Berlomba Bangun Rumah untuk Orang Sakit

Pemerintah Manggarai Barat dan investor berlomba membangun rumah sakit di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp 11 miliar lebih pada tahun anggaran 2015 ini. Sementara itu, peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit swasta Siloam telah dilakukan awal bulan ini.

 

LABUAN BAJO, FBC- Untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Pemerintah Manggarai Barat atas persetujuan DPRD telah mengalokasikan anggaran sebesar 11 miliar lebih pada tahun 2015 ini.

Menurut rencana pembangunan rumah sakit milik pemerintah daerah ini berlokasi di Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, lokasi di mana pernah dibangun sejumlah gedung namun belakangan proses pembangunannya terhenti lantaran tersandung kasus korupsi.

Belum diketahui secara pasti apakah dana sebesar itu akan digunakan untuk merehabilitasi gedung-gedung yang ada atau membangun gedung baru.

Rencana pemerintah melanjutkan pembangunan RSUD ditanggapi dingin oleh banyak pihak. Warga pesimistis, niat pemerintah itu tidak bakal berjalan mulus akibat kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh pemerintah dalam proses pembangunan rumah sakit. Tercatat sudah tiga kali pemerintah gagal membangun RSUD di lokasi yang sama.

Gedung RSUD di lokasi Marombok yang mubazir karena terbelit masalah hukum (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Gedung RSUD di lokasi Marombok yang mubazir karena terbelit masalah hukum (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Pembangunan RSUD tahap pertama yang dimulai sejak tahun 2006 lalu, dalam perjalanan dihentikan proses pembangunannya akibat pelaksana proyek terjerat kasus korupsi. Pembangunan RSUD dilanjutkan menjelang sail Komodo 2013 melalui dana APBN. Namun pembangunan lagi-lagi terhenti akibat kontraktor pelaksana proyek dikabarkan melarikan diri.

Meskipun demikian, belakangan pemerintah tetap mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pembangunan teras yang hasilnya pun mubazir.

Sanksi Adat

Bila ditelusuri sejarah pembangunannya tak dipungkiri bila proses pembangunan diwarnai sejumlah masalah. Mulai dari klaim hak kepemilikan atas tanah oleh sejumlah warga hingga korupsi yang menjerat sejumlah kontraktor pelaksana.

Meskipun menyimpan sejumlah persoalan, pemerintah tetap melakukan pembangunan tanpa memperhatikan suara-suara sumbang warga setempat. Belakangan, pemerintah bersama warga setempat bahkan menggelar upacara adat dengan menyembelih seekor ayam hitam sebagai simbol sumpah dan pemisahan.

Tidak heran, bila sejumlah tua adat setempat melihat kegagalan demi kegagalan dalam pembangunan RSUD sebagai sanksimagis oleh para leluhur.

“Lokasi tanah itu sebenarnya masih bermasalah. Tetapi pemerintah memaksakan kehendak untuk membangun bahkan dengan melakukan ritual adat potong ayam hitam segala. Padahal, ayam hitam sesuai adat Manggarai itu merupakan simbol kutukan atau semacam sumpah adat. Jadi, kami yakin sampai kapanpun pembangunan tidak akan pernah berhasil sebelum dilakukan upacara pemulihan,”ujar seorang tua adat setempat.

Bagi masyarakat adat, ritual adat yang dilakukan oleh pemerintah bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat melalui upacara pemotongan ayam hitam tidak boleh dilakukan secara serampangan tanpa memiliki landasan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, sesungguhnya sejak awal perencanaan pemerintah tahu bahwa tanah di Marombok yang dijadikan lokasi pembangunan rumah sakit masih bermasalah, baik soal status hak kepemilikan maupun prosedur pembebasan lahan.

Satu unit gedung utama yang dibangun di atas lokasi tersebut, kini kondisinya memprihatinkan. Selain mubazir, kondisi sejumlah tiang penyangga dalam keadaan miring karena didirikan di atas tanah timbunan.

Sedangkan tiga unit bangunan lainnya kini mubazir dan sebagian sudah rusak parah akibat diterpah hujan, angin dan panas. Belum diketahui secara pasti apakah pemerintah akan merehab gedung-gedung yang ada atau membangun gedung baru.

Rumah Sakit Siloam Mulai Dibangun

Adalah PT. Pancuran Intan Makmur milik James Riyadi group yang membangun rumah sakit bertaraf internasional itu. Rumah sakit bertipe B bernama Siloam ini merupakan salah satu rumah sakit umum swasta yang dibangun di Labuan Bajo.

Menurut penangungjawab PT. Pancuran Intan Makmur, Agustinus H. Manulang, segala hal yang berkaitan dengan administrasi baik surat, dokumen dan persyaratan lain untuk mendirikan rumah sakit sudah lengkap dan saat ini pembangunan sedang berjalan.

Pihak perusahaan juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk bandara udara Komodo. Dari hasil analisa terhadap dampak lingkungan, pembangunan rumah sakit umum Siloam yang terletak bersebelahan dengan kompleks kantor Kecamatan Komodo tidak mengganggu lalu lintas penerbangan dan mengganggu kepentingan umum lainnya.

“Kita sudah meminta rekomendasi dari berbagai pihak dan semua memberikan masukan yang positif dan kini kita sudah mulai membangun,”ujarnya.

Sebelumnya, dalam kegiatan sosialisasi tentang rencana pembangunan rumah sakit Siloam,pihak manajemen menjelaskan secara rinci tentang fasilitas yang akan dibangun selain rumah sakit juga ke depan akan dibangun beberapa fasilitas publik untuk melayani masyarakat yang kurang mampu dengan model pelayanan yang bukan semata-mata berorientasi bisnis.

Atas pembangunan rumah sakit swasta Siloam, banyak warga berharap agar kehadiran rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan yang baik dan maksimal bagi masyarakat setempat. (Kornelius Rahalaka)

Petani Reroroja Terancam Gagal Panen

Next Story »

Pedagang Pakaian Bekas di Lewoleba, Protes Kebijakan Menteri Perdagangan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *