Ombudsman NTT Buka Posko Pengaduan UN dan PSB

KUPANG. FBC- Selain turun dan memantau sendiri pelaksanaan Ujian Nasonal (UN) Penerimaan Siswa Baru (PSB), Komisi Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga membuka posko pengaduan UN dan PSB sejak 13 April sampai dengan 30 Agustus 2015 mendatang.

Ketua Ombudsman NTT, Darius Beda Daton

Ketua Ombudsman NTT, Darius Beda Daton

Ombudsaman tidak hanya menerima pengaduan tentang proses dan hasil UN baik online atau computer based test (CBT) maupun paper based test (PBT), tetapi juga melayani masyarakat yang melakukan pengaduan tentang penerimaan siswa baru (PSB) dari semua tingkatan.

“Kami minta pihak sekolah jangan mempersulit siswa dengan syarat yang rumit, misalnya melunasi uang administrasi pengambilan ijazah, raport, Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU), uang pamit dan sebagainya,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton di Kupang, Senin (13/4).

Darius mengatakan, pengalaman pahit pada 2014 lalu dimana sejumlah siswa terlambat mendaftar ke jenjang yang lebih tinggi karena dipersulit pihak sekolah saat proses pengambilan ijazah. Karena itu, tahun ini diharapkan pihak penyelanggara menjaga akuntabilitas UN agar siswa yang tamat tidak dirugikan.

Pihak sekolah dan penyelenggara UN diminta menaruh perhatian kepada siswa penyandang cacat (disabilitas) agar mereka juga mendapat pelayanan yang sama seperti siswa lainnya. Kepada pihak sekolah dan penyelenggara diminta agar menyampaikan hasil UN secara transparan dan sesuai jadwal yang ditetapkan secara nasional agar siswa yang dinyatakan lulus tidak terlambat melanjutkan studi.

“Kami minta agar hasil UN disampaikan tepat sesuai jadwal, jangan tunda-tunda agar proses ijazah bagi siswa yang tamat juga lancar. Selain itu, tidak ada pungutan diluar ketentuan saat pendaftaran siswa baru mulai dari SD hingga SMA,” tegas Darius.

Dia menyampaikan, tahun ini posko pengaduan UN hanya dibuka di Kantor Ombudsman Perwakilan NTT Jalan Veteran Nomor 4A Kota Kupang. Karena itu, diharapkan semua pihak dapat mengadukan temuan atas penyimpangan dalam pelaksanaan UN sebab tim Ombudsaman tidak aktif turun ke sekolah-sekolah seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Pengaduan dari masyarakat dapat melalui telepon yakni 0852 3901 8829 atau 0852 3909 2872, bisa melalui email, maupun datang langsung ke kantor atau posko pengaduan,” katanya.

Dia mengatakan, membuka posko pengaduan dan menerima keluhan masyarakat merupakan komitmen Ombidsamn sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik untuk mewujudkan asas good governance dalam penyelenggaraan negara agar terwujud pemerintahan yang bersih bebas dari KKN sesuai amanat UU No 37 Tahun 2008.

Dia menambahkan, Ombudsman Perwakilan NTT juga mengawasi dan meneriam pengaduan terkait dugaan adanya pungutan di luar ketentuan, penyalahgunaan wewenang oleh panitia ujian atau pemangku kepentingan lainnya, diskriminasi terhadap peserta ujian tertentu dengan berbagai alasan, kelalaian para petugas dalam melaksanakan kewajibannya, dan bentuk administrasi lainnya.

“Intinya kami berharap pelaksanaan UN dan penerimaan peserta siswa baru tahun ini berjalan lancar dan aman. Pengalaman kami pada tahun-tahun sebelumnya banyak pungutan dari pihak sekolah, mudah-mudahan tahun ini tidak terulang lagi,” ujarnya. (Oni)

Panen Raya Jagung di Pota-Matim, Produktivitas Sangat Menjanjikan

Next Story »

Hari ini, 65.297 Siswa SMA dan SMK Ikut UN

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *