Kasus Pencurian Marak, Warga Kota Lewoleba Resah

LEWOLEBA, FBC-Kasus pencurian kian marak dan meresahkan warga kota Lewoleba, Kabupaten Lembata. Dalam sebulan terakhir setidanya sudah belasan kasus yang pencurian yang diadukan ke Polres Lembata.

Menanggapi maraknya kasus pencurian di Lewoleba, tokoh masyarakat Lembata Hasan Baha mendesak pihak Polres Lembata untuk meningkatkan patroli keamanan. Dia mengatakan, keluhan warga korban pencurian selalu dia dengar setiap hari. Selain itu Hasan juga menghibau pemerintah kelurahan untuk mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam.

Hasan Baha, menyampaikan hal ini kepada  FBC di Lewoleba, Senin (27/4/2015).

“Kasus pencurian semakin meresahkan. Hampir setiap hari saya dengar warga mengeluh tentang barang hilang. Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan warga, Polisi harus tingkatkan patroli. Jika ada yang ketahuan mencuri beri sanksi tegas, kalo perlu tembak kakinya supaya menjadi pelajaran, selain itu saya sarankan pemerintah kelurahan untuk kembali aktifkan ronda malam,” ujar Hasan.

Diakui Hasan, bila banyak sudah pelaku pencurian yang ditangkap, namun tindakan hukum terhadap seorang pelaku pencurian belum memberi efek jera kepada masyarakat, bahkan terbukti ada pelaku pencurian yang pernah di bui, kembali mengulang perbuatannya setelah bebas dari tahanan.

Penelusuran FBC menyebutkan, barang-barang yang menjadi incaran, mulai kendaraan bermotor, perhiasan, barang elektronik, hewan peliharaan, bahkan balon lampu hemat energi. FBC  pernah mengalami hal serupa, tepatnya Rabu 11 Februari 2015 silam lap top dan satu buah HP blackberry berhasil digondol maling, kendati kasusnya sudah diadukan, namun hingga kini Polisi belum berhasil menangkap pelakunya.

Kasubag Humas Polres Lembata, Brigpol Yusuf Dharmawan (Foto : FBC/Yogi Making)

Kasubag Humas Polres Lembata, Brigpol Yusuf Dharmawan (Foto : FBC/Yogi Making)

Dalam melakukan aksinya, pelaku bahkan menggunakan mobil pick up untuk mengangkut barang hasil jarahan. Aksi seperti ini, dialami seorang warga Kota Baru Kelurahan Lewoleba Tengah. Awal bulan April 2015 belum lama ini, sejumlah barang di kios sembako miliknya habis di jarah sekawanan pencuri. Aksi pelaku pencurian kemudian berhasil di bongkar. Setidaknya empat orang pelaku kini sedang meringkuk di ruang tahanan Polres Lembata.

Terahadap keluhan dan desakan yang disampaikan tokoh masyarakat yang tak lain adalah mantan anggota DPRD Lembata periode 2009/2014 Hasan Baha, Kapolres Lembata AKBP. Wresni H.S. Nugroho melalui Kasubag Humas Brgipol Yusuf Dharmawan Senin (27/4/2015) di Polres Lembata mengakui jika di Lewoleba marak pencurian.

Yusuf mengatakan, ada beberapa titik dalam kota Lewoleba yang di petakan sebagai titik rawan pencurian juga terindikasi sebagai tempat persembunyian pelaku pencurian. Titik-titik rawan ini menjadi incaran polisi. Disamping itu, Polres Lembata terus melakukan patroli keamanan keliling kota, terutama pada jam tertentu yang di nilai sebagai jam-jam rawan. Kepada media ini,Yusuf juga menghimbau warga untuk tidak membeli barang yang di curugai sebagai barang curian.

“Sudah kita petakan titik rawan pencurian dan daerah persembunyian pelaku pencurian. Titik-titik ini menjadi incaran polisi, disamping itu kami terus melakukan patroli setiap malam terutama pada jam tertentu. Kami juga menghimbau agar warga jangan membeli barang yang di curigai sebagai hasil pencurian, jika ada yang menemukan hal seperti itu, tolong sampaikan kepada polisi,” kata Yusuf.

Kendati mengakui kalau trend kasus tindak pidana pencurian meningkat, namun Yusuf mengaku tak tahu pasti jumlah kasus pencurian yang sedang di tangani pihaknya. “memang trendnya meningkat, tetapi saya minta maaf saya tidak bisa kasi datanya karena penyidik yang menangani kasus pencurian tidak ada di tempat,” katanya. (Yogi Making)

Pemkab Manggarai Timur Amankan Aset Peninggalan Kabupaten Induk

Next Story »

Banjir Bandang, Ribuan Warga Komodo Terisolasi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *