Fraksi PDIP Lembata Segera Tarik Dukungan untuk Bupati

LEWOLEBA, FBC-Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Lembata segera menarik dukungan terhadap Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur. Penarikan dukungan itu secara resmi akan diumumkan dalam paripurna DPRD Kabupaten Lembata.

Demikian pernyataan resmi ketua terpilih DPC PDIP Kabupaten Lembata, Ferdinandus Koda kepada wartawan di kediamannya, Kamis (26/3/2015). Fraksi menarik dukungan terhadap Bupati Sunur karena, Eliaser Yentji Sunur  sudah secara resmi menyatakan keluar dari anggota PDIP.

Ketua terpilih DPC PDIP Lembata, Ferdinandus Koda (Kaos Merah) di dampingi Bencahara PAC Kecamatan Ile Ape Timur Rafael Ratu dalam acara jumpa pers, Kamis 26 Maret 2015 (Foto : FBC/Yogi Making)

Ketua terpilih DPC PDIP Lembata, Ferdinandus Koda (Kaos Merah) di dampingi Bencahara PAC Kecamatan Ile Ape Timur Rafael Ratu dalam acara jumpa pers, Kamis 26 Maret 2015 (Foto : FBC/Yogi Making)

“Karena Pak Yance sudah menyatakan keluar dari anggota PDIP maka, setelah kongres PDIP di Bali bulan April mendatang, fraksi PDIP Lembata secara resmi menarik dukungan kepada Bupati Eliaser Yentji Sunur. Sudah pasti juga, pak Yance kehilangan haknya untuk dicalonkan kembali menjadi calon bupati dalam suksesi Pemilukada tahun 2017 mendatang, melalui PDIP,” tegas Koda.

Pernyataan Koda ini sebagai jawaban tegas atas pengunduran diri Eliaser Yentji  Sunur dari daftar anggota PDIP.

Eliaser Yentji Sunur dalam rapat di Kantor DPP PDIP Jakarta tanggal 22 Maret 2015 lalu, secara tegas menyatakan menolak untuk menduduki jabatan Ketua Dewan Pertimbangan DPC PDIP Lembata, sekaligus menarik diri dari daftar anggota PDIP.

Pernyataan mundur dari anggota yang disampaikan kepada DPP PDIP melalui ketua DPP bidang Kaderisasi Idam Samawi dan disaksikan Andre Parera itu sudah dilaporkan kepada ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri, juga disampaikan kepada Gubernur NTT, Frans Leburaya sebagai ketua DPD PDIP NTT.

Seperti dijelaskan dalam berita sebelumnya, penolakan Eliaser Yentji Sunur untuk menjabat sebagai pengurus DPC bersamaan dengan pernyataan menarik diri dari anggota PDIP itu, sebagai aksi protes kepada DPP PDIP yang menganulir keputusan konfercab PDIP se Flores dan Lembata di Bajawa, Kabupaten Ngada dua pekan silam. Dalam konfercab yang berakhir deadlock itu, ketua sidang Andre Parera sempat menobatkan Eliaser Yentji Sunur sebagai Ketua tepilih DPC PDIP Kabupaten Lembata.

Keputusan sepihak Andre Parera dalam konfercab PDIP di Bajawa itu dinilai Ferdy Koda dan empat orang lainnya sebagai pelanggaran terhadap SK DPP PDIP nomor 066 dan 067 tentang mekanisme pemilihan ketua DPC PDIP. Menurut Koda seperti berita yang pernah di rilis FBC, SK DPP itu mengamanatkan agar pemilihan di lakukan secara musyawarah mufakat.

Sementara itu Bendahara Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Ile Ape Timur Rafael Ratu, menilai penolakan menjadi pengurus dan pernyataan Eliaser Yentji Sunur untuk mundur dari daftar anggota PDIP sebagai bentuk protes kepada keputusan DPP PDIP, menunjukan sikap ketidak dewasaan dalam berpolitik.

Rafael yang akrab di panggil Rama, dalam jumpa pers di kediaman Ferdi Koda itu mengatakan, Yentji Sunur semestinya menunjukan sikap loyal terhadap keputusan partai dan berjuang untuk membesarkan partai di Lembata. menurutnya, jabatan  apapun yang bakal di raih adalah buah dari perjuangan.

“Jabatan itu adalah buah dari perjuangan. Jadi sebagai kader harus gentelman, siap amankan keputusan dan berjuang untuk membesarkan partai, sikap itu yang mestinya di tunjukan pak Yentji Sunur, mundur karena tidak menjadi ketua, adalah sebua sikap tidak dewasa dalam berpolitik,” nilainya.

Rama juga mengaku sepakat dan memberi dukungan sepenuhnya kepada fraksi PDIP, untuk secepatnya mengumumkan pernyataan penarikan dukungan kepada Bupati Lembata. (Yogi Making)

Dituduh “Suanggi”, Stefanus Darlin Dipaksa Minum Kotoran Babi

Next Story »

Ferdi Koda Raih Kursi Ketua, Yentji Pilih Keluar dari Anggota PDIP

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *