Istri Buruh Migran Dihamili Mantan Anggota DPRD Lembata

LEWOLEBA, FBC- LB, mantan anggota DPRD Lembata periode 2009-2014 asal fraksi partai Golongan Karya hamili DW, istri Gawi Manuk Kolimaking yang kini sedang bekerja sebagai buruh migran di negeri Jiran Malaysia. Keluarga suami DW menuntut LB bertangungjawab secara adat.

Informasi ini di sampaikan salah satu keluarga Gawi Manuk Kolimaking, Yodi Kolimaking kepada floresbangkit.com, di Lewoleba, Selasa (21/4/2015). Dia menuturkan, LB melalui 7 orang utusan Minggu (19/4/2015) mendatangi rumah keluarga Manuk Kolimaking di desa Bungamuda, Kecamatan Ile Ape. Dalam pertemuan itu, keluarga LB menolak permintaan denda adat oleh pihak keluarga suami DW.

Yodi kolimaking, sepupu Gawi Manuk Kolimaking suami DW. (foto FBC/Yogi Making)

Yodi kolimaking, sepupu Gawi Manuk Kolimaking suami DW. (foto FBC/Yogi Making)

Yodi mengatakan, tuntutan denda adat berupa satu buah batang gading seukuran maskawin perempuan Ile Ape atau dalam istilah adat disebut “bala patok” oleh keluarga LB dirasa memberatkan. Keluarga LB hanya menyanggupi denda gading senilai 2 sarung adat Ile Ape atau lebih kecil satu tingkat dibawah bala patok.

“Hari Minggu baru-baru ini, ada utusan 7 orang dari keluarga LB. Menurut mereka LB sudah mengakui perbuatannya, tetapi mereka tolak tuntutan denda adat dari kami. Mereka hanya sanggupi gading senilai 2 sarung adat, sepuluh gelang gading. Jelas kami tolak, permintaan mereka itu tidak sesuai dengan adat kita orang Ile Ape,” jelas Yodi.

Dia mengatakan, pertemuan dua keluarga besar itu tidak membuahkan kesepakatan. Selanjutnya, keluarga pihak suami DW berencana mengadukan masalah ini ke pihak penegak hukum.

“Kami konsultasi dulu dengan Rumah Perlindungan Perempuan. Langkah selanjutnya, akan kami tentukan. Prinsipnya, kami mengutuk keras perbuatan LB dan menutut dia bertanggungjawab. Kami heran, bukannya dia (LB) melindungi DW sebagai orang lemah, tetapi malah menjeremuskan. Pastinya, kami tidak terima DW lagi sebagai istri dari keluarga kami, hidup DW selanjutnya kami serahkan ke LB” kata Yodi.

Lebih jauh Sepupu suami DW itu mengatakan, pihaknya sudah mengantongi beberapa bukti terkait kedekatan hubungan antara DW dan LB. Bukti-bukti itu akan di beberkan kemudian, jika kasusnya tidak diselesaikan secara adat.

Sementara itu, informasi lain yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, setelah mengetahui dirinya hamil, DW pada Kamis (15/4/2015) mendatangi kediaman LB di bilangan Lamahora, kelurahan Lewoleba Timur. Kedatangan DW untuk meminta pertanggungjawaban LB itu memicu pertengkaran dengan istri LB. Informan yang menolak namanya di publikasi itu mengatakan, akibat pertengkaran itu, beberapa perabot rumah tangga milik LB rusak.

Informan juga menyebutkan, cinta terlarang DW dengan sang politisi yang digadang-gadang sebagai calon kuat ketua Partai Golkar Kabupaten Lembata itu, terjalin ketika LB memperkejakan DW sebagai kaki tanggannya di lapangan untuk mengurus proyek pembangunan gedung sekolah SMP Ile Lewotolok, di desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape. Sering bertemu dan berkomunikasi itu membuat keduanya terjerat hubungan perselingkuhan hingga menyebabkan DW hamil.

Lebih jauh dalam penelusuran diketahui, perempuan tiga anak itu sebelumnya tinggal bersama suaminya Gawi Manuk Kolimaking di malaysia, dan tahun 2014 DW pulang kampung dan menetap di desa Amakaka, Ile Ape.

Sementara itu, FBC berulangkali menghubungi LB melalui kontak telepon guna meminta klarifikasinya, namun nomor HP yang bersangkutan tidak aktif. (Yogi Making)

Rumor Jaringan Teroris di NTT Sudah Terbukti

Next Story »

Perempuan Manggarai Barat Masih Terbelenggu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *