Frans Magnis Suseno: Umat Kristiani Berikan yang Terbaik untuk NKRI

Frans Magnis Suseno dan para narasumber dalam Sarasehan Pembangunan Manusiadi Kupang, Selasa, 07 April 2015. (Foto: FBC – Bonne Pukan)

Frans Magnis Suseno dan para narasumber dalam Sarasehan Pembangunan Manusiadi Kupang, Selasa, 07 April 2015. (Foto: FBC – Bonne Pukan)

KUPANG. FBC- Rohaniwan dan Cendikiawan Katolik, Romo Frans Magnis Suseno meminta umat Kristiani untuk tidak cepat menyerah jika menghadapi kesulitan dan tetap memberikan yang terbaik demi menjaga keutuhan NKRI dan menjaga persatuan serta toleransi antarumat beragama.

“Kepada umat Kristiani di NTT, saya tetap berharap memberikan yang terbaik demi menjaga keutuhan NKRI dan menjaga persatuan serta toleransi antarumat beragama,” kata Frans Magnis Suseno ketika sampil sebagai pembicara pada Sarasehan Pembangunan Manusia di Kupang, Selasa, 07 April 2015.

Menurutnya, orang Kristen adalah bagian yang tak terpisahkan dari bangsa ini. Oleh karena itu kita mengutuk jika terjadi perselisihan. Orang Kristen juga sudah memberi banyak kepada bangsa ini.

Lebih lanjnut, Franz Magnis-Suseno mengatakan, kehadiran umat Kristiani di Indonesia mesti menjadi unsur positif dalam bangsa kita mengatasi kesulitan, tantangan dan maju bersama.

“Kehadiran kita mesti dirasakan sebagai dorongan, anjuran, dan pemberdayaan terhadap segala apa yang positif dalam masyarakat, yang luhur, baik hati, merindukan keadilan, bersedia memaafkan dan mengampuni, bersedia memperhatikan mereka yang miskin, lemah, tertindas, tertinggal, terlupakan, tereksploitasi dan termanipulasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Gereja Dunia, Pendeta S.A.E Nababan mengatakan, orang muda bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik jika dilandasi semangat kebersamaan dan gotong royong, mandiri, kerja keras, hemat dan peduli kepada sesama.

Dikatakannya, peristiwa Paskah memang sangat luar biasa. Jika Kristus tidak bangkit maka tidak ada gereja, tidak ada pertemuan yang menghadirkan pemuda lintas agama seperti saat penyelenggaraan Pawai Kemenangan Paskah.

“Kristus yang bangkit itu telah merobohkan sekat-sekat perbedaan. Kritus yang bangkit itu menghendaki dunia ini hidup damai. Dan Kristus yang bangkit itu mengharapkan kita hidup sebagai saudara dan saling mengasihi,” tuturnya.

Menteri pemberdayaan Perempuan, Yohana Yembise kesempatan itu juga mengatakan, perempuan adalah bagian dari pembangunan negeri ini. Perempuan sangat menentukan masa depan suatu bangsa, ini diharapkan akan membawa perubahan untuk NTT.

Menurut Menteri Yohana, masalah pendidikan kalo dilihat di Asia tenggara, indonesia menempati posisi 61, melek huruf, kurikulum yang berubah di setiap tahun. Beberapa hal ini menjadi sangat penting untuk didiskusikan bersama pada moment ini. (Oni)

Ibu Maria Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Nangaba

Next Story »

Segera Dibangun BLK untuk TKW di NTT

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *