Keong Emas Serang Padi

Petani Reroroja Terancam Gagal Panen

MAUMERE, FBC-Ratusan hektar sawah milik petani di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka terancam gagal panen. Sejak ditanam dan batang padi mulai tinggi hama keong emas mulai menyerang tanaman padi. Keong emas memakan batang padi dan membuat tanaman padi mulai layu dan mati. Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL ) dari Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat yang diharapkan membantu petani mengatasi hama ini, tak kunjung turun ke lapangan.

Ketiadaan petugas PPL mengakibatkan para petani hanya berusaha menyemprotkan obat pembasmi serangga (pestisida) tetapi selang beberapa hari kemudian keong emas kembali muncul dan mulai bertambah banyak. Para petani akhirnya hanya mengambil telur yang menempel di batang padi dan mengambil keong emas lalu membuangnya.

Robertus Ngole (51) petani Dusun Koro, Desa Reroroja kepada FBC yang menemuinya di areal persawahan, Jumat (27/02/15) mengatakan, hama keong emas sering menghantui petani dan selalu merusak tanaman padi. Jika petani tidak rajin membersihkan sawah dan membuang keong emas beserta telurnya maka dalam seminggu saja, areal sawah sudah dipenuhi keong emas. Batang dan daun padi menjadi makanan keong emas sehingga padi akan layu dan mati.

 

Robertus Ngole sedang memilih Keong Emas yang sering menyerang tanaman padi di areal sawah miliknya di dusun Koro desa Reroroja kecamatan Magepanda. ( Foto: FBC/ Ebed de Rosary )

Robertus Ngole sedang memilih Keong Emas yang sering menyerang tanaman padi di areal sawah miliknya di dusun Koro desa Reroroja kecamatan Magepanda. ( Foto: FBC/ Ebed de Rosary )

“Kami harus atasi sendiri, kalau tunggu PPL datang sama saja berharap dan menanti tanpa hasil. Tiap hari petani harus kontrol sawahnya, dan membersihkannya dari hama keong emas,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Donatus Maneng (60) petani lainnya. Disebutkan Donatus, para petani dan warga desa sering memilih keong emas yang sudah besar untuk dimakan.Tapi untuk yang masih kecil dan telurnya petani harus mengambilnya dari batang padi. Satu telur yang menempel beberapa hari kemudian akan menetas dan menghasilkan ratusan anak keong emas.

“Kami sudah terbiasa menghadapi hama ini jadi tahu cara mengatasinya. Setelah dibasmi pasti akan muncul lagi karena cepat berkembang biak. Kami harus rajin bersihkan lahan sawah saja,” tuturnya.

Keong Emas yang sering memakan batang padi dan merusak tanaman padi milik petani. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Keong Emas yang sering memakan batang padi dan merusak tanaman padi milik petani. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Jika air di areal persawahan terisi, anak keong emas tidak terlihat tapi jika air dikeringkan keong emas berserakan di tanah. Para petani, sebut Donatus, harus mengambil keong tersebut satu persatu dan membuangnya ke luar areal persawahan atau membakarnya. Kalau ditaruh di pematang keong emas tetap hidup dan kembali masuk ke areal sawah.

Disaksikan FBC, saluran air yang sudah dikeringkan banyak dipenuhi keong emas berukuran besar. Banyak keong emas yang terlihat mati dan dibiarkan saja tergeletak. Robertus terlihat sedang mencabut rumput dan memilih keong emas di areal sawah miliknya. Beberapa telur keong emas terlihat berwarna kemerahan dan menempel di batang padi berumur satu dan dua bulan. (ebd)

“Perasaan dan Pikiran Saya Tidak Buta”

Next Story »

Koperasi Bisa Hapus Kemiskinan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *