Bulog Siap Beli Beras Petani Manggarai Barat dan Manggarai

KUPANG. FBC- Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional NTT, Alexander Malelak mengatakan, pekan depan Bulog mulai membeli atau menyerap beras petani. Penyerapan beras petani tersebut masih terbatas di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai. Selain dua daerah di Flores, ada juga di Sumba Barat.

Malelak yang dihubungi di Kupang, Jumat, 17 April 2015 menjelaskan, dua daerah potensial beras di Flores yakni daerah persawahan Lembor, Manggarai Barat, Manggarai juga di Sumba Barat. Tiga daerah di NTT ini diharapkan bisa menambah stok beras di daerah ini.

Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional NTT, Alexander Malelak

Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional NTT, Alexander Malelak

Dia mengakui, beras yang dilepas petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) yakni sebesar Rp 7.300 per kilogram (Kg). Bulog juga akan menyerap beras petani di Kabupaten Rote Ndao dan daerah lainnya di NTT.

“Sejak awal April 2015 pengadaan beras sudah mulai dilakukan, namun jumlahnya belum besar karena di sentra- sentra produksi belum memasuki panen raya. Jika panen raya berlangsung, maka pasokan beras petani ke Bulog akan besar,” kata Malelak.

Dia menuturkan, penyerapan beras petani mulai dilakukan saat panen raya pada Mei dan Juni 2015. Tahun ini, Bulog Divre NTT akan membeli 15.000 ton beras petani. Jumlah itu sama seperti target pada 2014, namun penyerapan beras pada 2014 hanya mencapai 5,4 ton.

Masih Berharap Beras Raskin

Sementara, Kepala Bagian Humas Bulog Divre NTT, Marselina Rihi yang dikonfirmasi terpisah mengakui, masyarakat miskin di daerah ini masih mengharapkan penyauran beras raskin. Buktinya, tahun ini pemerintah mengalokasikan sedikitnya 75,9 ton beras untuk orang miskin di daerah ini untuk 421. 799 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS- PM) yang tersebar di seluruh NTT.

“Untuk triwulan pertama tahun ini, .sudah disalurkan sebanyak 16,2 ton lebih beras Raskin tersebut,” kata Kepala Bagian Humas Bulog Divre NTT, Marselina Rihi kepada wartawan di Kupang, Kamis (16/4/2015).

Marselina mengatakan, alokasi jumlah beras untuk NTT pada tahun 2015 sama seperti yang teralokasi pada tahun 2014. Artinya, kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap Raskin masih sangat tinggi. Dengan demikian maka program raskin masih sangat dibutuhkan di daerah ini.

“Raskin segera disalurkan untuk warga miskin yang sudah tercatat dan ada dalam data warga penerima raskin,” kata Marselina.

Dikatakannya, walau Bulog dipercayakan menangani beras bagi masyarakat, namun tetap dibutuhkan adanya intervensi pemerintah. Bulog tetap menyediakan beras jika program itu terus dilanjutkan. Ketersediaan beras yang ada untuk program beras keluarga miskin dapat dikalkulasi alokasinya untuk setiap kepala keluarga atau RTS- PM mendapatkan jatah sebanyak 15 Kg selama 12 bulan.

“Dari data RTS- PM, menunjukkan masih banyak masyarakat yang bergantung dan berharap dari program bantuan beras,” ujarnya.

Menurutnya, pola penyaluran program Raskin ke RTS- PM, dilakukan oleh masing- masing kabupaten/kota dan akan dilanjutkan untuk didistribusikan langsung oleh masing- masing desa dan kelurahan.

“Kami di Bulog hanya sebagai penyedia beras dan disalurkan kepada pemerintah. Untuk teknis pembagian beras menjadi kewenangan pemerintah daerah masing- masing,” katanya. (Oni)

Latih 28 Warga Lembata, Migran Care Ciptakan Kader yang Bergerak di Komunitas

Next Story »

Polres Ende Berhasil Tangkap Pengguna Narkoba

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *