Mang Tewas Tersengat Arus Listrik

LABUAN BAJO,FBC- Naas menimpah Sumardianus Mangsa (28), tukang bangunan asal Kampung Tungku, Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai, Pulau Flores. Mang sapaan Sumardianus Mangsa tewas mengenaskan karena tersengat arus listrik bertegangan tinggi pada Jumat (27/3/2015) siang Wita saat sedang mengerjakan rumah milik Stanislaus, seorang warga Cowang Dereng, Labuan Bajo Mangarai Barat.

Kejadian pilu itu berawal saat sejumlah tukang bangunan sedang membangun sebuah rumah berlantai dua milik Stanislaus yang terletak di Cowang Dereng Labuan Bajo.

Seorang tukang bangunan yang juga saksi mata menuturkan, pagi itu mereka sedang mencor lantai dua di ketinggian sekitar 15 meter. Tiba-tiba korban tersengat kabel listrik.Korban seketika terlilit kabel telanjang pada bagian tangan hingga terpental ke lantai dan tewas seketika. Korban menderita luka bakar di bagian tangan dan leher korban nyaris putus.

Informasi yang dihimpun FBC di tempat kejadian menyebutkan, peristiwa ini merupakan kejadian yang kedua kalnya setelah sebelumnya kejadian yang sama pernah menimpah Yanto, tukang bangunan lainnya pada dua bulan lalu. Korban Yanto saat itu tersengat kabel yang sama pada bangunan yang sama. Saat itu korban Yanto terjatuh ke tanah namun nyawa korban terselamatkan berkat kesigapan tukang lainnya yang segera menolong korban. Korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Korban Yanto sempat dirawat untuk beberapa hari sebelum dikembalikan ke kampung halamnnya di Cibal.

Kejadian kali ini memakan korban jiwa yakni menewaskan satu orang sementara lainnya selamat. Pantauan FBC, ratusan massa yang terdiri dari para siswa dan pelajar serta masyarakat menyemut di sekitar tempat kejadian perkara. Puluhan aparat dari kepolisian resort Manggarai Barat diterjunkan untuk mengevakuasi korban dan melakukan identifikasi. Korban berhasil dievakuasi dari lantai dua dan segera dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil polisi.

Pemilik bangunan, Stanislaus kepada wartawan menyesalkan pihak PLN yang tidak pekah dan tanggap terhadap permohonan dirinya agar pihak PLN segera menertibkan atau memindahkan kabel-kabel listrik yang berseliwerang di dalam bangunan rumahnya. Ia mengaku sudah 5 bulan pihaknya telah mengajukan permohonan kepada PLN agar memindahkan kabel-kabel listrik yang masih berada di sekitar bangunan rumah miliknya namun PLN belum menanggapi permintaan itu.

“Kami sudah berulagkali meminta PLN agar segera memindahkan kabel-kabel yang melintas di atas rumah kami tetapi PLN tidak peduli. Bahkan kami sudah lunas membayar uang yang diminya pihak PLN. Tidak hanya itu, kami juga sudah bersedia menanggung tiang dan kabel tapi hinga kini tidak ada realisasi,”ujar Stanis dengan nada kecewa.

Sementara itu sejumlah warga menyesalkan peristiwa tersebut lantaran kejadian ini bukan baru pertama kali terjadi. Warga menilai peristiwa ini terjadi karena kelalaian pihak PLN yang tidak peka dan tanggap terhadap keselamatan umum. Yohanes Romualdus, seorang warga setempat menilai peristiwa ini tidak seharusnya terjadi bila ada kepekaan daripihak PLN dan juga pemilik bangunan itu sendiri.

Bangun rumah milik Stanislaus, tempat korban bekerja.(Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Bangun rumah milik Stanislaus, tempat korban bekerja.(Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

“Kejadian ini merupakan kelalaian pihak PLN juga. PLN tidak peka terhadap keselamatan umu terutama para pekerja. PLN jangan hanya memungut biaya tapi tidak memberikan kepastian bagi warga,”ujarnya.

Menurut dia, kejadian seperti ini mesti dilihat secara adil.PLN lalai dalam menjalankan pelayanan karena tidak tidak segera melakukan survey guna mengetahui kondisi riil di lapangan. Ke depan kata dia, pihak PLN diharapkan lebih sensitif dan peka terhadap pelayanan publik terutama pemasangan jaringan listrik.Demikian pula pemilik bangunan mesti juga memperhatikan infrastruktur umum seperti jaringan listik yang beresiko tinggi.Selain itu, warga atau pemilik bangunan juga mesti memperhatikan semua persyaratan sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang atau peraturan yang berlaku seperti IMB dan lain-lain. (Kornelius Rahalaka)

Tujuh Rumah Warga Pulau Ende Ambruk Dihantam Gelombang Laut

Next Story »

Semana Santa, Warga Laksanakan Tikam Turo Serentak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *