Hari ini, 65.297 Siswa SMA dan SMK Ikut UN

KUPANG. FBC- Mulai hari ini, Senin, 13 April hingga 15 April 2015 sebanyak 65.297 siswa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikut Ujian Nasional (UN). Mereka terdiri dari 49.492 siswa SMA/MA dan 15.805 siswa SMK.

Kadis P dan K NTT, Sinun Manuk Petrus

Kadis P dan K NTT, Sinun Manuk Petrus

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTT, Sinun Manuk Petrus yang dihubungi Senin (13/4/2015) mengatakan, semua peserta UN tingkat SMA dan SMK sudah siap mengikut UN. Selama ini semua pihak yang terlibat telah melakukan persiapan yang cukup matang untuk mengikuti UN.

“Distribusi naskah UN sudah selesai dilakukan pada 9 April 2015 untuk tujuan terakhir adalah Kota Kupang. Sedangkan kekurangan naskah di beberapa kabupaten sudah dikirim beberapa hari lalu,” katanya.

Menurut Manuk, dia juga sudah memantau persiapan pelaksanaan UN secara online atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 1 Kupang, yang merupakan satu-satunya sekolah penyelenggara UN secara online di daerah ini.

Dia mengatakan, pemantauan kesiapan pelaksanaan UN dengan sistem CBT ini perlu mengingat ada beberapa hal yang sangat penting dalam mendukung ujian dengan sistem ini, yakni komputer atau Personal Computer (PC), jaringan internet serta ketersediaan listrik.

“Mudah-mudahan penyelenggaraan UN di NTT bisa berjalan aman, tertib dan lancar sesuai yang kita harapkan. Saya dan tim akan turun langsung memantau pelaksanaan UN di sekolah-sekolah dalam kota Kupang,”ujarnya.

Dua Variabel Penentu Kelulusan

Manuk juga menjelaskan, penentuan kelulusan peserta UN tahun ini dikembalikan 100 persen kepada otonomi sekolah. Tetapi, jangan anggap sekolah mencari kesempatan untuk 100 persen. Sebab, Kemendikbud akan mengedarkan satu aturan baru tentang penilaian integritas sekolah karena itu UN harus jujur. NTT masuk kategori putih.

Dikatakannya, tahun 2015 ini, UN hanya untuk pemetaan mutu secara nasional, persiapan anak masuk perguruan tinggi dan persiapan masuk pasar kerja. Kelulusan anak yang dikembalikan 100 persen otonomi sekolah akan hanya menggunakan dua variabel, yakni nilai semester I-V dan nilai ujian sekolah.

Dengan dua variable seperti lanjut Manuk, dia mengaku gelisah apakah sekolah bisa mempertahankan independensi dan tidak macam-macam terhadap nilai ujian agar anak lulus, Selain itu, lanjutnya, apakah persentase kelulusan bisa naik atau malah turun sehingga kembali menempatkan NTT di urutan terakhir dari 34 provinsi di Indonesia.

Manuk juga menjelaskan, UN tahun 2015 lebih pada persoalan manfaat. UN tahun 2015 ada Computer Base Test dan Paper Base Test. Dari segi manfaat, ada tiga manfaat UN. Pertama, untuk pemetaan mutu pendidikan nasional sehingga diketahui NTT di peringkat berapa dari 34 provinsi. Naik atau turun dari tahun lalu.

Kedua, untuk studi lanjut ke perguruan tinggi dan menjadi salah satu pertimbangan perguruan tinggi menerima atau tidak. Ketiga, untuk masuk pasar kerja, seberapa kemampuan seseorang dilihat dari sertifikat hasil UN.

“Karena itu saya berulang kali menyatakan, jangan pernah menomorduakan UN, walaupun manfaatnya tidak ikut menentukan kelulusan,” tegasnya. (oni)

Ombudsman NTT Buka Posko Pengaduan UN dan PSB

Next Story »

Pansus LKPJ Bupati Mabar 2014: Dari Indikasi Manipulasi Dokumen Hingga Proyek Fiktif

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *