Hewan dan Persembahan

Hewan dan Persembahan
Hewan dan Persembahan
Hewan dan Persembahan
Hewan dan Persembahan
Hewan dan Persembahan
Hewan dan Persembahan
Hewan dan Persembahan

BAGI masyarakat agraris, hewan bukan saja membantu pekerjaan mereka dalam bercocok tanam, tetapi sekaligus menjadi medium persembahan kepada leluhur. Begitu juga bagi masyarakat adat Wae Rebo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Saat menggelar Penti, sebagai pertanda awal masa tanam atau tahun baru menurut penaggalan versi mereka, ayam, babi, dan kerbau dipersembahkan kepada leluhur dan Tuhan (Mori Agu Ngaran).

Darah kerbau untuk menyucikan pintu masuk kampung (barong oka/paang) dan mata air (barong wae), sementara darah ayam untuk menyucikan compang–semacam altar atau mesbah persembahan berbentuk bulat dan posisi tanahnya lebih tinggi dibandingkan lantai rumah–. Adapun darah babi diyakini bisa menyucikan rumah gendang, rumah paling besar di Wae Rebo tempat gendang keramat dan aneka pusaka leluhur disimpan. (*)

Teks & Foto: EC. Pudjiachirusanto

Lumbung Lembor

Next Story »

Mbaru Niang

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *