Tujuh Rumah Warga Pulau Ende Ambruk Dihantam Gelombang Laut

ENDE  FBC-Gelombang laut Sawu di Pantai Selatan Flores menerjang tujuh rumah warga di Desa Redodori, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende hingga rusak parah. Musibah tersebut terjadi selama dua hari berturut-turut yakni 21/3 sekitar pukul 21.00 wita dan 22/3 sekitar pukul 12.00 wita.

Masyarakat bergotong royong membersihkan puing-puing rumah akibat gelombang laut. (Foto : FBC/Ian Bala)

Masyarakat bergotong royong membersihkan puing-puing rumah akibat gelombang laut. (Foto : FBC/Ian Bala)

Tujuh rumah itu atas nama milik, Bima Djata, Abdul Sika Ali, Fatimah Mahmud, Mardjuki, Ismail Ahmad, Mohammad dan Abdullah.

Menurut informasi yang dihimpun FBC, Jumat, (27/3/2015), empat rumah saat ini kondisi rusak berat dan tiga rumah rusak ringan. Para korban harus meneduh di rumah tetangga dan rumah darurat yang dikerjakan warga.

Korban musibah, Ismail Ahmad saat dikoonfirmasi (27/3/2015) menjelaskan gelombang besar ketinggian kurang lebih tiga meter menepis tembok penyokong hingga rumah warga rubuh.

Ismail mengakui empat buah rumah rusak parah termasuk rumahnya dan tiga rumah rusak ringan. Korban saat ini membuat rumah darurat untuk tempat tinggal.

“Gelombang besar menerjang rumah warga dan kami saat ini buat rumah darurat untuk tempat tinggal kami. Empat rumah rusak beras tidak layak huni jadi harus buat rumah darurat.”ujar Ismail.

Dijelaskan Ismail, musibah tersebut tidak menelan korban jiwa. Hanya beberapa rumah warga lainnya disepanjang pesisir terancam gelombang laut.

“Seluruh masyarakat disini selalu waspada takut ada gelombang susulan. Banyak rumah warga pesisir yang terancam terjangan gelombang laut,”tambah Ismail

Anggota DPRD Ende, Hamsi Said kepada wartawan di kantor DPRD Ende, Jumad, 27/03 menegaskan lembaga teknis sesegera mungkin untuk merespon masalah sosial yang dialami masyarakat Pulau Ende. Meskipun tidak ada korban dalam musibah tersebut, Hamsi meminta Pemerintah secepatnya menanggulangi bencana alam tersebut.

“Saya harapkan Pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial segera turun ke lapangan jika sudah mendengar laporan bencana. Meskipun tidak ada korban tetapi segera tanggulangi,”tegas Hamsi yang juga salah satu putra dari Pulau Ende.

Hamsi menambahkan dirinya telah memantau lokasi dan memberikan penguatan kepada korban agar selalu waspada. Korban menginginkan untuk merelokasikan namun tidak ada tanah dan bahan baku. Untuk itu, dirinya mendesak agar Pemerintah Daerah lebih peka dengan musibah yang menimpah masyarakat.

“Tanggapan darurat baru dari saya. Mereka setuju untuk relokasi tetapi mereka tidak memiliki tanah dan bahan baku. Selain itu saya mohon Pemerintah untuk kembali membangun tembok penahan gelombang disepanjang pesisir pantai,”tambah Hamsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, Stefanus Sogha, saat dikonfimasi FBC, 27/03 mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan Pemerintah setempat. Pihaknya akan segera ke lokasi musibah untuk menanggulangi korban bencana.

“Kami sudah dapat laporan, dan kami masih selesaikan satu persatu bencana di beberapa titik. Saya sudah hubungi pak Camat Pulau Ende dan satu atau dua hari kedepan kami akam segera ke sana,”pungkas Kadis Stef. (Ian Bala)

Palang Merah Lembata Gelar Donor Darah Massal

Next Story »

Mang Tewas Tersengat Arus Listrik

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *