Semana Santa, Napak Tilas Tuan Ma Tak Lagi Dipentaskan

LARANTUKA, FBC – Perayaan Semana Santa tahun 2015 di kota Larantuka dipastikan tidak lagi mementaskan Napak Tilas Tuan Ma seperti yang dilakukan tahun lalu. Pementasan Napak Tilas Tuan Ma tahun lalu yang mengambil tema “ Ziarah Iman Bersama Tuan Ma “, dilaksanakan oleh lembaga seni budaya Fanfare Santa Caecilia

Ketua Konfreria Keuskupan Larantuka, Yohanes Fernandez Aikoli kepada FBC yang menemuinya, Kamis (26/03/2015 ) mengatakan, pada Sabtu (15/03/2015) dua minggu lalu, setelah menerima surat dari suku Semana pihaknya melakukan audensi dengan Uskup Larantuka, Mgr.Frans Kopong Kung di kediaman Uskup.

Jhoni Aliandoe salah seorang suku Semana yang memprakarsai penolakan Napak Tilas Tuan Ma. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Jhoni Aliandoe salah seorang suku Semana yang memprakarsai penolakan Napak Tilas Tuan Ma. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Dalam pertemuan dengan Uskup Larantuka, sebut Yan sapaan akrab Yohanes Fernandez Aikoli, menyampaikan penolakan umat dan pokok pikiran konfreria yakni pementasan itu melanggar pesan yang diwariskan leluhur dan skenario pertunjukan tidak sesuai dengan sejarah.

Bapak Uskup tambah Yan, sangat berterima kasih terhadap pokok-pokok pikiran yang disampaikan dan mengatakan bahwa apa yang disampaikan sesuai dengan pokok pikirannya dan meminta agar pementasan napak tilas Tuan Ma dibatalkan.

Sementara itu, Yohanes Jhoni Aliandoe, perwakilan suku Semana sekaligus pemarkarsa penolakan pementasan Napak Tilas Tuan Ma kepada FBC yang menemuinya, Rabu (25/03/2015) menjelaskan pihaknya berhasil menghimpun 10 suku semana dari 13 suku untuk membicarakan tentang pementasan Napak Tilas yang sudah terlanjur dipentas.

“Karena mendapat sambutan 10 suku maka dibuat satu surat terbuka untuk memediasi umat Katolik dari Weri sampai Waibalun, Jika umat yang membaca surat terbuka setuju dengan kita maka menandatangani untuk menolak pementasan Napak Tilas,“ kata Jhoni.

Waktu itu tambah Jhoni, mereka berhasil menghimpun 300 tandatangan dari suku semana, tokoh umat, umat serta pengurus organisasi gerejawi.

Pihaknya sebut Jhoni, menghantar surat penolakan tersebut ke konfreria, dan konfreria tersentak karena banyak anggota konfreria yang turut menandatangani.Akhirnya konfreria tambahnya, menghadap Uskup dan diputuskan bahwa pementasan Napak Tilas dibatalkan.

Saat mewawancarai pelaku – pelaku prosesi baik ketua Mama Muji, Denga Deo, pemukul Genda Do dan lainnya, semua mereka secara tegas menolak pementasan napak tilas Tuan Ma.Bahkan FBC disodorkan surat asli yang di bagian lampirannya dipenuhi tanda tanagan anggota organisasi gerejawi yang mereka ikuti.

Dalam surat yang ditandatangani pemerkasa penolakan napak tilas Tuan Ma, Yohanes Jhoni Aliandoe selaku ketua dan Marianus da Silva Mulowato selaku sekertaris, disebutkan berbagai alasan diantaranya Dewan Paroki Pastoral San Juan Lebao melarang umatnya menyaksikan pementasan Napak Tilas Tuan Ma.Larangan tersebut disampaikan lewat mimbar gereja saat perayaan ekaristi.

Surat yang ditujukan bagi keuskupan tersebut meminta agar Uskup Larantuka memepertimbangkan penting tidaknya pementasan tersebut. (ebd)

Krisis Identitas Butuh Keteladanan

Next Story »

Dituduh “Suanggi”, Stefanus Darlin Dipaksa Minum Kotoran Babi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *