Lembata Belum Tahu Kekurangan Soal UN

KUPANG. FBC- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Lembata, Zakarias Paun mengatakan, dokumen soal Ujian Nasional (UN) tahun 2015 sudah tiba di daerah itu, dan sudah dikirim ke sekolah-sekolah melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) masing-masing kecamatan. Namun soal kekurangan, mereka sendiri belum mengetahuinya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Lembata, Zakarias Paun

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Lembata, Zakarias Paun

“Dokumen soal UN untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah menengah Kejuruan (SMK) di kabupaten Lembata sudah kami teirma, namun kami tidak tahu apakah ada kekurangan atau tidak. Soalnya dokumen yang bersegel itu baru akan dibuka pada hari H pelaksanaan UN tersebut,” katanya Paun yang menghubungi FBC dari Lembata, Kamis, 09 April 2015.

Zakarias Paun mengatakan, soal UN itu adalah dokumen negara yang bersegel, karena itu mereka tidak mungkin membukanya untuk mengecek apakah soal itu genap sesuai jumlah peserta UN di masing-masing-masing sekolah ataukah kurang. Dokumen itu baru akan dibuka saat ujian nanti.

“Kalau memang soal itu nantinya kurang saat dibuka menjelang ujian dimulai, tentu akan diupayakan untuk penggandaan. Karena itu kami juga sudah minta pihak sekolah untuk dokumen siapkan fasilitas jika memang soal kurang dan perlu digandakan,” tegasnya.

Zakarias juga mengatakan, semua sekolah di Lembata sudah siap menghadapi UN yang akan dimulai hari Senin tanggal 13 April mendatang. Jumlah sekolah tingkat SLTA di Lembata sebanyak 18 sekolah terdiri dari 9 SMA dan 9 SMK. Jumlah peserta UN untuk tingkat SMA sebanyak 1.046 orang dan SMK sebanyak 339 peserta.

Dia juga merasa heran dengan pernyataan Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk bahwa terdapat banyak kekurangan soal UN. Pasalnya mereka tidak pernah mendapatkan pemberitahuan untuk boleh membuka dokumen itu dan menghitungnya.

“Mungkin di Kabupaten lain diperintahkan untuk boleh membuka dokumen sebelum pelaksanaan UN untuk mengetahui jumlah soal UN apakah sesuai dengan jumlah peserta atau tidak. Tapi kami di Lembata memang tidak akan membuka dokumen negara itu karena bersegel,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas P dan K NTT, Sinun Manuk Petrus mengatakan, berdasarkan hasil penyortiran yang dilakukan Dinas Pendidikan kabupaten/kota di seluruh NTT ditemukan kekurangan soal ujian nasional (UN) sehingga pemerintah setempat meminta percetakan segera menggenapi kekurangan soal itu.

“Hampir semua kabupaten ditemukan adanya kekurangan soal UN. Dan kita sudah minta percetakan di Surabaya untuk mencetak tambah. Tambahan itu dipastikan akan tiba di Kupang, Besok, Kamis (9/4/2015),” kata Piter Manuk yang dihubungi di Kupang, Rabu, 8 April 2015.

Kekurangan soal itu, menurut dia, ditemukan di Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Sumba Tengah. Di Flores ditemukan di Lembata serta Alor. “Hampir semua bidang studi mengalami kekurangan, dan ini terjadi hampir setiap tahun,” katanya.

Ditemukan kekurangan soal itu, kata Piter, karena pihaknya memberi kewenangan bagi Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk membuka dokumen soal UN. “Selain soal UN, ditemukan juga kekurangan amplop,” katanya.

Karena itu, dia mengaku pihaknya telah meminta penambahan soal UN untuk yang mengalami kekurangan agar segera dilengkapi, sehingga pelaksanaan UN tidak terganggu dengan kekurangan soal itu. “Kami sudah minta percetakan untuk dilengkapi soal itu,” katanya.

Sesuai janji pihak percetakan soal UN akan dilengkapi paling lambat, 9 April 2015 sudah tiba di Kupang. Karena itu, dia menjamin ujian nasional akan berlangsung aman dan lancar di NTT.

“Semua soal UN sudah diantar ke semua kabupaten/kota di NTT. Terakhir hari ini untuk daratan Timor menggunakan mobil box. Semuanya dilakukan selalu dalam pengawasan aparat Polda NTT,” jelasnya. (Oni)

Pajak Restoran 10 Persen, Pengusaha Warung Makan Lembata Mengeluh

Next Story »

Tupoksi BPK Hanya Pemeriksaan dan Pemberian Opini

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *