Kapal Patroli Laut Milik Polres Lembata Tabrak Perahu Nelayan

LEWOLEBA, FBC-Perahu milik nelayan asal Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Lewoleba-Lembata, ditabrak kapal patroli milik Satuan Polisi Air Polres Lembata. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, namun peristiwa naas yang terjadi  di laut teluk Lewoleba, Jumat (3/4/2015) sekitar pukul 11.30 wita, itu mengakibatkan perahu milik nelayan Mahmud alias Bob rusak parah.

Seperti disaksikan FBC, perahu nelayan berbobot muat 1 ton dengan mesin berkapasitas 8 PK sudah ditarik perahu nelayan lainnya ke tepian pantai perkampungan nelayan Wangatoa, Kelurahan Selandoro. Perahu berbahan dasar kayu, yang dicat putih dengan panjang kurang lebih 3 meter itu rusak berat, dinding perahu terlihat pecah selebar 50 CM, sementara dasar perahu retak memanjang hingga ke haluan. Kerugian akibat tabrakan itu,  di taksir mencapai Rp. 25 juta.

Rejab, anggota Polisi Air Polres Lembata sang pengumudi kapal patroli saat dikonfirmasi di perkampungan nelayan Wangatoa Jumat (3/4/2015), menuturkan, dia bersama tiga rekannya sedang melakukan uji coba kapal yang baru saja diperbaiki. Ketika sedang melaju dalam kecepatan yang maksimal, tiba-tiba kemudi kapal macet. Kendati sudah berusaha keras untuk memutar haluan, namun laju kapal terus menuju perahu nelayan yang berlabuh di tengah laut.  Peristiwa tabrakan akhirnya tak bisa dihindari.

“Setir kapal terasa kosong, saya berusaha untuk berbelok agar menghindari tabrakan tetapi kapal terus melaju ke arah nelayan yang sedang berlabuh. Memang kapal ini baru saja diperbaiki, jadi kami sedang uji coba, kami tidak sangka kalau kemudian bisa terjadi seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Kasat Pol Air Polres Lembata, Iptu Wisok Tokan didampingi Rejab dan beberapa anggota lainnya kepada media ini mengatakan, setelah mendapat laporan dari anggotanya tentang peristiwa tabrakan, dirinya langsung melapor ke Kapolres Lembata AKBP. Wresni H.S. Nugroho.

Perahu milik nelayan Mahmud alias Bob  yang ditabrak kapal patroli laut milik Pol Air Polres Lembata  berhasil ditarik ke darat oleh nelayan lainnya. (foto : FBC/Yogi Making)

Perahu milik nelayan Mahmud alias Bob yang ditabrak kapal patroli laut milik Pol Air Polres Lembata berhasil ditarik ke darat oleh nelayan lainnya. (foto : FBC/Yogi Making)

“Kapolres perintahkan kami datang bertemu dengan nelayan pemilik perahu untuk melakukan pendekatan. Tadi kami sudah datang kerumah, tetapi yang bersangkutan masih sholat Jumat, jadi kami tunggu, sebentar lagi kami akan kembali menemui beliau. Prinsipnya, kami bertanggungjawab atas peristiwa ini,” jelasnya.

Saat ditemui di pesisir laut wangatoa, Wisok mengaku sudah meninjau kerusakan perahu. Dia juga mengakui, jika akibat tabrakan itu, perahu milik Bob rusak parah.

Berbeda dengan keterangan Rejab, Almi, saksi mata peristiwa tabrakan di laut teluk Lewoleba kepada media ini beberapa saat setelah FBC menghubungi Wisok dan Rejab, membantah jika dikatakan kemudi kapal patroli itu macet. Menurutnya, setelah menabrak dan menenggelamkan perahu nelayan, dengan cepat kapal patroli milik Polres Lembata itu berbelok arah, bahkan bisa di kemudikan hingga kembali ke panggkalan.

“Waktu itu kami ada enam perahu yang berlabuh dekat sambil mancing, saya lihat kapal polisi itu melaju dalam kecepatan tinggi, setelah melewati saya dan teman lain, tiba-tiba terdengar bunyi tabrakan, saya toleh tidak lihat lagi perahunya Bob, syukurnya Bob selamat. Tetapi kalau bilang, kapal tidak bisa belok, saya tidak percaya karena setelah tabrak saya lihat kapal langsung berputar arah, lalu datang ikut bantu. Saya tidak percaya kalau setir kapalnya macet, karena setelah itu kapal bisa mereka kemudikan ke darat. Kalau setir macet, maka mestinya tidak bisa di kemudikan. Jadi tidak masuk akal. Saya justru menduga, kalau Pak Rejab panik saat lihat perahu kami sangat dekat, dan dia tidak bisa lagi untuk menghindar,” kata Almi.

Sementara itu paman korban La Wiu, saat dihubungi mengatakan, tabrakan itu mengakibatkan Bob menderita kerugian. Selain karena perahu miliknya rusak dan tidak bisa di perbaiki, Bob juga tidak bisa melaut untuk beberapa waktu. Diakuinya, kalau perahu keponkannya itu baru berumur dua bulan. Pengahasilan Bob dalam sehari lebih dari 1 juta rupiah.

Menurut La Wiu, terkait kerusakan dan kerugian lain yang timbul akibat paristiwa naas itu, pihak keluarga menuntut ganti rugi pada Polres Lembata.

“Lihat sendiri, perahu itu rusak parah, sebagai nelayan saya lihat kerusakan seperti itu tidak bisa di perbaiki lagi. Jelas kita minta ganti perahu dan mesinya, polisi juga harus tanggungjawab dengan dia punya kerugian selama tidak melaut. Sekarang ini lagi musim ikan, kemarin saja dia mancing dapat ikan tenggiri 6 ekor, kalau musim seperti ini dalam satu hari  bisa dapat satu juta lima ratus ribuh. Kalau dia tidak melaut bagaimana? Polisi harus pikir kesitu juga,” katanya. (Yogi Making)

Semana Santa, Polres Flotim-Sikka Razia Penumpang Kapal Pelni

Next Story »

Paskah Tak Sekedar Berkirim Pesan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *