Hukum Mati Dua TKI, Komunitas Mantan Buruh Migran Kutuk Pemerintah Arab Saudi

LEWOLEBA, FBC- Puluhan mantan buruh migran Indonesia (BMI) yang tergabung dalam Komunitas Buruh Migran Kabupaten Lembata, Jumat (17/4/2015) petang melakukan aksi solidaritas mengutuk ekseskusi mati atas Siti Zaenab Binti Duhri Rupa, buruh migran asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur pada Selasa (14/4/2015) dan Karni Binti Medi BMI asal Losari, Berebes Jawa Tengah pada Kamis (16/4/2015).

Aksi solidaritas mantan buruh migran itu berlangsung di aula Olimpic Hotel, Lewoleba, Kabupaten Lembata. Pantauan langsung FBC, selain seruan dan desakan melalui surat pernyataan, mereka juga memajang foto dua BMI yang dieksekusi mati dan menunjukan beberapa pamflet. Melalui aksi ini 30 orang mantan buruh migran asal lembata itu menyampaikan duka melalui lagu gugur bunga. Banyak diantara mereka yang terlihat menitikan mata.

Aksi solidaritas itu dikoordinir, Migran Care dan Yayasan Kesehatan Untuk Semua (YKS), tampak ikut dalam aksi, tiga aktivis migran care, Wiharti, Bariyah dan Musliha. Direktur YKS Mansetus Kalimantan dan staf YKS Lembata tampak ikut dalam aksi dimaksud.

Komunitas Mantan Buruh Migran Kabupaten Lembata, sebagaimana dalam surat pernyataan mengatakan, eksekusi mati terhadap dua BMI oleh pemerintah Arab Saudi , sebagai bukti bahwa negara tidak hadir untuk membela WNI di luar negeri. Sebutan pahlawan devisa hanyalah sebuah strategi negara untuk menjual warganya ke negara lain untuk diperlakukan semena-mena.

Selain itu, Komunitas Buruh Migran Kabupaten Lembata juga menyatakan kekecewaan terhadap pemerintah Republik Indonesia karena gagal memberikan perlindungan kepada BMI, juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencabut praktik hukuman mati di Indonesia. Menurut mereka, memberlakukan praktik hukuman mati melemahkan legitimasi moral, untuk mendesak negara lain agar membebaskan WNI dari jeratan hukuman mati.

Menurut Komunitas Mantan Buruh Migran Kabupaten Lembata, hukuman mati adalah sebuah tindakan pelanggaran HAM berat dan tidak berperikemanusiaan, karena itu mereka mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk mengusir duta besar Saudi Arabia.

Aksi solidaritas dengan memajang pamflet dan foto korban hukuman mati dua BMI oleh pemerintah Arab Saudi, di Olimpic Hotel, Jumad (17/4/2015) (Foto : FBC/Yogi Making)

Aksi solidaritas dengan memajang pamflet dan foto korban hukuman mati dua BMI oleh pemerintah Arab Saudi, di Olimpic Hotel, Jumad (17/4/2015) (Foto : FBC/Yogi Making)

“Kami mengutuk keras pemerintah Arab Saudi yang mengeksekusi  mati BMI tanpa menyampaikan notifikasi. Sikap Pemeritah Arab Saudi ini merupakan sebuah perilaku yang tidak  berprikemanusiaan. Hukuman juga mati adalah bentuk pelanggaran HAM berat, karena itu kami mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengusir duta besar Arab Saudi,” tulis Komunitas Mantan Buruh Migran Lembata.

Surat pernyataan Komunitas Mantan Buruh Migran asal Kabupaten Lembata rencananya akan dikirim kepada, Presiden Republik Indonesia, Ketua DPR RI, Pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besar Arab Saudi di Jakarta.  (Yogi Making)

Polres Ende Berhasil Tangkap Pengguna Narkoba

Next Story »

Pedagang Ayam Nyaris Diadili Massa

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *