Lembor, Lumbung Padi yang Terancam Alih Fungsi Lahan

padi-lembor

Tumpukan padi yang ditaruh di pinggiran jalan (Foto: FBC/Sidus Madi)

MENTARI belum lagi sepenggalah. Para petani di dataran sawah Lembor, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah berada di tengah sawah dan sibuk mengetam padi yang mulai menguning.

Para petani itu, baik laki-laki maupun perempuan terlihat bersemangat. Tangan mereka seolah menari-nari di atas batang padi menyambut musim panen padi tiba seraya berharap hasil panen tahun ini berlimpah.

Persawahan Lembor, di Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, yang berlokasi kurang lebih 60-an kilometer dari Ruteng ke arah Labuan Bajo itu dikenal sebagai lumbung padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hamparan sawah yang membentang luas sejauh mata memandang  dan padi yang  menguning  tampak  menjadi panorama indah tatkala melintasi dataran sawah Lembor.

Tak hanya itu, saat  melintasi Jalan Raya Ruteng-Labuan Bajo  yang membelah dataran sawah Lembor tampak lurus, mulus, dan lebar seakan sedang meluncur diatas jalan  tol yang bebas hambatan.

Secara umum kondisi topografi wilayah Kecamatan Lembor adalah rata serta  didukung sumber air  di hulu yang cukup untuk mengairi  ribuan areal persawahan Lembor. Dan, luas areal potensial persawahannya kurang lebih seluas 4.424 hektar yang terdiri dari sub sistim daerah irigasi  Wae Kanta 1.434 hektar, Wae Sesap 1.178 hektar, Wae Lombur 545 hektar,  Wae Cewo  694 hektar dan  Wae Sele 573 hektar.

Panen Raya
Saat panen raya padi sawah seluas 100 hektar milik Kelompok Tani Maju Bersama dihadiri sejumah pejabat baik maupun Anggota DPD RI asal NTT, A.Ibrahim Medah dan Andre Garu, Pejabat Bank Indonesia Cabang Kupang Widodo serta anggota Kelompok Tani Maju Bersama.

Pada kesempatan panen raya itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi NTT, Agustinus I. Medah mengaku senang bisa hadir dalam acara panen raya padi sawah di Lembor. Sebaliknya, dirinya merasa heran bila di NTT selalu mengalami kesulitan mendapatkan pupuk pada saat musim tanam.

“Padahal subsidi pupuk dari pemerintah mencapai 30 triliun, tetapi kenapa kok petani di NTT masih kesulitan pupuk pada muism tanam. Hal ini  patut dipertanyakan kalau ada dugaan ada penggelapan maka itu harus ditelusuri,”tegas Medah.

Medah juga mengatakan, bahwa reses yang dilakukannya  bersama anggota DPD Andre Garu dengan turun ke daerah bertujuan untuk menyerap aspirasi rakyat, dan nantinya akan diperjuangkan di pemerintah pusat. DPD RI asal NTT, lanjut dia, tidak mewakili pulau tetapi mewakili seluruh rakyat NTT. Karena itu, semua persoalan di daerah NTT dapat disampaikan melalui DPD.

“Bila sawah di Kabupaten Manggarai Barat dimanfaatkan dengan baik, maka tidak perlu  mendatangkan beras dari luar. Aneh memang, Manggarai  Barat yang  memiliki areal  sawah yang luasnya mencapai belasan ribu hektar, tetapi  masih mendatangkan beras dari luar daerah,”tambah Medah.

Banyak Potensi
Sementara itu, Bupati Manggrai Barat Agustinus Ch Dula mengatakan, Kabupaten Manggarai Barat sebenarnya memiliki banyak potensi yang cukup banyak yaitu tak hanya potensi pariwisata yang baru belakangan ini sudah mulai dikelola dengan baik. Tetapi juga potensi pertaniannya yang juga cukup banyak dan menjanjikan.

Karena itu, demikian Bupati Dula, rencana pemekaran Kabupaten Manggarai Barat sangat didukung dengan potensi yang ada. Sehingga kalau Kabinet Kerja Presiden Jokowi mencanangkan swasembada pangan, maka Manggarai Barat  memiliki potensi yang cukup banyak.

“Di Lembor panen tiga kali setahun, hanya petani Lembor sulitnya membuat
diversifikasi tanaman. Kendala lainnya adalah pupuk dan penyakit hama serta masih banyaknya saluran irigasi yang belum permanen,”ungkap Bupati Dula.

Dia juga menyebut, bila Manggarai Barat memiliki kawasan strategis nasional, yaitu Kecamatan Lembor, Lembor Selatan, Sano Nggoang, Komodo, Boleng, dan Kecamatan Mbeliling.

Dukungan Swasta
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Manggarai Barat, Anggalus Gapul, dalam laporannya menjelaskan, panen raya simbolis padi sawah 100 hektar milik Kelompok Tani  Maju Bersama adalah berkat kerja sama Bank Indonesia Cabang Kupang, Dolog  dan Pemerintah Manggarai Barat tahun 2014 dalam rangka peningkatan produktivitas  padi di Manggarai Barat.

Dalam mendukung produktivitas padi di Lembor, Manggarai Barat, lanjut Gapul, Bank Indonesia Cabang Kupang memberikan bantuan berupa satu unit mesin giling standar Dolog, dan traktor satu unit yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi sawah di Lembor.

“Harapannya kerja sama ini akan terus dilanjutkan. Kalau pemupukan berimbang terus dilakukan petani, maka akan meningkatkan produktivitas. Selain itu, perlu adanya dukungan perbaikan saluran irigasi tersier. Saluran tersier yang permanen hanya 20 persen-30 persen saja. Sisanya masih saluran tanah,”jelas Kadis Gapul, seraya menambahkan, untuk panen raya kali ini produktivitas padi Kelompok Tani Maju Bersama mencapai 12, 5 ton per hektar.

Sementara Widodo dari Bank Indonesia Cabang Kupang mengatakan, bila pihaknya belum banyak berbuat, tetapi pihaknya mau membantu Kelompok Tani Maju Bersama melalui masukan dari Pemkab Manggarai Barat dan kelompok tani lalu kemudian menindaklanjutinya dengan memberikan bantuan teknis berupa cara tanam jajar legowo, dan bantuan mesin giling serta traktor tangan.

Bank Indonesia, sangat apresiasi dengan program ini. Program Bank Indoensia ini baru pertama kali masuk klaster padi di NTT. Dan, Lembor adalah program yang pertama kali dilakukan oleh Bank Indonesia. “Kita berharap semua petani di Lembor masuk dalam kelompok tani,”kata Widdodo.

Selanjutnya, Ketua DPRD Manggarai Barat, Matheus Hamsi menyambut baik atas dukungan pemerintah dan sektor swasta yang turut mendukung peningkatan produktivitas padi di Lembor.

“Kami sebagai dewan sangat apresiasi atas program pemerintah dan BI bersama Dolog sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. petani harus dipacu untuk meningkatkan produktivitas padinya. Dan, Dolog juga harus menyesuaikan harga gabah yang dibeli dari petani agar petani tidak merasa dirugikan. Kalau bisa juga perhatian itu jangan hanya Lembor, tetapi juga di 
wilayah lainnya di Manggarai Barat,”ujar Hamsi.

Alih Fungsi
Areal persawahan di dataran Lembor dibanggakan sebagai lumbung padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun, ada kekhawatiran di balik itu semua yaitu terancam tergerusnya alih fungsi lahan pertanian sawah Lembor mengingat saat ini mulai banyak bangunan permanen yang dibangun di sekitar areal persawahan Lembor.

Tokoh muda Manggarai Barat di Jakarta, Chelus Pahun menilai Kecamatan Lembor erat dengan pertanian sawahnya. Karena itu, pemerintah Manggarai Barat mestinya melakukan penertiban atas bangunan-bangunan permanen yang dibangun di areal persawahan Lembor.

Jika perlu, lanjut dia, pemerintah desa didorong untuk membuat perda penertiban bangunan di areal persawahan Lembor, agar tidak terjadi alih fungsi lahan pertanian di wilayah itu.

Menurut dia, ancaman alih fungsi lahan yang paling serius ke depan adalah soal rencana pemerintah Manggarai Barat untuk pemekaran Manggarai Barat Daya dan Dataran Wol sebagai ibukota kabupatennya. Kalau itu terjadi, maka areal perasawahan Lembor akan terancam alih fungsi lahan pertanian besar-besaran mengingat jarak lokasi Wol dan areal persawahan Lembor sangat dekat sekali.

“Jadi pemerintah Manggarai Barat harus tetap menjaga areal persawahan Lembor dari berbagai bentuk alih fungsi lahan guna meningkatkan produksi pangan di Manggarai Barat,”ujar Pahun.

Sementara anggota DPRD Manggarai Barat, Edi Endi, justru melihat kalau pemerintah Manggarai Barat konsisten menegakkan undang-undang terbaru tentang lahan abadi. Maka, irigasi teknis di lahan abadi Lembor tidak akan alih fungsi.

“Kuncinya, kalau Pemkab Manggarai Barat konsisten untuk terapkan undang-undang lahan abadi itu. Maka, saya kira lahan abadi di areal persawahan irigasi teknis di Lembor itu tidak terjadi alih fungsi lahan,”kata Endi.(*)

Penulis: Sidus Madi

Editor: EC. Pudjiachirusanto

Semoga Ada Pertobatan Raya di Negeri Ini

Next Story »

Alatnya Sederhana, Garamnya Berkualitas

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *