Palang Merah Lembata Gelar Donor Darah Massal

LEWOLEBA, FBC-Palang Merah Indonesia Cabang Lembata gelar aksi donor darah massal di halaman depan eks kantor Bupati, Minggu (29/3/2015). Aksi donor darah masal yang didukung oleh, Pemuda Pelopor Untuk Indonesia ini, bertujuan untuk menggugah kepedulian masyarakat untuk menyumbangkan darah kepada orang yang membutuhkan.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Wathun, hadir memantau kegiatan donor darah masal di tenda kegiatan. (Foto : FBC/Yogi Making)

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Wathun, hadir memantau kegiatan donor darah masal di tenda kegiatan. (Foto : FBC/Yogi Making)

Pantauan langsung FBC,  kegiatan donor darah yang di buka sejak pagi pukul 9.30 wita itu tampak sepih,  sampai dengan pukul 12.30 wita, baru 17 warga Lewoleba yang datang menyumbangkan darahnya. Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Wathun terlihat hadir memantau kegiatan donor darah.

Ketua PMI cabang Lembata, Andreas Nula Liliweri kepada media ini menjelaskan, donor darah masal ini didukung juga oleh tenaga medis dari Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Lewoleba. Peserta donor darah di targetkan 100 orang, namun kegiatan donor darah masal yang terjadi tepat di hari minggu menjelang perayaan Paskah membuat masyarakat tidak antusias untuk datang memberi sumbangan darah.

“Selain dukungan Pemuda Pelopor Untuk Indonesia, kita juga dapat dukungan tenaga medis dari UTD RSUD Lewoleba. Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kepedulian masyarakat untuk menyumbangkan darah kepada orang yang membutuhkan,” jelas Nula Liliweri.

Sementara itu, Direktur RSUD Lewoleba, dr. Bernard Yoseph Beda di hubungi ketika hadir memantau kegiatan donor darah mengatakan, tidak semua darah hasil kegiatan donor darah ini terpakai. Darah sumbangan warga Lewoleba akan di periksa kembali sebelum disimpan sebagai persediaan darah di RSUD Lewoleba.

“Untuk menghidari penularan penyakit tertentu kepada orang lain, maka setelah dari sini kita akan periksa kembali, sebelum kita pakai. Jadi bisa saja ada yang tidak kita pakai, karena terdeksi mengandung penyakit tertentu,” katanya.

Bernard mengatakan, sepanjang ini persediaan darah untuk pasien yang membutuhkan menjadi salah satu kesulitan utama bagi pihak RSUD Lewoleba. menurutnya, animo warga untuk menyumbangkan darah sebenarnya baik, namun kendala utama adalah belum adanya fasilitas bank darah. Darah hasil sumbangan ini setelah di periksa kembali akan di simpan pada tempat tertentu untuk jangka watu terbatas.

Terkait aksi sosial donor darah masal yang di gagas PMI Lembata, Kepada FBC direktur RSUD Lewoleba menyampaikan rasa terimakasinya terutama kepada Ketua PMI Pusat, PMI Lembata dan sejumlah warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Saya sangat berterimakasih kepada Ketua PMI Pusat, Bapak H.M Jusuf Kalla, kepada ketua PMI Lembata dan semua aktivis PMI Lembata, juga kepada semua pendonor. Donor darah masl ini sangat membantu kami pihak RSUD Lewoleba,” ujarnya.

Sementara itu salah satu warga yang ikut dalam aksi sosial donor darah masal, Antonius James Chandra usai menyumbangkan darahnya menghimbau pemerintah untuk segera mengadakan bank darah bagi RSUD Lewoleba.

“Saya simpati dan tergerak untuk terlibat dalam aksi sosial seperti ini, kegiatan seperti ini sebaiknya terus di galakan, tetapi sebelumnya pemerintah harus menyiapkan duu bank darah untuk RSUD Lewoleba. karena setahu saya selama ini, kita punya RSUD itu belum ada bank darah,” kata Chandra. (Yogi Making)

Ferdi Koda Raih Kursi Ketua, Yentji Pilih Keluar dari Anggota PDIP

Next Story »

Tujuh Rumah Warga Pulau Ende Ambruk Dihantam Gelombang Laut

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *