Dana Bantuan Itu Tidak Semua Dibagikan

UPK-01

Kegiatan di UPK Nubatukan terus berjalan. Dua warga Nubatukan sedang bertransaksi mengembalikan cicilan pinjaman ke Sekretariat UPK Nubatukan. (Foto: FBC/Yogi)

Tidak semua dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang berasal dari APBN maupun APBD Kabupaten Lembata tersalurkan ke masyarakat. Mengapa?

PEMUTUSAN kontrak fasilitator dan  konsultan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaaan (PNPM-MP) tingkat kecamatan dan kabupaten per 31 Desember 2014 menimbulkan permasalahan baru. Tidak saja pada risiko kehilangan pekerjaan bagi pelaku PNPM, tetapi bisa berdampak pada peyimpangan dana.

Albert Magnus, salah satu warga Lewoleba yang mengaku sangat mengerti dengan sistem pengelolaan keuangan di PNPM mengatakan hal ini di Lewoleba, baru-baru ini.

Albert menjelaskan, demi menjamin transparansi dan akuntabilitas, pencairan dana dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) ke masyarakat melalui Tim Pengelola Kegiatan tingkat desa sebagaimana mekanisme PNPM harus berdasarkan verifikasi dan rekomendasi faslitator kecamatan dan faslitator teknik di setiap kecamatan.

“Jadi bahaya sekali, kalau tidak di verifikasi bisa saja dana tercairkan untuk kebutuhan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pasca pemberhentian faslitator ini, pengelolaan dana PNPM sangat rentan dengan penyimpangan,” ujar Albert.

Pernyataan warga Lewoleba ini bisa jadi benar. Dalam penelusuran yang saya lakukan, menemukan alokasi dana  Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM-MD Kabupaten Lembata Tahun 2014 sebesar Rp. Rp. 17. 902.990.000. Dana yang bersumber dari, pos Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun 2013 sebesar Rp. Rp. 16.047.990.000 dan APBD Kabupaten Lembata mengalokasikan dana sebesar Rp. 1.855.000.000, itu belum 100 persen tersalurkan ke masyarakat.

Gabriel-Goleng

Fasilitator keuangan PNPM Kabupaten Lembata, Gabriel Golang. (Foto: FBC/Yogi)

Faslitator keuangan PNPM-MP Kabupaten Lembata, Gabriel Golang saat saya temui di Sekretariat Konsultan PNPM Kabupaten Lembata menjelaskan, dana BLM sebesar Rp. 17. 902.990.000 seratus persen sudah cair dari rekening KPN, namun baru terserap oleh masyarakat untuk pembangunan fisik sarana prasarana sebesar 98.08 persen. Hal ini karena ada empat kecamatan yang pembangunan fisiknya belum selesai 100 persen dan belum dilakukan Musyawarah Desa Serah Terima.

“Jadi masih ada sisa dana sebesar Rp. 266.142.200 yang belum diserap. Dana ini masing-masing milik Kecamatan Wulandoni sebesar Rp. Rp. 54.335.200, Kecamatan Nagawutung sebesar Rp. 76.665.500 dan Buyasuri sebesar Rp. 72.342. 500,” jelas Golang.

Di samping itu, kata Golang lagi, masih terdapat sisa Dana Operasional Kegiatan (DOK) sebesar Rp. 242.353.650 di rekening sembilan UPK se-Kabupaten Lembata. Sisa dana sebesar ini menurut rencana akan mambiayai kegiatan penguatan kapasitas masyarakat.

Lebih jauh terkait status konsultan kabupaten dan fasilitator kecamatan serta keberlanjutan program, dia mengatakan, menejemen program sudah menginstruksikan kepada semua pelaku PNPM di tingkat kabupaten maupun  kecamatan untuk menghentikan sementara semua kegiatan PNPM yang berhubungan dengan kerja konsultan dan fasilitator, termasuk pencairan dana BLM dan DOK.

“Dengan status yang belum jelas seperti sekarang, fasilitator tidak bisa melakukan verifikasi usulan dan membuat rekomendasi pencairan dana,” tegasnya.

Gabriel mengatakan semua pelaku PNPM terutama yang berstatus fasilitator dan konsultan tengah dirundung kecemasan. Duapuluh enam orang tenaga faslitator dan konsultan PNPM di Kabupaten Lembata terancam kehilangan pekerjaan. Sejak berakhirnya masa kontrak per 31 Desember 2014 hingga Januari 2015 kontrak kerja mereka belum di perpanjang.

Lantas bagaimana dengan pengelolaan aset, jika PNPM di tahun 2015 tidak berlanjut? Terkait hal ini Gabriel mengatakan, manajemen program sudah mewacanakan akan dilakukan serah terima aset ke satuan kerja (Satker) di tingkat kabupaten. “Nanti akan dikelola oleh Satker yang dibentuk di tingkat kabupaten, tetapi lebih jauhnya seperti apa, kita tunggu regulasinya,”ujarnya.

Kontribusi Besar
Tak dipungkiri bila PNPM-MP sangat dirindukan warga perdesaan. Tidak saja terhadap pembangunan fisik sarana prasaran dan pembangunan ekonomi masyarakat. PNPM juga memberi kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia perdesaan. Warga perdesaan yang awalnya awam dengan membuat sebuah rencana pembangunan akhirnya paham, berkat sentuhan tangan para fasilitator dan konsultan PNPM.

Besarnya kontribusi PNPM terhadap pembangunan desa ini, dirasakan juga oleh Camat Nubatukan Begu Ibrahim. Camat Begu mengaku, rugi jika negara harus menghentikan program yang benar menyentuh kehidupan masyarakat akar rumput itu.

“Dampak dari PNPM terhadap pembangunan di desa sangat terasa. Saya pernah tanya langsung ke masyarakat, sudah berapa usulan pembangunan yang diusulkan melalui Musrenbang pemerintah disetujui dan dilaksanakan? Masyarakat malah binggung. Justu warga di kampung-kampung itu lebih merasakan kehadiran PNPM dan saya tidak bisa pungkiri kalau di beberapa desa di kecamatan saya ini dibangun oleh PNPM. Jadi kalau program ini berhenti, aduh..rugi sekali,”katanya.

Pembangunan fisik PNPM sebagaimana yang dijelaskan Camat Begu di hampir semua desa kelurahan dalam wilayah Kecamatan Nubatukan. Fisik sarana prasarana sebagaimana di maksud terdiri dari pembangunan sarana prasarana air bersih yang di bangun PNPM di masa tahun 1990-an di Desa Baolangu, Desa Udak Melomata, juga Desa Belobatang. Pembangunan sarana kesehatan seperti Polindes dan Posyandu di hampir semua desa kelurahan, pembangunan jalan dan drainase dalam desa, juga beberapa sarana pendidikan dasar.

Di samping itu, PNPM juga memberikan beasiswa, honor guru komite, juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi warga melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Usaha Bersama Simpan Pinjam Kelompok Perempuan. Semua kontribusi PNPM ini tersebar merata di semua desa/kelurahan dalam wilayah Kecamatan Nubatukan. (*)

Penulis: Yogi Making
Editor: EC. Pudjiachirusanto

Tak Mampu Beli Kayu Bakar, Beralih Jadi ‘Papalele’

Next Story »

Demi Nilai Tubuh pun Digadai

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *