Menuju Pilkada Lembata 2017, Partai Gerindra Buka Ruang untuk Yentji Sunur

LEWOLEBA, FBC- Kabar tentang Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) Kabupaten Lembata sebagai calon Bupati Lembata dalam Pilkada Februari 2017 mendatang santer terdengar. Bahkan kabar ini dikumandangkan oleh Bupati Sunur ketika memberi sambutan dalam dua kesempatan berbeda.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lembata, Yohanes Viani K. Burin, didampingi Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Abdul Rasyid Likuwatan dan Wakil Bendahara Flavianus Gawi, kepada wartawan di sekertariat DPC Gerindra, Senin (31/3/2015) membantah informasi ini.

Dia mengingatkan kepada semua kader, para simpatisan, warga non partisan juga para tokoh politik dan tokoh masyarakat yang berniat untuk maju bertarung dalam kancah Pemilukada Lembata tahun 2017 agar tidak mengklaim diri sebagai calon pemimpin yang diusung Partai Gerindra.

“Sudah ada informasi yang sampai kepada kita tentang ada tokoh yang sudah mengklaim diri sebagai Calon Bupati Lembata yang di usung Partai Gerindra. Sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lembata saya ingatkan kepada siapa saja untuk tidak mengklaim diri seperti itu, karena secara partai kami belum berproses,” katanya.

Burin yang awalnya terkesan enggan menyebut nama orang yang mengklaim diri sebagai calon pemimpin yang diusung Partai Gerindra, akhirnya mengaku kalau tokoh dimaksud adalah Eliaser Yentji Sunur. “Tokoh yang saya maksud itu adalah Bupati Lembata, saudara Eliaser Yentji Sunur,” demikian Burin menjawab wartawan.

Lebih jauh ketika ditanya terkait apakah benar belum terbangun komunikasi antara Bupati Sunur dengan dirinya selaku ketua Partai, Vian akhirnya mengaku kalau Sunur beberapa kali melalui kontak telepon mengajukan niatnya untuk maju dalam Pilkada Lembata tahun 2017 melalui Partai Gerindra. Dia juga mengaku selain dengan dirinya, Bupati Sunur juga sudah membangun komunikasi dengan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerindra NTT, Eston Foenay. Baginya, sebagai partai terbuka Gerindra terbuka kepada siapa saja untuk mencalonkan dirinya.

Ketua DPC Gerindra Lembata, Yohanes Viani K. Burin (tengah), didampingi Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Abdul Rasyid Likuwatan (kanan) dan Wakil Bendahara Flavianus Gawi (kiri) di acara jumpa pers, Senin 31/3/2015 di sekertariat Gerindra, Lewoleba, Kabupaten Lembata. (Foto : FBC/Yogi Making)

Ketua DPC Gerindra Lembata, Yohanes Viani K. Burin (tengah), didampingi Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Abdul Rasyid Likuwatan (kanan) dan Wakil Bendahara Flavianus Gawi (kiri) di acara jumpa pers, Senin 31/3/2015 di sekertariat Gerindra, Lewoleba, Kabupaten Lembata. (Foto : FBC/Yogi Making)

Selain dengan Bupati Sunur, Burin juga mengaku telah terbangun komunikasi dengan beberapa tokoh lain termasuk komunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Tentu yang diutamakan dalam pencalonan adalah kader partai, tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk warga non partisan yang tentunya yang telah memenuhi syarat sebagai calon pemimpin, berintegritas, kompoten dan loyal terhadap partai. Dalam rapat kerja di Kupang bersama Sekjen Partai Gerindra ditegaskan bahwa untuk proses bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati, Gerindra punya mekanisme dan petunjuk teknis. Tetapi prinsipnya, kita punya mekanisme sendiri dan sampai dengan saat ini kita belum proses, karena itu tidak benar kalau Gerindra sudah punya calon. Jadi Pak Yance sudah komunikasi dengan kami, juga dengan Pak Eston selaku ketua DPW, dalam politik itu biasa dan bisa terjadi, tetapi kita belum berproses dan belum ada keputusan resmi terkait calon bupati atau wakil bupati,” kata Burin lagi.

Ketua DPC Gerindra Lembata  yang juga dikenal sebagai pengacara itu mengatakan, Gerindra siap bertarung dalam Pilkada Lembata tahun 2017 mendatang dengan mengusung isu, “Rekonsiliasi Total” tentu misi dimaksud wajib di dukung dengan figur pemersatu, pasalnya Gerindra berkeinginan untuk mendorong calon pemimpinnya untuk bertarung merebut kursi orang nomor satu dan dua di Lembata dalam situasi daerah yang aman dan bermartabat.

Penegasan juga disampaikan Wakil Ketua bidang Pemenangan Pemilu DPC Partai Gerindra Kabupaten Lembata, Abdul Rasyid Likuwatan. Menurutnya, tidak hanya Bupati Yentji, Gerindra terbuka untuk siapa saja sepanjang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai calon pemimpin di Lembata. Namun demikian, dia juga meminta agar figur siapapun itu, tak boleh mengkalim diri sebelum di proses dan di putuskan untuk di usung oleh partai.

“Soal informasi bahwa ada yang sudah mengkalim diri sebagai calon Bupati dari partai Gerindra, kita amini saja, tetapi masyarakat harus tahu bahwa sampai saat ini Gerindra Lembata belum berproses. Jadi kami himbau agar warga jangan percaya dengan informasi-informasi itu, kendati yang menyampaikan itu adalah tokoh yang mengklaim dirinya,” katanya.

Sebagai gambaran, Bupati Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Viktor Mado Wathun dalam Pilkada 2011 silam di usung PDIP Lembata. Namun demikian, ruang Bupati Sunur untuk kembali mencalonkan diri melalui partai yang mengklaim dirinya sebagai partai Wong Cilik ini tertutup, menyusul pernyataan mengundurkan diri dari daftar keanggotaan PDIP dalam rapat bersama DPP PDIP di Jakarta tanggal 22 Maret 2015 silam.

Terkait pernyataan mundur sebagai anggota  PDIP, ketua terpilih DPC PDIP Lembata, Ferdinandus Koda sebagaimana diberitakan FBC, menyatakan Eliaser Yentji Sunur kehilangan haknya untuk kembali mencalonkan diri melalui PDIP dalam Pilkada mendatang, tak cuma itu, Fraksi PDIP di DPRD Kabupaten Lembata sudah bertekad untuk menarik dukungan terhadap Bupati Sunur. Penarikan dukungan itu akan diumumkan terbuka melalui rapat paripurna DPRD Lembata, bulan April 2015 atau setelah kembali mengikuti kongres PDIP di Bali beberapa saat mendatang. (Yogi Making)

 

Sambut Paskah, Umat Muslim Ikut Bersihkan Gereja

Next Story »

Semana Santa, Rabu Trewa Tandai Hari-hari Tenang di Pekan Suci

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *