Maria Theresia Carolina Noge

“Saya Bangga Sebagai Orang Flores”

Meski lahir dan besar di Jakarta, darah Flores kental mengalir dalam tubuhnya. Ingin mewartakan kebanggaan terlahir sebagai orang asal Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong Maria Carolina ingin mengenalkan NTT lewat ajang pemilihan Putri Indonesia 2015. Bagaimana persiapannya?

PEMILIHAN Putri Indonesia tahun 2015 yang diagendakan digelar tanggal 11 hingga 20 Februari 2015 mendatang menempatkan Maria Theresia Carolina Noge sebagai wakil Provinsi NTT guna bersaing dengan wakil dari seluruh provinsi di Indonesia.

Menurut putri pasangan Carolus Dae yang berasal dari Bajawa dan Yosepha Rehina Masi ini, Provinsi NTT selama ini dikenal sebagai provinsi miskin dan kurang dikenal sebagian besar masyarakat negeri ini. Padahal menurut perempuan bertinggi badan 172 sentimeter kelahiran Jakarta 22 maret 1994 ini, banyak potensi di NTT yang bisa dikembangkan dan dijual. “Miris rasanya, saat orang Indonesia sendiri tidak mengenal di mana Flores, dan bagaimana potensi NTT,” kata gadis yang masih berkuliah di Fakultas Hukum (FH), Universitas Padjajaran Bandung ini.

Untuk menggali lebih dalam mengenai motivasi, harapan, dan pandangannya tentang NTT serta persiapannya meraih yang terbaik dalam ajang Putri Indonesia, saya berkesempatan mewawancarai sosok perempuan yang mengenal NTT khususnya Flores dari kedua orang tuanya itu, baru-baru ini. Berikut petikannya:

Mengapa tertarik mengikuti pemilihan Putri Indonesia ?

Saya sebenarnya sejak kecil sudah mengetahui tentang Putri Indonesia, motivasi ikut ajang ini lebih karena dalam tubuh saya mengalir darah Flores atau NTT, secara lebih luas. Saya melihat wakil-wakil NTT dalam kontes sebelumnya, belum mampu berbicara banyak. Kalau Tuhan berkenan, dengan keikutsertaan saya di tahun ini bisa mencapai target yang lebih besar. Target saya bisa masuk tiga besar, sehingga nama NTT bisa lebih dikenal di Tanah Air.

Persiapan apa yang dilakukan untuk mencapai target tersebut ?

Maria Carolina Theresa Noge, wakil NTT di ajang Putri Indonesia 2015. ( Foto: FBC/ Ebed de Rosary )

Maria Carolina Theresa Noge, wakil NTT di ajang Putri Indonesia 2015. ( Foto: FBC/ Ebed de Rosary )

Saya berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan diri dan berdoa sehingga bisa menjalani masa karantina dengan baik. Selain persiapan fisik juga mempersiapkan kemampuan ilmu pengetahuan, mental, serta perlengkapan dan peralatan yang akan dipergunakan saat masa karantina. Dari kemarin juga bertemu dengan beberapa orang NTT, semuanya membekali diri saya tentang beberapa hal mengenai NTT. Jadi selain membaca juga mendengar langsung dari orang-orang NTT. Banyak cerita tentang kasus perdagangan manusia (human trafficking), kemiskinan, dan potensi pariwisata. Saya lebih fokus ke soal pariwisata.

Pariwisata NTT seperti apa yang ingin Anda perkenalkan ?

Pariwisata secara keseluruhan, tapi kita harus mengelompokannya. Banyak objek pariwisata di NTT. Ada wisata bahari, alam, religi, dan adat budaya. Ini yang belum dikelompokkan secara tematis. Kalau ditanya apa yang ingin diperkenalkan, ada banyak sekali. Masing-masing sedang saya pelajari. Wisata bahari di Pulau Alor misalnya, merupakan taman laut terindah nomor dua di dunia setelah Karibia. Selain itu, yang sudah terkenal ke manca negara adalah satwa purba Komodo, yang berada di habitat alamnya di Pulau Rinca dan Pulau Komodo.

Untuk wisata alam ada Danau Kelimutu dan juga air terjun di beberapa daerah juga penangkapan ikan paus di Lembata dan Lamalera. Sementara wisata religi, ada prosesi Semana Santa di Larantuka. Kita juga kaya akan ritual adat dan budaya.

Menurut Anda, apa kelemahan dari wakil NTT sebelumnya, sehingga tidak bisa bersaing menjadi juara ?

Sebenarnya bukan kelemahan dari wakil kita, tapi karena kita membawa nama NTT. Mereka sudah di-under estimate (diremehkan, Red). NTT jangan duduk di depan, katanya seperti itu. Tapi saya sudah siap mental dengan kondisi seperti itu. Makanya sambil berkunjung ke NTT, saya melakukan sesi foto di beberapa tempat wisata dan memperkenalkannya di media. Jadi sekalian promosi diri saya juga mempromosikan pariwisata NTT.

Jika tidak masuk tiga besar apa target lainnya ?

Apa pun hasilnya nanti bila tidak sesuai target, saya kan masih memegang mahkota sebagai Putri NTT. Saya masih punya banyak waktu, paling tidak setahun ke depan untuk membantu apa pun yang bisa saya berikan untuk memperkenalkan NTT. Jadi berdayakan saja saya. Saya akan dengan senang hati membantu.

Juri tentunya tidak bertanya hanya tentang pariwisata. Pasti banyak yang ditanya misalnya tentang beragam problem yang ada di NTT ?

Pariwisata bagi suatu daerah itu sangat potensial. Tentu semuanya tidak berjalan mulus. Seperti di NTT, kita semua tahu seperti apa hal-hal negatif yang sering dibicarakan. Misalnya tentang perdagangan manusia (human trafficking), kemiskinan, dan pendidikan. Kemiskinan dan pendidikan di NTT akibat dari rendahnya sumber daya manusia. Ini bagai telur dan ayam, mana yang harus dibenahi terlebih dahulu, kemiskinan atau pendidikan.Yang jelas, apa pun yang terjadi dengan potensi yang ada kita harus meningkatkan sumber daya manusia dan infrastruktur serta sektor lainnya. Dengan teratasinya kemiskinan orang bisa sekolah, dengan berpendidikan orang bisa tahu apa yang harus dilakukan.

Apa yang ingin disampaikan terkait human trafficking di NTT khususnya banyaknya perempuan yang menjadi korban ?

Dari semua perempuan NTT yang pernah saya temui, saya berkesimpulan perempuan NTT merupakan perempuan hebat, kuat, dan punya pendirian teguh. Ini semua mereka dapatkan karena latar belakang pendidikan, lingkungan, dan adat budaya yang mendukung. Para perempuan NTT harus percaya diri, jangan minder, dan harus yakin dengan kekuatan sendiri. Menurut kaca mata pribadi saya, kejadian ini bukan kelemahan seorang perempuan tapi ketidak mampuan seorang perempuan untuk membanggakan dirinya bahwa dia mampu.

Terkait isu gender di NTT, Anda melihatnya seperti apa ?

Saya sendiri sedih, kemarin baru disampaikan kenapa di NTT belum ada pemimpin daerah perempuan. Ini zaman sudah modern, saya juga realistis kalau memang tidak ada perempuan yang mampu kenapa harus dipaksakan? Para perempuan harus mengangkat dirinya. Jangan hanya berteriak gender saja tapi para perempuan NTT harus memantaskan diri mereka sehingga bisa bersaing.

Mengenai kasus ikan berformalin yang sedang meluas di NTT. Apa pendapat Anda ?

Sebenarnya isu itu terangkat karena ada beberapa kasus yang terjadi sehingga digeneralisasi seolah semua ikan di NTT berformalin. Tapi hal ini muncul karena ada hal lain yang memicu pemikiran orang, bahwa hal ini benar. Kita punya pabrik es batu tidak? Sistem pembekuan untuk mengawetkan ikan kita tidak berjalan dengan baik. Es batu kurang distribusinya sehingga mau tidak mau orang menggunakan formalin agar ikan ini awet. Jadi angkatlah isu kita punya pabrik es batu. Ini sederhana tapi menurut saya itu sangat berpengaruh.

Dukungan apa yang diharapkan dari masyarakat NTT atau Indonesia ?

Saya memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat NTT sehingga nama NTT bisa disebut di atas panggung bukan karena diri saya, tapi karena kemampuan NTT sendiri. Bentuk dukungan lainnya apakah melalui voting lewat telepon, SMS ataukah lewat media sosial. Jika sudah dikabarkan panitia pasti nanti saya akan publikasikan.

Sebagai orang NTT yang besar di Jawa, bagaimana Anda melihat orang NTT ?

NTT itu beda. Setelah pulang ke Flores, saya bangga jadi orang Flores. Dulu saat teman-teman tanya asal saya dari mana, dan saya sampaikan dari Flores mereka bertanya: Flores itu di mana, NTT itu di mana? Setelah pulang dan menceritakan pengalaman pulang kampung, banyak teman sekolah yang penasaran dan mengajak saya menemani mereka ke Flores. Saya bersedia menemani mereka, namun ternyata mereka jalan sendiri dan setelah pulang, ceritera puas meluncur dari mulut mereka.

 

Maria Carolina saat berbincang di Pantai Wailiti, Maumere. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Maria Carolina saat berbincang di Pantai Wailiti, Maumere. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Apa yang membuat Anda bangga menjadi orang Flores atau NTT ?

Yang paling membuat saya bangga adalah adat dan budayanya. Orang tua saya punya rumah adat di Flores. Dan, jika pulang ke Flores bisa bakar lilin di kuburan sanak keluarga. Teman -teman saya yang lain tidak ada yang memiliki budaya seperti itu. Adat yang selalu saya banggakan dan itu berlangsung turun-temurun diwariskan kepada generasi di bawahnya.

Apa yang ingin disampaikan tentang pemerintah NTT ?

Coba diperhatikan berbagai macam oportunity yang bisa dilakukan oleh pemerintah guna memberdayakan putra-putri asli daerah yang ingin sekali memperkenalkan NTT. Pemerintah harus mendukung, cukup luangkan waktu untuk bertemu saja, itu sudah memberi motivasi dan jadi sebuah kebanggaan. Biar bagaimana, saya kan membawa nama NTT. Ini tentu bisa membangkitkan semangat orang NTT lain, agar bisa berpacu mengembangkan prestasi yang lebih baik lagi. Banyak orang NTT yang berprestasi, tapi tidak didukung pemerintah bahkan untuk sekedar bertemu saja susah.

Kelebihan apa yang Anda miliki sehingga yakin bisa bersaing dan meraih prestasi ?

Kalau cantik, menarik, dan lainnya pasti semua peserta memilikinya. Saat karantina saya akan memakai pakaian berbahan tenun NTT. Saya akan tampilkan tarian daerah yang dikolaborasikan dengan keahlian saya dalam marching band. Dan, itu semua nantinya dikemas secara berbeda. Saya juga akan terus mengisi diri saya dengan berbagai pengetahuan tentang NTT dan hal lainnya.

Bisakah menyebutkan satu kalimat yang bisa memotivasi Anda untuk meraih dukungan masyarakat NTT ?

Buat semua masyarakat NTT. Ingat ! Bae Sonde Bae Flobamora Lebe Bae

Kalau tidak mengikuti Putri Indonesia, apa yang akan diperbuat untuk memperkenalkan NTT ?

Sesuai latar belakang pendidikan saya, memperkenalkan NTT akan saya lakukan dengan meraih prestasi di bidang hukum. Selain itu, saya akan mempromosikan NTT dengan cara memposting foto-foto tentang NTT di berbagai media sosial. (*)

Penulis : Ebed de Rosary

Editor: EC. Pudjiachirusanto

Yulius Paru, Gagal Jadi PNS Sukses Sebagai Nelayan

Next Story »

“Hampir Semua Pengidap HIV/AIDS dari Rantau”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *