan lebih lanjut. (Ian Bala)

Banjir Bandang, Ribuan Warga Komodo Terisolasi

Next Story »

Terkendala Sarana dan Prasarana, Kantor Perpustakaan Sikka Hindari Promosi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *